Komunikasi Sebagai Unsur Penting Transfer Pendidikan Remaja

Komunikasi RemajaPendidikan RemajaBerbicara masalah remaja memang tidak ada sesuatu yang membosankan. Mengapa ? karena dengan banyaknya perkembangan yang dialami remaja pada saat ini banyak menimbulkan masalah yang komleks. Misalnya saja maraknya tawuran antar remaja, banyaknya remaja putri yang hamil diusia dini.

Semua contoh yang ada dapat menunjukkan bahwa moral anak bangsa pada saat ini snagat mengalami kemunduran ? lantas siap yang patut disalahkan dalam hal ini ? dunia pendidikan ataukah agen sosial primer yang ada pada remaja tersebut ?

Tentu saja semata-mata bukan dari dunia pendidikan saja hasil yang ditunjukkan para remaja saat ini. Dari awal telah diketahui bahwa lembaga pendidikan merupakan suatu lembaga yang secara jelas menstransferkan segal ilmu pengetahuan dengan memberikan contoh yang positif pada setiap peserta didiknya.

Lantas siapa jika lembaga pendidikan bukan menjadi penyebab utama dari perilaku menyimpang pada remaja ? hal tersebut dapat ditinjau dari mana ia berasal, dengan siapa ia berkomunikasi, bagaimana sosialisasi yang terjadi pada remaja terebut.

Pada dasarnya remaja yang tampil didepan umum merupakan suatu gambaran isi dari keluarga intinya. Misalnya saja, ada seorang remaja yang memiliki kedua orang tua yang sering bertengkar, mengabaikannya, jarang berkomunikasi satu sama lain akan menghasilkan remaja yang tempramental, cenderung berani, pembangkang, dan tidak mengerti suatu batasan moral.

Dengan demikian dapat dilihat bahwa komunikasi yang ada pada remaja juga harus terbangun secara optimal. Dengan komunikasi yang optimal akan menghasilkan suatu interaksi, soosialisasi yang dapat dikatakan sempurna.

Pengertian Komunikasi

Komunikasi dipandang sebagai suatu garis sinyal yang ada dengan memuat atau berisi sebah aturan yang. Sehingga dari garis sinyal tadi didapatkan suatu sistem untuk membangun berbagai sistem atau pemeliharaan sistem yang ada.

Dalam kominikasi seseorang mempergunakan bahasa sebagai dasar utama melakukan interaksi sosial. Dari bahasa seseorang dapat emlakukan komunikasi lisan maupun tulisan. Akan tetapi pada jaman yang serba modern ini juga diketahui bahwa gambar juga sebagai media komunikasi untuk berinteraksi mengungkapkan maksud dari gambra tersebut.

Seseorang dapat berkomunikasi dengan baik dan efektif apabila ada suatu kelompok yang mendukung proses interaksi tersebut. Dalam hal ini komunikasi membutuhkan suatu partisipasi ganda dari berbagai pihak sebagai komunikator.

Macam-Macam Komunikasi Remaja

Remaja yang cenderung elbih aktif dari masa sebelumnya harus diberikan wadah untuk menuangkan segala apa yang telah ia dapat dari dunia luar, oleh ebab itu remaja membutuhkan suatu komunikasi. Adapun macam-macam dari komunikasi remaja meliputi:

1.  Komunikasi antar keluarga

Keluarga merupakan agen paling utama dalam sosialisasi, hal tersebut disebabkan karena keluarga merupakan dasar darimana seseorang bersal dan mendapat pendidkan sehingga jika sebelumnya terjalin suatu komunikasi yang baik antar keluarga remaja akan cenderung mengungkapkan segala apa yang ia rasakan kepada orang terdekat yaitu keluarga.

Mislanya saja, pada remaja yang berusia antara 15 tahun sampai dengan 17 tahun, remaja akan cenderung menyampaikan segala sesuatu apa yang ia rasakan, aa yang ia dapatkan, dan apa yang ia miliki pada keluarga yang usianya sebanya dengannya.

Dalam kasus ini remaja dapat dikatakan belum sepenuhnya melakukan komunikasi dengan oran tuanya karena merasa takut adanya batasan dan larangan yaang akan diluncurkan orangtua kepada anaknya. Misalnya saja ketika remaja mulai tertarik dengan lawan jenisnya.

2.  Komunikasi orangtua dan anak

Sebelumnya telah dijelaskan bahwa keluarga merupakan agen sosial primer seseorang untuk mendapatkan pendidikan. Kepuasaan atas terpenuhinya semua kebutuhan yang dilandaskan pada hubungan komunikasi yang baik akan berdampak positif bagi kesehatan psikis remaja.

Pada komunikasi yang dilakukan orangtua dituntut untuk menciptakan suasana yang harmonis sebagai ajang mentransfer nilai atau pendidikan yang akan ia berikan pada anaknya. Bayangkan saja jika orang tua yang tidak memiliki komunikasi yag baik dengan orangtua akan cenderung membangkan dan melawan ketika mendapati suatu aturan tau nasihat dari orangrtuanya.

Demikian artikel yang membahas mengenai Pendidikan Remaja, Sosialisasi Remaja, Unsur Penting Pendidikan Remaja, Pengertian Komunikasi, Komunikasi Remaja. Semoga artikel yang Kami sajikan mampu memberikan wawasan tambahan untuk Anda.

Artikel yang Terkait:

 

Incoming search terms:

Urgensi Pendidikan Karakter

Urgensi Pendidikan
Urgensi Pendidikan

Urgensi Pendidikan~  Dalam pelaksanaan pendidikan di Indonesia pemerintah telah mencangangkan serta merencanakan pendidikan akarakter untu semua tingkat pendidikan dari SD hingga Perguruan Tinggi melalui Kementerian Pendidikan Nasional.

Terlahirnya sebuah ide serta gagasan mengenai pendidikan yang berkarakter, tentu saja dapat dimaklumi dengan melihat secara seksama bahwa proses yang dihasilkan dari dunia pendidikan belum mengasilakan manusia Indonesia yang berkarakter.

Banyak yang menyebutkan bahwa pendidikan yang notabanenya telah gagal membangun sebuah karakter. Banyak lulusan sekolah dan sarjana yang pandai dalam menjawab soal ujian, berotak cerdas, tetapi mentalnya lemah, penakut, dan perilakunya tidak terpuji.

Mochtar Buchori menuturan bahwa pendidikan karakter seharusnya membawa peserta didik ke pengenalan  nilai secara kognitif, penghayatan nilai secara afektif, dan akhirnya ke pengamalan nilai secara nyata.

Permasalahan pendidikan karakter yang ada saat ini perlu mendapatkan respon yang sedemikian besarnya mengingat sudah semakin rusaknya moral bangsa, harus segera dicari altenatif-alternatif solusinya serta perlu dikembangkannya secara lebih operasional sehingga mudah diimplementasikan.

Pendidikan karakter merupakan pendidikan yang mengutamakan pada segi budi pekerti yang selalu melibatkan aspek pengetahuan(cognitive), perasaan (feeling), dan tindakan (action). Dalam hal tersebut Thomas Lickona sempat mengungkapkan bahwa pendidikan karakter yang dilaksanakan tidak akan efektif dan pelaksanaannya pun harus dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan. Dengan pendidikan karakter, seorang anak akan menjadi cerdas emosinya.

Kecerdasan emosi merupakan suatu bekal yang menjadikan seseorang mampu mengatasi berbagai masalah yang sedang dihadapinya, termasuk tantangan yang terjadi dalam bidang akademi. Kecerdasan emosi juga merupakan bekal yang sangat penting untuk menyongsong kehidupan yang ada di masa depan.

Faktor-faktor resiko yang menyebutkan bahwa ternyata bukan terletak pada kecerdasan otak tetapi pada karakter, yaitu rasa percaya diri, kemampuan bekerja sama, kemampuan bergaul, kemampuan berkonsentrasi, rasa empati, dan kemampuan berkomunikasi.

Anak-anak yang memiliki masalah dalam kecerdasan emosi akan mengalami kesulitan dalam hal belajar, bergaul serta mengontrol emosinya sendiri. Anak-anak yang mengalami masalah tersebut sudah dapat dilihat karakternya pada usia prasekolah dan kalau tidak segera ditangani kan menimbulkan dampak yang buruk ketika ia beranjak dewasa.

Sebaliknay para remaja yang berkarkter serta remaja yang memiliki kecerdasan emosi yang sangat tinggi akan terhindar dari berbagai masalah umum yang sering dihadapi oleh remaja seperti kenakalan, tawuran, narkoba, miras, perilaku seks bebas, dan sebagainya.

Apabila anak mendapat pendidikan karakter yang baik dari keluarganya anak tersebut akan berperilku baik untukkehidupannya sendiri. Banyak orang tua yang lebih mementingkan aspek kecerdasan otak ketimbang pendidikan karakter. Berdasarkan hal tersebut terbukti bahwa pentingnya pendidikan karakter, baik di rumah ataupun di pendidikan formal.

Demikian artikel yang membahas mengenai Pendidikan Karakter, Urgensi Pendidikan Karakter, Faktor Good Character.  Semoga artikel ini dapat bermanfaat sebagai bahan acuan refrensi anda.

Artikel Yang Terkait:

Incoming search terms: