Pendidikan Menengah Dalam Kebijakan Pendidikan Nasional

Pendidikan Menengah
Pendidikan Menengah

Pendidikan Menengah~  Persaingan global yang terjadi saat ini, merupakan bentuk semakin pesatnya serta ketatnya persaingan yang ada dalam keseharian. Bagi negara yang berstatus sebagai negara maju tentu saja mereka hanya dituntut menyesuaikan diri (beradaptasi) dengan negara-negara yang lain.

Akan tetapi bagi negara kita ? negara yang berstatus masih negara berkembang ? tentu saja menuntut segala bidang serta pihak untuk meningkatkan segala sektor negara baik politik, ekonomi, pendidikan maupun Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK).

Peningkatan sektor tersebut tentunya dilakukan dengan berbagai tidakan untuk membangun bangsa kita ini. Dalam upaya pembangunan bangsa unsur terpentingnya ialah sumber daya manusia. Oleh karenanya pembangunan manusia yang seutuhnya diwujudkan dengan sebaik-baiknya sehingga diperlukan pendekatan-pendekatan yang baik.

Untuk pembentukan manusia tersebut pendidikan merupakan sarana utama yang dianggap sebagai suatu wadah atau tempat untuk memberikan berbagai wawasan serta ilmu yang tentu saja dilakukan untuk menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas.

Kebutuhan akan pendidikan menengah sendiri tidak dapat dipungkiri bahwa hal tersebut merupakan hak setiap warga negara. Sebagaimana yang tertulis di dalam UUD’45 pasal 31 ayat (1) secara tegas menyebutkan bahwa :

Tiap-tiap warga negara berhak mendapat pengajaran.

Penyelenggaraan kegiatan pendidikan mengengah sendiri sudah dijalankan sesuai hukum yang berlaku. Dengan kata lain dasar-dasar hukum yang digunakan untuk kebijakan pendidikan menengah yaitu UUD 1945 Pasal 31 UUD 1945, UU No. 20 Tahun 2003 Pasal 18 ayat 1- 4, UU No. 20 Tahun 2003 Bab IV Pasal 5 ayat 1.

Dalam UU No. 20 Tahun 2003 Pasal 18 ayat 3 dijelaskan bahwa bentuk dari pendidikan menengah ialah :

Pendidikan menegah berbentuk Sekolah menegah Atas (SMA), Madrasah Aliyah (MA), Sekolah menegah Kejuruan (SMK), dan Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK), atau bentuk lain yang sederajat.

Pendidikan menengah yang diselenggarakn setelah pendidikan dasar  yaitu suatu pendidikan yang memiliki kemampuan berinteraksi secara produktif dengan lingkungan sosial, budaya, dan alam sekitar dan atau melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.

Proses pembelajaran pada pendidikan menengah sendiri memiliki karakateristik memperiapkan semua peserta didiknya untuk mampu menghadi pendewasaan diri dalam aspek akademik maupun kesiapan menguasai ketrampilan hidup yang dituntut oleh dunia kerja.

Kurikulum pendidikan menengah menurut UU Sisdiknas Pasal 36 dirancang sesuai jenjang pendidikan yang meliputi:

  1. Peningkatan iman dan takwa
  2. Peningkatan akhlak mulia
  3. Peningkatan potensi, kecerdasan, dan minat peserta didik
  4. Keragaman potensi daerah dan lingkungan
  5. Tuntutan pembangunan daerah dan nasional
  6. Tuntutan dunia kerja
  7. Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni
  8. Agama
  9.  Dinamika perkembangan global
  10. Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan

Demikian artikel yang membahas mengenai Pendidikan Menengah, Sistem Pendidikan Nasional, Kurikulum Pendidikan Menengah. Semoga artikel ini dapat bermanfaat sebagai bahan acuan refrensi anda.

Artikel Yang Terkait:

Incoming search terms:

Sistem Pendidikan Tinggi Di Indonesia

Sistem Pendidikan Tinggi
Sistem Pendidikan Tinggi

Sistem Pendidikan Tinggi~  Kesempatan untuk mendapatkan pendidikan merupakan hak tiap warga negara. Sehingga semua warga negara dapat mengenyam pendidikan yang diinginkannya tanpa memandang jenis kelamin, agama, suku, ras, latar belakang sosial dan tingkat kemampuan ekonomi, kecuali untuk satuan pendidikan yang bersifat khusus.

Pendidikan yang tersedia untuk semua individu tersedia dalam berbagai macam pendidikan yang diinginkannya yaitu pendidikan formal maupun pendidikan nonformal. Namun dengan itu pada saat ini disediakan pula pendidikan yang dilaksanakan sebelum memasuki pendidikan sekolah yaitu pendidikan prasekolah.

Jika seseorang telah menyelesaikan pendidikan dasar, pertama, menengah akan dilanjutkan kembali pada jenjang yaitu pendidikan tinggi. Pendidikan tinggi sendiri merupakan jalur yang disediakan untuk memenuhi kebutuhan wawasan yang lebih luas.

Penyelenggaraan pendidikan tinggi sendiri bertujuan untuk mempersiapakn peserta didik dalam memasuki dunia karir serta menyiapkan peserta didik untuk dapat berinteraksi dan hidup dengan baik di dalam masyarakat.

Sistem pendidikan tinggi diharapkan mampu memudahkan seseorang menuntut pendidikan tinggi sesuai dengan bakat, minat dan tujuannya, meskipun dengan tetap mempertahankan persyaratan – persyaratan pendirian program studi yang bersangkutan.

Tujuan pendidikan tinggi diatur dalam pasal 2 Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 1999 adalah sebagai berikut :

  1. Menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademik dan/atau profesional yang dapat menerapkan, mengembangkan dan/atau menciptakan ilmu pengetahuan teknologi dan/atau kesenian.
  2. Mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi dan/atau kesenian serta mengupayakan penggunaannya untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat dan memperkaya kebudayaan nasional.

Kegiatan yang dilakukan kepada peserta didik merupakan suatu kegiatan yang bertujuan untuk memajukan perkembangan peserta didiknya. Kegiatan untuk memajuakan peserta didik tersebut dapat dilakukan dengan kegiatan seperti melakukan ujian, tugas, pengamatan oleh dosen.

Dari kegiatan tersebut dapat ditarik sebuah nilai yang jelas saja dilakukan dengan cara berkala, sehingga selain memperhatikan hasil ujian, penilaian keberhasilan belajar mahasiswa dapat juga didasarkan atas penilaian pelaksanaan tugas serta keikutsertaan dalam seminar, penulisan makalah, praktikum, pembuatan laporan, pembuatan rancangan atau tugas lain serta hasil pengamatan.

Ujian dapat diselenggarakan melalui ujian semester, ujian akhir program studi, ujian skripsi, ujian tesis, dan ujian disertasi. Untuk bidang – bidang tertentu penilaian hasil belajar program sarjana dapat dilaksanakan tanpa ujian skripsi. Penilaian hasil belajar dinyatakan dengan huruf A,B,C,D, dan E yang secra berturut – turut bernilai 4,3,2,1, dan 0. Pelaksanaan ketentuan ujian diatur oleh senat masing – masing perguruan tinggi.

Ujian akhir program studi suatu program sarjana dapat terdiri atas ujian komprehensif atau ujian karya tulis, atau ujian skripsi.

Demikian artikel yang membahas mengenai Pendidikan Perguruan Tinggi, Tujuan Pendidikan Perguruan Tinggi, Satuan Pendidikan Perguruan Tinggi. Semoga artikel kali ini dapat bermanfaat sebagai bahan acuan refrensi anda.

Artikel Yang Terkait:

 

Incoming search terms:

Pendidikan Karakter Di Sekolah

Pendidikan Karakter
Pendidikan Karakter

Pendidikan Karakter~ Karakter merupakan hal yang pribadi untuk diketahui oleh semua orang, karena karakter seseorang terbaca tidak hanya dengan sekali atau duakali dalam berinteraksi melainkan kecenderungan untuk tetap selalu berinteraksi satu sama lain akan membuat satu sama lain mengerti akan karakter masing-masing.

Karakter seseorang merupakan penggabungan dari watak tabiat, akhlak, atau kepribadian seseorang yang terbentuk dari hasil internalisasi berbagai kebajikan (virtues) yang diyakini dan digunakan sebagai landasan untuk cara pandang, berpikir, bersikap, dan bertindak.

Kebijakan sendiri yang merupakan bagian dari karakter merupakan sejumlah nilai moral, dan norma, seperti jujur, berani bertindak, dapat dipercaya, dan hormat kepada orang lain. Interaksi seseorang dengan orang lain menumbuhkan karakter masyarakat dan karakter bangsa.

Oleh sebab itu pendidikan yang merupakan suatu wadah pembentukan karakter bangsa sudah seharusnya lebih melibatkan pendidikan kearah atau mengutamakan akhlak untuk membentuk moral bangsa ini dengan baik tanpa harus dipengaruhi oleh arus globalisasi yang berdampak negatif.

Pendidikan karakter sendiri merupakan pendidikan yang dimana menanamkan nilai serta karakter kepada setiap warga sekolah yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut, baik terhadap Tuhan Yang Maha Esa (YME), diri sendiri, sesama, lingkungan, maupun kebangsaan sehingga menjadi manusia yang berkualitas akhlaknya.

Pendidikan karakter yang menyeluruh menitikberatkan pada pendidikan yang tidak hanya menjadikan setiap anak didiknya menjadi manusia yang cerdas serta berprestasi akan tetapi menjadikan mereka sebagai pelaku baik bagi perubahan dalam hidupnya sendiri, yang pada gilirannya akan menyumbangkan perubahan dalam tatanan sosial kemasyarakatan menjadi lebih adil, baik, dan manusiawi.

Dalam lembaga pendidikan yaitu sekolah, memiliki peran aktif untuk membentuk peserta didik dengan pendidikan yang berlabel karakter. Pendidikan karakter di sekolah sendiri merupakan sistem penanaman berupa komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut.

Di samping itu, pendidikan karakter dimaknai sebagai suatu perilaku warga sekolah yang dalam menyelenggarakan pendidikan harus berkarakter. Dewasa ini banyak pihak menuntut peningkatan intensitas dan kualitas pelaksanaan pendidikan karakter pada lembaga pendidikan formal.

Para pakar pendidikan karakter sepakat bahwa pendidikan karakter dapat ditempuh melalui lembaga pendidikan yang berstatus formal. Namun demikian, ada perbedaan-perbedaan pendapat di antara mereka tentang pendekatan dan modus pendidikannya.

Konfigurasi karakter dalam kontek totalitas proses psikologis dan sosial-kultural dapat dikelompokkan dalam:

  1. olah hati (spiritual & emotional development);
  2. olah pikir (intellectual development);
  3. olah raga dan kinestetik (physical & kinesthetic development); dan
  4. olah rasa dan karsa (affective and creativity development).

Proses itu secara holistik dan koheren memiliki saling keterkaitan dan saling melengkapi, serta secara konseptual merupakan gugus nilai luhur bangsa Indonesia.

Demikian artikel yang membahas mengenai Pendidikan Karakter, Pendidikan Karakter Sekolah, Contoh Program Pendidikan Karakter, Konfigurasi Pendidikan Karakter. Artikel ini sengaja dibuat dengan tujuan yang tak lain ialah menambah pengetahuan anda, serta penulis berharap bahwa artikel ini dapat bermanfaat sebagai baan refrensi untuk anda.

Artikel Yang Terkait:

Incoming search terms: