Arti Penting Pendidikan Kewarganegaraan

Pendidikan Kewarganegaraan
Pendidikan Kewarganegaraan

Pendidikan Kewarganegaraan~  Pada saat ini mungkin banyak masyarakat yang masih kurang menyadari arti penting dari pendidikan kewarganegaraan itu sendiri. Hal tersebut dapat dilihat dengan kacamata yang abstrak bawasannya banyak sekali para pelajar yang menganggap pendidikan atau mata pelajaran kewarganegaraan hanya sekedar teori yang sangat membosankan.

Hal tersebut semakin menguat dengan dampak dari kurangnya pemikiran mengenai arti penting pendidikan kewarganegaraan dengan semakin maraknya tawuran antar pelajar yang saat ini menyedot perhatian publik khusunya di ibu kota.

Dari semua itu muncul tanda tanya besar mengenai pertanyaan, bagaiamana bisa pelajar tersebut dapat melakukan hal itu, apa mereka belum mengerti dengan benar apa makna dari pancasila ? sedangkan mereka sendiri masih dalam masa dimana pendidikan tersebut dapat diberikan.

Apakah masalah tersebut menjadi masalah yang harus dipertanggungjawabkan oleh pihak sekoalah ? tentu jawaban yang lantang adalah tidak. Megapa ? karena pada hakikatnya semua pelajar tidak hanya diberikan sebuah pelajaran yang berarti dalam ruang dan lingkup sekolah, akan tetapi semua pelajar harus dapat menyerap dengan benar pelajaran tersebut di lingkungan dimanapun ia berada.

Hakikat dari pendidikan kewarganegaraan itu sendiri merupakan upaya sadar serta terencana untuk mencerdaskan segala kegidupan bangsa serta menumbuhkan jati diri bangsa serta moral bangsa sebagai suatu dasar pelaksanaan hak dan kewajiban bela negara, demi kelangsungan hidup serta kejayaan bernegara.

Sedangkan tujuan dari pendidikan kewarganegaraan itu sendiri ialah mewujudkan agar warga negara dapat memberikan sikap bela negara yang dilandaskan pada pemahaman politik kebangsaan, dan kepekaan mengembangkan jati diri dan moral bangsa dalam perikehidupan bangsa.

Dalam hal ini dapat diketahui pula standart isi yang diberikan oleh pendidikan kewarganegaraan sebagai acuan serta pedoman terlaksananya pendidikan tersebut. Dalam hal ini pendidikan kewarganegaraan berusaha mengembangkan :

  1. nilai-nilai cinta tanah air;
  2. kesadaran berbangsa dan bernegara;
  3. keyakinan terhadap Pancasila sebagai ideologi negara;
  4. nilai-nilai demokrasi, hak asasi manusia dan lingkungan hidup;
  5. kerelaan berkorban untuk masyarakat, bangsa, dan negara, serta
  6. kemampuan awal bela negara.

Dari sini dapat disimpulakan bahwasannya pendidikan kewarganegaraan merupakan pendidikan yang penting untuk semua bangsa karena dari pendidikan inilah eseorang mampu memahami setiap struktur negara yang ada.

Oleh karenanya, bagi anda yang merasa bagian dari suatu negara berusahalah memiliki rasa cinta terhadap tanah air yang dapat dipupuk melalui pendidikan kewarganegaraan. Sehingga bangsa Indonesia akan menjadi bangsa yang kuat yang mampu mengatasi segala rintangan yang ada.

Demikian artikel yang membahas mengenai Arti Penting Pendidikan Kewarganegaraan, Standart Isi Pendidikan Kewarganegaran. Artikel ini ditulis dengan tujuan dan maksud agar wawasan anda semakin bertambah, dan artikel ini dapat dijadikan sebagai bahan refrensi anda.

Incoming search terms:

Masalah Pendidikan Islam dan Solusinya

Masalah Pendidikan Islam
Masalah Pendidikan Islam

Masalah Pendidikan Islam~  Negara kita, yang mayoritas penduduknya sebagai muslim tentu saja memiliki pemikiran mengenai pentinya pendidikan Islam itu sendiri terutama pendidikan yang akan diberikan kepada generasi penerus bangsa haruslah memiliki kualitas lebih untuk dinia dan akhirat mereka.

Pendidikan Islam yang hakikatnya bersumber pada nilai-nilai ajaran Islam yang sesungguhnya akan dijadikan sebuah pedoman untuk menjalani kehidupan di dunia serta di akhirat kelak.

Namun dengan era globalisasi yang ada membuat pendidikan Islam sendiri mengalami masalah yang dapat dikatakan kompleks mulai dari masalah konseptual-teoritis, hingga permasalahan operasional-praktis.

Masalah-masalah yang tidak terselesaikan dalam pendidikan Islam inilah yang menjadikan pendidikan Islam tertinggal dengan lembaga pendidikan lainnya. Dari segi kuantitatif serta kualitatif pendidikan Islam sebagai pendidikan yang dinomor duakan akan menjadi dampak buruk tersendiri bagi pemeluk agama Islam, yaitu salah satu dampak buruk tersebut ialah semakin maraknya pergaulan bebas dikalangan remaja Islam.

Adapun ketertinggalan pendidikan Islam sendiri dilandasi oleh beberapa faktor yang menjadikan lembaga pendidikan Islam tertinggal jauh dengan lembaga pendidikan lainnya ialah sebagai berikut:

  1. Keterlambatan respon pendidikan Islam akan perkembangan yang terjadi.
  2. Islam kebanyakan masih lebih cenderung mengorientasikan diri pada bidang-bidang humaniora dan ilmu-ilmu sosial ketimbang ilmu-ilmu eksakta semacam fisika, kimia, biologi, dan matematika modern.
  3. Pendidikan Islam tetap berorientasi pada masa silam ketimbang berorientasi kepada masa depan, atau kurang bersifat future oriented.
  4. Sebagian pendidikan Islam belum dikelola secara professional baik dalam penyiapan tenaga pengajar, kurikulum maupun pelaksanaan pendidikannya.

Dalam hal ini ambil saja contoh masalah pendidikan Islam yaitu mengenai problem konseptual- teoritis. Dalam hal ini dijabarkan bahwa pendidikan Islam hanya didasarkan oleh pemahaman pendidikan Islam yang hanya mementingkan aspek kehidupan ukhrawi yang terpisah dengan kehidupan duniawi, atau aspek kehidupan rohani yang terpisah dengan kehidupan jasmani.

Oleh karena itu, akan tampak adanya pembedaan dan pemisahan antara yang dianggap agama dan bukan agama, yang sakral dengan yang profan, antara dunia dan akhirat. Cara pandang yang memisahkan antara yang satu dengan yang lain ini disebut sebagai cara pandang dikotomi.

Pemisahan antar ilmu dan agama hendaknya segera dihentikan dan menjadi sebuah upaya penyatuan keduanya dalam satu sistem pendidikan integralistik. Namun persoalan integrasi ilmu dan agama dalam satu sistem pendidikan ini bukanlah suatu persoalan yang mudah, melainkan harus atas dasar pemikiran filosofis yang kuat, sehingga tidak terkesan hanya sekedar tambal sulam.

Langkah awal yang harus dilakukan dalam mengadakan perubahan pendidikan adalah merumuskan “kerangka dasar filosofis pendidikan” yang sesuai dengan ajaran Islam, kemudian mengembangkan secara “empiris prinsip-prinsip” yang mendasari terlaksananya dalam konteks lingkungan (sosio dan kultural) Filsafat Integralisme adalah bagian dari filsafat Islam yang menjadi alternatif dari pandangan holistik yang berkembang pada era postmodern di kalangan masyarakat barat.

Demikian artikel yang mebahas mengenai Masalah Pendidikan Islam, Solusi Masalah Pendidikan Islam, Faktor Ketertinggalan Pendidikan Islam. Semoga artikel ini dapat bermanfaat sebagai bahan acuan refrensi anda.

Incoming search terms:

Paradigma Pedagogi Reflektif Sebagai Pendekatan Pendidikan Karakter

Pendidikan KarakterParadigma Pendidikan ~ Telah banyak dirasakan bahwa pendidikan yang ada saat ii sudah mengalami perubahan yang sangat signifikan. Mengapa demikian ? karena banyaknya fasilitas pendidikan yang diberikan kepada semua kalangan baik itu dari kalangan menengah ke atas atau ke bawah.

Hal ini juga dibuktikan dengan adanya pernyataan bahwa pendidikan gratis merupakan keniscayaan yang ada dalam kehidupan berbangsa dari debat cawapres yang diadakan pada Minggu, (29/6/14) yang secara lantang diucapkan oleh cawapres kita yaitu Jusuf Kalla (JK).

Dalam debat cawapres yang dimoderatori Wakil Rektor UGM Dwikorita Karnawati ini JK menegaskan bahwa tak masalah jika ada sekolah yang tetap membayar agar tidak ada dua kelas dalam pendidikan.

Dalam debat tersebut JK juga menuturkan bahwa pendidikan yang ada pada putra putri bangsa ini bukan hanya tanggung jawab dari pemerintah saja, akan tetapi agen sosial primer yaitu keluarga juga turut andil dalam proses berjalannya pendidikanitu sendiri.

Lantas ? pendidikan yang bagaimana yang seharusnya berkembang sekarang ? tentu saja pendidikan yang memuat budi pekrti yang luhur yang secara jelas tertanam dalam amalan pancasila. Yah pendidikan karakter merupakan hal yang sangat penting sekarang ini.

Agar bangsa kita menjadi bangsa yang bermoral dan berakhlak baik, pendidikan karakter perlu diterapkan sejak dini. Lantas dengan pendekatan yang bagaimana agar penerapan pendidikan karakter berjalan dengan baik ?.

Pengertian Pendidikan Karakter

Proses  pembentukan  karakter  ini dapat dilakukan melalui pendidikan yakni proses penyadaran akan jati diri kemanusiaannya dan pada akhirnya akan dihasilkan kualitas manusia yang memiliki kehalusan budi dan jiwa, kecemerlangan berpikir, kecekatan raga dan kesadaran akan penciptaan dirinya.

Pendidikan karakter pada dasarnya adalah upaya-upaya yang dirancang dan dilaksanakan secara sistematis untuk menanamkan nilai-nilai perilaku peserta didik yang berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan, dan kebangsaan yang terwujud dalam pikiran, sikap, perasaan, perkataan, dan perbuatan berdasarkan norma-norma agama, hukum, tata krama, budaya, dan adat istiadat.

Pengertian Pendekatan Pedagogi Reflektif

Pendekatan  PPR  diinspirasikan  oleh keberhasilan sekolah-sekolah  Jesuit  dalam pendidikan kaum muda menjadi pribadi yang unggul  dalam iman dan sekaligus kaum muda yang berkarakter. Fondasi dari sekolah-sekolah Jesuit  ini adalah latihan rohani yang diajarkan oleh St. Ignatius, pendiri Serikat Yesus. Latihan rohani ini menekankan proses dengan mengolah pengalaman, refleksi dan aksi. Refleksi merupakan tuntutan kegiatan yang harus terus menerus dilakukan karena tanpa refleksi yang sungguh-sungguh memadai pengalaman yang berharga mudah diabaikan atau bahkan dianggap remeh. Refleksi secara mendalam atas setiap pengalaman juga sekaligus membawa orang untuk mendalami arti serta implikasi banyak hal yangmereka pelajari. Hal ini tentu saja sangat menunjang pengembangan diri seseorang. Maka refleksi merupakan tindakan yang sangat menentukan untuk bergerak dari pengalaman ke perbuatan (Subagya,2011: 34).

Diharapkan melalui pendekatan PPRini, proses pembelajaran mampu mengarahkan peserta didik untuk berefleksi agar dapat menemukan nilai-nilai kehidupan dalam suatu proses pembelajaran, sehingga bisa merencanakan tindakan yang berguna, tindakan yang kemudian dilakukan, bukan karena kepatuhan dan tradisi, namun lebih pada karena kesadaran akan nilai-nilai kemanusiaan. Tentu saja tindakan yangdilakukan tidak bisa meninggalkan aspek kognitif sebagai tuntutan utama hasil belajar di jenjang sekolah.

Demikian artikel yang membahas mengenai Pendidikan Karakter, Pendekatan Pendidikan Karakter, Pendekatan Pedagogi. Semoga artikel yang Kami sajikan mampu menambah wawasan Anda.

Artikel yang Terkait:

Incoming search terms:

Pengertian Pendidikan Anak Usia Dini

Pendidikan Anak Usia Dini
Pendidikan Anak Usia Dini

Pendidikan Anak Usia Dini~ Di zaman yang serta modern ini pendidikan seharusnya sudah ditanamkan kepada anak sejak usia sedini mungkin. Hal tersebut mengimbangi dengan semakin ketatnya persaingan global anak bangsa yang satu sama lain menghasilkan generasi muda yang berkualitas.

Mengingat kembali tujuan dari suatu negara, Indonesia yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa, pemerintah telah mencanangkan pendidikan yang akan diberikan kepada seorang anak dari mereka lahir hingga mengingjak usia 6 tahun. Pendidikan tersebut diebut dengan pendidikan anak usia dini.

Pendidikan anak usia dini (PAUD) metupakan suatu usaha sadra serta terncana yang dilakukan kepada anak yang usianya 0-6 tahun dengan pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu setiap tumbuh kembangnya baik jasmani maupun rohani, serta mempersiapkan kesiapan mereka untuk menempuh pendidikan lebih lanjut.

Dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pada Pasal 1 butir 14 pendidikan anak usia dini(PAUD ) diartikan sebagai :

Suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.

Mengingat pendidikan yang diberikan pada usia ini, pendidikan tersebut meletakkan suatu dasar pertumbuhan dan perkembangan fisik (koordinasi motorik halus dan kasar), kecerdasan (daya pikir, daya cipta, kecerdasan emosi, kecerdasan spiritual), sosio emosional (sikap dan perilaku serta agama) bahasa dan komunikasi, sesuai dengan keunikan dan tahap-tahap perkembangan yang dilalui oleh anak usia dini.

Tujuan suatu pendidikan merupakan suatu upaya atau perencanaan yang dilakukan yang menjadikan suatu arahan serta pedoman dalam pelaksanaan pendidikan untuk menghasilakn generasi muda yang berkualitas. Sehingga pada pendidikan anak usia dini pun memuat tujuan-tujuan yang berupa :

  1. Tujuan utama yaitu tujuan pendidikan untuk membentuk anak Indonesia yang berkualitas, yaitu anak yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan tingkat perkembangannya sehingga memiliki kesiapan yang optimal di dalam memasuki pendidikan dasar serta mengarungi kehidupan di masa dewasa.
  2. Tujuan pendidikan untuk membantu menyiapkan anak mencapai kesiapan belajar (akademik) di sekolah.

Dalam pelaksanaan pendidikan anak usia dini tentu saja perlu diperhatikannya karakteristik anak pada usia dini agar tujuan serta rencana yang telah ditetapkan dapat berjalan dengan lancar. Adapaun karakteristik anak usia dini adalah sebagai berikut:

  1. Mengetahui hal-hal yang dibutuhkan oleh anak, yang bermanfaat bagi perkembangan hidupnya.
  2. Mengetahui tugas-tugas perkembangan anak, sehingga dapat memberikan stimulasi kepada anak, agar dapat melaksanakan tugas perkembangan dengan baik.
  3. Mengetahui bagaimana membimbing proses belajar anak pada saat yang tepat sesuai dengan kebutuhannya.
  4. Menaruh harapan dan tuntutan terhadap anak secara realistis.
  5. Mampu mengembangkan potensi anak secara optimal sesuai dengan keadaan dan kemampuannya.

Demikian artiekl yang membahas mengenai Pengertian Pendidikan Usia Dini, Tujuan Pendidikan Usia Dini, Karakteristik Usia Dini. Artikel ini ditulis degan maksud dan tujuan agar wawasan anda bertambah, dan diharapkan artikel ini dapat dijadiakan sebagai bahan acuan refrensi anda.

Artikel Yang Terkait:

Incoming search terms:

Tujuan Pendidikan Nasional Menurut Para Ahli

Tujuan Pendidikan
Tujuan Pendidikan

Tujuan Pendidikan ~ Dalam melakukan sesuatu secara tidak mungkin bahwa tidak ada maksud dan tujuan tertentu. Tak terkecuali pendidikan, dalam kehidupan sehari-hari kita sudah tak asing lagi dengan pendidikan, karena hampir semua orang pernah melakukanya.

Mengingat bahwa pendidikan merupakan sesuatu yang penting dalam kehidupan bangsa, membuat segala pihak berasumsi dengan arti serta pendefinisian yang berbeda-beda, hal tersebut bisa saja berdampak buruk bagi pemikiran orang awam.

Oleh karenanya pada artikel kali ini Tesis Pendidikan bermaksud memberikan wawasan seputar tujuan pendidikan, dan Tesis Pendidikan berharap artikel yang akan mengulas tujuan pendidikan ini dapat bermanfaat bagi anda.

Pendidikan merupakan segala upaya yang dilakukan untuk memberikan wawasan kepada tiap-tiap individu serta mendampingi mereka dalam tumbuh kembangnya hingga menjapai umur yang dianggap dewasa.

Dari sinilah dirancang apa yang menjadi tujuan pendidikan itu sendiri. Tujuan pendidikan merupakan faktor terpenting dalam melaksanakan penyelenggaraan pendidikan karena tujuan merupakan sebuah pedoman serta arah untuk mencapai apa yang ingin dicapai.

Tujuan pendidikan yang semakin mengalami perkembangan yang sangat luas, membuat para pihak-pihak penyelenggara pendidikan dengan secara gencar-gencarnya bersuara bahwa pendidikan merupakan kunci utama sukses suatu bangsa. Hal tersebut dapat dibuktikan bahwa Indonesia mewajibkan semua anak bangsa untuk mengenyam pendidikan selama 12 tahun lamanya, dengan kata lain wajib belajar 12 tahun.

Dalam ketetapan MPRS dan MPR tujuan pendidikan dirumuskan sedemikian rupa, agar pelaksanaannya tersebut dapat sesuai dengan keinginan. Hal tersebut dapat ditelisik dengan jauh bahwa rumusan tujuan pendidikan meliputi:

  1. Tap MPRS No. XXVII/ MPRS/ 1996 Bab II Pasal 3 dicantumkan bahwa  tujuan pendidikan membentuk manusia Pancasila sejati berdasarkan ketentuan-ketentuan seperti yang dikehendaki Pembukaan dan Isi Undang-Undang Dasar 1945.
  2. Tap MPR No. IV/ MPR / 1978 menyebutkan Pendidikan Nasional berdasarkan Pancasila dan bertujuan meningkatkan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, kecerdasan, keterampilan, mempertinggi budi pekerti, memperkuat kepribadian, dan mempertebal semangat kebangsaan, agar dapat menumbuhkan manusia-manusia pembangunan yang dapat membangun dirinya sendiri serta bersama-sama bertanggung jawab atas pembangunan bangsa.
  3. Di dalam Tap MPR No. II / MPR/ 1988 dikatakan Pendidikan Nasional bertujuan untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia, yaitu manusia yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur, berkeperibadian, berdisiplin, bekerja keras, tangguh, bertanggung jawab, mandiri, cerdas, dan terampil serta sehat jasmani dan rohani.
  4. Di dalam UU No. 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Bab II pasal 4 dikemukakan Pendidikan Nasional bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki penetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.

Dalam ketentuan di atas dapat disimpulakan bahwasannya pendidikan nasional memiliki tujuan yang sangat tinggi untuk menghasilkan sebuah manusia dengan ciri-ciri yang telah disebutkan di atas. Tujuan pendidikan nasional sendiri berarti tujuan umum yang akan dicapai oleh keseluruan bangsa Indonesia yang juga telah ditetapkan sebagai rumusan kualifikasi terbentuknya setiap warga negara yang dicita-citakan bersama.

Tujuan pendidikan nasional sendiri, yang selama ini banyak mengalami perubahan perumusan dapat disimak kembali ke dalam Undang-Undang RI No 20 Tahun 2003 tentang SISDIKNAS Bab II Pasal 3 yang berbunyi :

Tujuan pendidikan nasional ialah berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia-manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Oleh karenanya untuk dapat mencapai tujuan pendidikan nasional yang telah ditetapkan perlu adanya suatu lembag-lembaga pendidikan yang memiliki tujuan pendidikan yang selaras dengan tujuan pendidikan nasional.

Demikian artiekel yang membahas mengenai Tujuan Pendidikan, Rumusan Tujuan Pendidikan, Tujuan Pendidikan Nasional. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi anda.

Incoming search terms: