Tujuan Pendidikan Nasional Menurut Para Ahli

Tujuan Pendidikan
Tujuan Pendidikan

Tujuan Pendidikan ~ Dalam melakukan sesuatu secara tidak mungkin bahwa tidak ada maksud dan tujuan tertentu. Tak terkecuali pendidikan, dalam kehidupan sehari-hari kita sudah tak asing lagi dengan pendidikan, karena hampir semua orang pernah melakukanya.

Mengingat bahwa pendidikan merupakan sesuatu yang penting dalam kehidupan bangsa, membuat segala pihak berasumsi dengan arti serta pendefinisian yang berbeda-beda, hal tersebut bisa saja berdampak buruk bagi pemikiran orang awam.

Oleh karenanya pada artikel kali ini Tesis Pendidikan bermaksud memberikan wawasan seputar tujuan pendidikan, dan Tesis Pendidikan berharap artikel yang akan mengulas tujuan pendidikan ini dapat bermanfaat bagi anda.

Pendidikan merupakan segala upaya yang dilakukan untuk memberikan wawasan kepada tiap-tiap individu serta mendampingi mereka dalam tumbuh kembangnya hingga menjapai umur yang dianggap dewasa.

Dari sinilah dirancang apa yang menjadi tujuan pendidikan itu sendiri. Tujuan pendidikan merupakan faktor terpenting dalam melaksanakan penyelenggaraan pendidikan karena tujuan merupakan sebuah pedoman serta arah untuk mencapai apa yang ingin dicapai.

Tujuan pendidikan yang semakin mengalami perkembangan yang sangat luas, membuat para pihak-pihak penyelenggara pendidikan dengan secara gencar-gencarnya bersuara bahwa pendidikan merupakan kunci utama sukses suatu bangsa. Hal tersebut dapat dibuktikan bahwa Indonesia mewajibkan semua anak bangsa untuk mengenyam pendidikan selama 12 tahun lamanya, dengan kata lain wajib belajar 12 tahun.

Dalam ketetapan MPRS dan MPR tujuan pendidikan dirumuskan sedemikian rupa, agar pelaksanaannya tersebut dapat sesuai dengan keinginan. Hal tersebut dapat ditelisik dengan jauh bahwa rumusan tujuan pendidikan meliputi:

  1. Tap MPRS No. XXVII/ MPRS/ 1996 Bab II Pasal 3 dicantumkan bahwa  tujuan pendidikan membentuk manusia Pancasila sejati berdasarkan ketentuan-ketentuan seperti yang dikehendaki Pembukaan dan Isi Undang-Undang Dasar 1945.
  2. Tap MPR No. IV/ MPR / 1978 menyebutkan Pendidikan Nasional berdasarkan Pancasila dan bertujuan meningkatkan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, kecerdasan, keterampilan, mempertinggi budi pekerti, memperkuat kepribadian, dan mempertebal semangat kebangsaan, agar dapat menumbuhkan manusia-manusia pembangunan yang dapat membangun dirinya sendiri serta bersama-sama bertanggung jawab atas pembangunan bangsa.
  3. Di dalam Tap MPR No. II / MPR/ 1988 dikatakan Pendidikan Nasional bertujuan untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia, yaitu manusia yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur, berkeperibadian, berdisiplin, bekerja keras, tangguh, bertanggung jawab, mandiri, cerdas, dan terampil serta sehat jasmani dan rohani.
  4. Di dalam UU No. 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Bab II pasal 4 dikemukakan Pendidikan Nasional bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki penetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.

Dalam ketentuan di atas dapat disimpulakan bahwasannya pendidikan nasional memiliki tujuan yang sangat tinggi untuk menghasilkan sebuah manusia dengan ciri-ciri yang telah disebutkan di atas. Tujuan pendidikan nasional sendiri berarti tujuan umum yang akan dicapai oleh keseluruan bangsa Indonesia yang juga telah ditetapkan sebagai rumusan kualifikasi terbentuknya setiap warga negara yang dicita-citakan bersama.

Tujuan pendidikan nasional sendiri, yang selama ini banyak mengalami perubahan perumusan dapat disimak kembali ke dalam Undang-Undang RI No 20 Tahun 2003 tentang SISDIKNAS Bab II Pasal 3 yang berbunyi :

Tujuan pendidikan nasional ialah berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia-manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Oleh karenanya untuk dapat mencapai tujuan pendidikan nasional yang telah ditetapkan perlu adanya suatu lembag-lembaga pendidikan yang memiliki tujuan pendidikan yang selaras dengan tujuan pendidikan nasional.

Demikian artiekel yang membahas mengenai Tujuan Pendidikan, Rumusan Tujuan Pendidikan, Tujuan Pendidikan Nasional. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi anda.

Incoming search terms:

Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) sebagai paradigma baru pengembangan pendidikan yang berorientasi pada kebutuhan sekolah

Tesis Manajamen Berbasis Sekolah – Manajen Berbasis Sekolah adalah salah satu tema yang mempunyai banyak peminat dalam paket Jasa Pembuatan Tesis di tempat kami.

Manajemen sekolah pada masa orde baru (ORBA) secara sentralistik telah menempatkan sekolah pada posisi marginal, kurang diberdayakan tetapi malah diperdayakan, kurang mandiri, pasif atau menunggu instruksi, inisiatif dan kreativitas tidak berkembang. Lahirnya Undang-Undang No. 22 Tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah, memberikan keleluasaan kepada daerah untuk menyelenggarakan ”Otonomi Daerah”.

Dalam kerangka inilah tercipta konsep Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) atau School Based Management (SBM) sebagai paradigma baru pengembangan pendidikan yang berorientasi pada kebutuhan sekolah dan kebutuhan masing-masing daerah. MBS merupakan suatu konsep yang menawarkan otonomi pada sekolah untuk menentukan kebijakan sekolah dan diharapkan mampu memecahkan berbagai masalah pendidikan demi peningkatan mutu pendidikan pada umumnya dan mutu sekolah pada khususnya di Indonesia, seperti yang terjadi di beberapa negara maju seperti Australia dan Amerika.

Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) merupakan terjemahan dari School Based Management (SBM). Istilah ini pertama kali muncul di Amerika Serikat ketika masyarakat mulai mempertanyakan relevansi pendidikan dengan tuntutan dan perkembangan masyarakat setempat. Sementara di Indonesia konsep ini telah disosialisasikan bersamaan dengan wacana kurikulum 1994 pada tenaga pendidik dan kependidikan. School Based Management (SBM) diartikan sebagai pengalihan dalam pengambilan keputusan dari tingkat pusat sampai ke tingkat sekolah. Pemberian kewenangan dalam pengambilan keputusan dipandang sebagai otonomi di tingkat sekolah dalam pemberdayaan sumber-sumber yang ada sehingga sekolah mampu secara mandiri menggali, mengalokasikan, menentukan prioritas, memanfaatkan, mengendalikan dan mempertanggungjawabkan kepada setiap yang berkepentingan (Nanang Fattah, 2000:8).

Tujuan penelitian / Tesis Manajemen Berbasis Sekolah adalah untuk efisiensi sumber daya sekolah, peningkatan mutu pendidikan serta meningkatnya rasa tanggung jawab dari berbagai pihak yang terkait dalam pengelolaan sekolah yang menjadi objek penelitian.

Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) terdiri dari tujuh komponen meliputi: 1) Manajemen kurikulum dan program pengajaran; 2) Manajemen tenaga kependidikan; 3) Manajemen kesiswaan; 4) Manajemen keuangan dan pembiayaan; 5) Manajemen sarana dan prasarana pendidikan; 6) Manajemen hubungan sekolah dan masyarakat; 7) Manajemen layanan khusus. Berdasarkan ketujuh komponen, manajemen kurikulum dan program pengajaran merupakan komponen terpenting tanpa mengabaikan keenam komponen yang lain. Kurikulum menjadi suatu instrumen inti pada proses pengembangan pendidikan nasional.

Implikasi Praktis dari Tesis Manajemen Berbasis Sekolah ini diharapkan dapat berguna sebagai masukan pihak sekolah dan para guru Mata Pelajaran yang dalam upaya perencanaan dan pelaksanaan kurikulum agar ke depan, kurikulum dapat lebih efektif meningkatkan mutu pembelajaran ekonomi terutama peningkatan prestasi belajar siswa melalui implementasi Manajemen Berbasis Sekolah.

Kepada Mahasiswa Strate II yang hendak menggunakan Jasa Pembuatan Tesis dengan tema yang sama atau tema-tema terupdate yang lain bisa menghubungi kami.

Incoming search terms: