Penilaian kurikulum pendidikan 2013 dengan KTSP

Kurikulum Pendidikan

Kurikulum BaruAda hal yang aneh ketika mendapati akan penerapan sebuah kurikulum baru di dunia pendidikan. Yah kurikulum tersebut adalah kurikulum 2013. Hal aneh tersebut dapat berupa peleburan ilmu pengetahuan alam dan ilmu pengetahuan sosial.

Selain itu penerapan serta perencanaan kurikulum 2013 terkesan tergesa-gesa hal tersebut dibuktikan dengan banyak penuturan bahwa kerancuan yang terjadi diberbagai lembaga pendidikan yang berupa ketidaktersedianya buku pedoman pendamping membuat sejumlah guru merasa bingung.

Mereka banyak menuturkan “katanya kurikulum sudah akan dimulai, tapi sampai sekarang tidak ada instruksi yang jelas”.

Pada dasarnya kurikulum terbaru 2013, semua ilmu pengetahuan akan dileburkan menjadi satu dengan ilmu pengetahuan yang lainnya. Bahkan nanti jika pelaksanaan secara resmi dilakukan, di SD tidak akan ada mata pelajaran IPA atau IPS akan tetapi menjadi mata pelajaran tematik integratif.

Jika hal tersebut terjadi Disekolah Dasar tentu saja hal yang sama akan terjadi di Sekolah Menengah Atas. Dalam SMA tidaka akan lagi dibagi menjadi sub jurusan yang berbeda yaitu IPA, IPS, dan Bahasa, akan tetapi mereka berhak memilih kelas layaknya mahasiswa yang ada diperguruan tinggi. Lantas apa nanti akan berjalan efektif ?

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah bentuk yang ada dari suatu sistem pendidikan yang pelaksanaannya disesuaikan dengan kebutuhan potensi peserta didik.  KTSP disusun bersama-sama oleh guru, komite sekolah / pengurus yayasan, konselor (BK) dan narasumber yang disupervisi oleh dinas pendidikan. KTSP ditandatangani oleh kepala sekolah, komite sekolah, dan kepala dinas pendidikan. KTSP disusun oleh satuan pendidikan dengan mengacu kepada standar isi atau SI  dan standar kelulusan (SKL) serta berpedoman pada panduan yang disusun oleh BSNP. Penyusunan KTSP juga harus mengikuti ketentuan lain yang menyangkut kurikulum dalam Undang-undang No. 20/2003 dan PP 19/2005.

Prinsip-prinsip Pengembangan KTSP 2006. 25 

Adapun prinsip yang digunakan sebagai acuan pengembangan KTSP, meliputi:

  1. Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya.
  2. Beragam dan terpadu.
  3. Tanggap terhadap perkembangan ilmu  pengetahuan dan teknologi.
  4. Relevan dengan kebutuhan kehidupan.
  5. Menyeluruh dan berkesinambungan.
  6. Belajar sepanjang hayat.
  7. Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah.

Demikian artikel yang membahasa mengenai Penilaian Kurikulum 2013, Pengertian Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, Prinsip-Prinsip Pengembangan KTSP. Semoga artikel yang Kami sajikan mampu menambah luas wawasan Anda.

Artikel yang Terkait:

Kurikulum 2013 Disesuaikan Dengan Paradigma Belajar Pada Abad 21

Paradigma BelajarParadigma Belajar~ Pada dasarnya manusia yang hidup tentu saja dituntut untuk mampu berkembang dengan baik atas daya pikir, fisik, bahkan psikis yang ada dalam dirinya. Untuk mendapatkan suatu perkembangan yang optimal tentu saja dibutuhkan suatu pengetahuan dan ilmu yang nantinya akan mendasari terwujudnya hal tersebut.

Ilmu dan pengetahuan yang ada didapat dari sebuah pendidikan, oleh sebab itu tak heran jika saat ini pendidikan dengan gencar-gencarnya juga ikut mengembangkan metode, isi dan tujuan untuk mengahasilkan sumber daya manusia yang berkualitas.

Tengok saja beberapa lalu, dunia pendidikan digemparkan dengan munculnya tema terbaru yang akan menghiasi dunia pendidikan tersebut. Yah, sebuah kurikulum baru akan mengiringi proses belajar mengajar.

Kurikulum 2013 yang notabenenya merupakan penerapan dari upaya untuk mengahsilkan suatu individu yang produktif, kreatif, inovatif, dan afektif melalui berbagai pendekatan sikap yang spriritual. Hal tersebut didasarkan pada penyesuaian dengan tata cara belajar pada abad 21.

Dalam menghadapi persaingan global nanti akan diikuti oleh seluruh dunia, menjadi dasar antisipasi kurikulum 2013 dicanangkan. Adanya pergeseran paradigma yang disesuiakan sesuai kebutuhan abad 21 mulai dari ciri maupun model pembelajaran merupakan langkah awal terwujudnya kurikulum 2013.

Sehingga terbitnya kurikulum 2013 diharapkan mampu membentuk setiap peserta didik menjadi individu yang lebih baik dan cakap dalam berbagai ilmu pengetahuan. Dari kurikulum 2013 mereka akan dibiasakan bersikap dan bersifat produkti, inovatif, kreatif, dan tentu saja afektif.

Pengertian Belajar

Belajar merupakan salah satu sikap yang datangnya dari hati nurani serta kesadaran diri yang nantinya akan mendorong individu tersebut berkembang dengan yang lebih baik lagi. Pada proses belajar didapatkan suatu pengetahuan yang nantnya akan menjadi bekal dalam menjalani persolaan kehidupan.

Dalam belajar anak didik akan memperoleh suatu perubahan sikap yang didapat dari proses belajar tersebut. Karena pada dasarnya anak didik merupakan suatu individu yang lebih sering mencotoh dari apa yang ia lihat.

Ia juga mampu mengucapkan segala sesuatu dari apa yang ia dengar saat menjalani proses belajar. Apa yang ia dengar lihat, dan ia pelajari semasa disekolah akan menjadi suatu bekal semasa hidupnya.

Peran Penting dalam Belajar

Dalam melakukan proses belajar dan mengajar tentu saja dibutuhkan suatu sumber daya manusia yang menjadi pentransfer ilmu kepada peserta didiknya. Yah salah peran penting yang ada dalam kegiatan belajar mengajar adalh guru.

Guru merupakan sumber daya manusia yang telah memiliki kemampuan profesional dalam memahami sikap, sifat, serta metode yang cocok untu semua peserta didiknya. Dari guru peserta didik mampu memahami segala sesuatu yang ada karena adanya peran guru.

Setiap harinya guru melakukan interaksi pada peserta didiknya, oleh sebab itu semua peserta didik mampu berinteraksi dengan baik dengan lingkungan sosial. Karena peserta didik secara tidak langsung telah meniru apa yang telah dilakukan oleh bapak ibu gurunya.

Demikian artikel yang membahas tentang Kurikulum 2013, Pengertian Belajar, Peran Penting Dalam Belajar. Semoga artikel yang Kami sajikan mampu memberikan wawasan untuk Anda.

 Artikel yang Terkait:

 

Teknologi Internet Dalam Pendidikan

Teknologi Internet
Teknologi Internet

Teknologi Internet~ Internet, bila dilihat dari segi penggunaannya memang beragam. Dalam kehidupan sehari-hari internet juga memiliki peran aktif terhadap pengetahuan, oleh karenanya memiliki fungsi sebagai ilmu pengetahuan dalam dunia pendidikan internat juga memiliki peran aktif dalam perkembangan pengetahuan.

Teknologi sendiri dianggap sebagai suatu sarana prasarana yang memperlancar untuk media pembelajaran, hal ini ditinjau dari internet sebagai ilmu pengetahuan berbasis teknologi dalam dunia pendidikan.

Potensi penggunaan teknologi yang sangat canggih pada saat ini sangat membantu dunia pendidikan dalam mengembangkankan produktivitas pendidikan yang ada. Internet sendiri merupakan gabungan dari beberapa  jaringan-jaringan yang ada dalam wilayah yang sangat luas sangat membantu dalam menemukan berbagai informasi yang sangat dibutuhkan dalam segi Ilmu yang dibutuhkan.

Pada saat ini internet telah menjadi teknologi yang sangat penting untuk berbagai aspek. Baik aspek pendidikan, aspek kebudayaan, aspek ekonomi, aspek sosial dan lain sebagainya. Ada pun untuk aspek pendidikan, internet sangat dirasakan manfaatnya baik untuk lembaga pendidikan, untuk tenaga pendidik dan untuk anak didik tersebut.

Manfaat internet sendiri dibutukan oleh lembaga pendidikan sebagai sarana untuk mempermudah seseorang untuk mengenal lembaga pendidikan tersebut dengan adanya situb web yang dapat dikunjungi oleh seseorang.

Dalam hal ini tenaga pendidik juga sangat memanfaatkan internet sebagai akses informasi, selain itu tenaga pendidik juga dapat memanfaatkan internet untuk mencari refrensi bahan ajar materi yang akan diberikan kepada anak didiknya. Dari internet juga tenaga pendidik dapat langsung berdiskusi dengan anak didiknya mengenai hal-hal yang dapat membantu perkembangan pikir anak didik.

Selain itu anak didik juga dituntut utu dapat memanfaatkan internet sebaik mungkin. Sebagai anak didik yang baik sudah seharusnya memanfaatkannya untuk hal-hal yang dapat dijadikan sebuah modal pengetahuan.

Internet digunakan anka didik sebagai peningkatan motivasi dan menguatkan pengajaran serta meningkatkan lingkungan psikologi pada anak didik, Untuk merangsang dan memotivasi siswa atau mahasiswa dalam mengembangkan intelektualnya sehingga dapat mengembangkan penelitian dan pengembangan ilmu baik teoretis maupun terapan.

Demikian artikel yang membahas mengenai Teknologi Internet Pendidikan, Manfaat  Internet Bagi Pendidikan. Semoga artikel ini dapat bermanfaat sebagai bahan acuan refrensi anda.

Artikel Yang Terkait:

Incoming search terms:

Peran Teknologi Dalam Pendidikan

Peran Teknologi
Peran Teknologi

Peran Teknologi~ Dengan semakin maraknya teknologi yang mengihasi dunia pendidikan, terlahir berbagai asumsi yang salah satunya menyebutkan bahwa teknologi hanya sebuah mesin yang membantu untuk kehidupan sehari-hari jika dibutuhkan.

Akan tetapi teknologi pendidikan yang notabanenya sendiri merupakan sebuah teknologi yang menjadi penyeimbang pelaksanaan teknologi juga melahirkan berbagai asumsi dari berbagai pihak. Secara umum menyatakan bahwa teknologi pendidikan merupakan sesuatu alat yang membantu  pelaksanaan pendidikan.

Padahal jika ditelusuri dengan baik teknologi pendidikan merupakan perpaduan dari unsur manusia, mesin, ide, prosedur, dan pengelolaannya kemudian pengertian tersebut akan lebih jelas dengan pengertian bahwa pada hakikatnya teknologi adalah penerapan dari ilmu atau pengetahuan lain yang terorganisir ke dalam tugas-tugas praktis

Adanya teknologi saat ini harus disikapi baik oleh dunia pendidikan hal tersebut mengingat efektivitas dan efisiensi dan teknologi tidak dapat dipisahkan dari masalah, sebab teknologi lahir dan dikembangkan untuk memecahkan permasalahan yang dihadapi oleh manusia.

Teknologi pendidikan merupakan sesuatu yang abstrak jika dilihat dari prosesnya. Dalam hal ini teknologi pendidikan harus bisa dipahami ide, peralatan, dan organisasi untuk menganalisis masalah, mencari jalan untuk mengatasi permasalahan,melaksanakan,menilai, dan mengelola pemecahan masalah tersebut yang mencakup semua aspek belajar manusia.

Sejalan dengan hal tersebut, maka lahirnya teknologi pendidikan lahir dari adanya permasalahan dalam pendidikan.Permasalahan pendidikan yang mencuat saat ini, meliputi pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan, peningkatan mutu / kualitas, relevansi, dan efisiensi pendidikan.

Permasalahan serius yang masih dirasakan oleh pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi adalah masalah kualitas, tentu saja ini dapat di pecahkan melalui pendekatan teknologipendidikan.

Dalam teknologi pendidikan sendiri memiliki tiga prinsip yang dijadiakn sebagai acuan pengembangan serta pemanfaatan yaitu pendekatan sistem, berorientasi pada mahasiswa, serta pemanfaatan sumber belajar.

Dalam hal ini juga akan melahirkan sebuah pemikiran modernisasi pendidikan yang dapat dirumuskan kedalam tiga rumusan yaitu :

  1. bagaimana kita belajar (how people learn);
  2. apa yang kita pelajari (what people learn); dan
  3. kapan dan dimana kita belajar (where and when people learn).

Sedangkan bahan ajar yang ada dalam pendidikan teknologi dikembangkan atas dasar yang memiliki kespesifikannya dalam pokok-pokok bahasan yang meliputi pokok bahasan essensial dan representatif untuk dijadikan objek belajar bagi pencapaian tujuan pendidikan.

Selain pokok bahasan essensial dan representatif  yang digunakan sebagai bahan ajar pokok bahasan,konsep, serta prinsip atau mode of inquery sebagai objek belajar yang memungkinkan peserta didik dapat mengembangkan dan memiliki hubungan untuk berkembang, mengadakan hubungan timbal balik dengan lingkugan, dan memanfaatkannya untuk memecahkan masalah-masalah yang tidak teramalkan.

Demikian artikel yang membahas mengenai Peran Teknologi Pendidikan, Modernisasi Pendidikan, Bahan Ajar Pendidikan Teknologi. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi anda.

Artikel Yang Terkait:

Incoming search terms:

Teknologi Dalam Pendidikan Islam

Teknologi Dalam Pendidikan Islam
Teknologi Pendidikan Islam

Teknologi Pendidikan Islam~Pada jaman globalisasi saat ini memang menuntut disegala bidang menggunakan teknologi yang dirancang sebagai alat yang membantu dalam pekerjaan atau tugas sehari-hari.

Tak terkecuali dalm bidang pendidikan, teknologi juga sangat dibutuhkan sebagai sarana dan prasarana pembantu dalam pelaksaan pendidikan itu sendiri. Dalam hal ini sudah jelas bahwa teknologi sangat bermanfaat bagi kegiatan pendidikan.

Dalam paradigma pendidikan islam teknologi dianggap sebagai alat atu metode yang digunakan dalam kegiatan pendidikan sebagai alat mempermudah kegiatan tersebut.

Oleh karenanya dalam artikel kali ini akan dibahas seputar teknologi dalam pendidikan islam. Yang tujuan dari penulisan artikel ini tak lain ilah sebagai tambahan wawasan untuk anda.

Teknologi berasal dari istilah teckne yang berarti seni (art) atau keterampilan. Menurut Dictionary of Science, teknologi adalah penerapan pengetahuan teoritis pada masalah-masalah praktis.

Untuk membatasi pengertian teknologi yang luas, maka pengertian teknologi dapat dikelompokan sebagai berikut :

1. Teknologi sebagai barang buatan

Tidak ada manusia yang sempurna, semua pasti memiliki kelemahan. Kelemahan yang ada pada diri manusia itu kemudian diminimalisir dengan adanya teknologi agar kelemahan yang dimiliki manusiapun menjadi sedikit berkurang. Tetapi barang-barang buatan tidak hanya terbatas pada kelemahan manusia saja tetapi sesuatu yang tadinya belum terpikirkan.

2. Teknologi sebagai kegiatan manusia

Kegiatan manusia tidak lepas dari kegiatan membuat dan menggunakan. Kegiatan manusia itu merupakan bentuk dari teknologi itu sendiri.

3. Teknologi sebagai kumpulan pengetahuan

Kegiatan membuat dan menggunakan pasti tidak akan lepas dari ilmu membuat (produk) dan ilmu menggunakan (komsumsi). Ilmu tersebut merupakan kumpulan dari pengetahuan yang didapat manusia dari berbagai sumber.

4. Teknologi sebagai kebulatan system

Pembahasan yang bulat dan menyeluruh akan tercapai kalau teknologi dtinjau sebagai suatu system. Ini berarti teknologi dibahas sebagai suatu kebulatan unsure-unsur yang saling berkaitan dan saling mempengaruhi dalam lingkungan system itu sendiri.

Teknologi dalam pendidikan adalah penggunaan teknologi sebagai produk untuk membantu penyelenggaraan kegiatan. sebagai produk untuk membantu penyelenggaraan kegiatan pendidikan.

Teknologi pendidikan dalam pendidikan islam adalah upaya inovasi dan peningkatan kualitan proses pemebelajaran yang lebih baik, maka hal ini sangat sesuai dengan konsep pendidikan islam yang selalu merespon hal-hal baru dan berkembang sebagaimana karakter pendidikan Islam yang dinamis dan berkembang.

Teknologi pendidikan menurut konsep AECT (Association for Educational Communication and Technology) adalah suatu bidang yang berkepentigan dengan memfasilitasi belajar pada manusia, melalui usaha yang sistematik dalam identifikasi, pengembangan, pengorganisaisan, dan pemanfaatan berbagai macam sumber belajar serta dengan pengelolaan atas keseluruhan proses tersebut.

Pendidikan Islam sebagaimana pendidikan yang lain adalah usaha dan proses pembinaan dan pengembangan potensi peserta mejadi optimal dan bermanfaat bagi masyarakat, namun pendidikan Islam lebih luas dan universal, karena pendidikan Islam  adalah pendidikan yang berusaha membina dan mengembangkan semua potensi peserta didik secara integral dan menyeluruh meliputi akal, ruh, fisik, moral dan etika, sosial iman dan ketakwaannya dan sebagainya, sehingga menjadi manusia yang seutuhnya bahagia di dunia dan akhirat.

Islam memandang Teknologi adalah sebagi alat, sarana, dan sebagi Uslub (cara atau metode) yang dapat memberikan nilai tambah suatu pekerjaan dan memudahkan urusan manusia dalam melakukan aktifitasnya serta kehidupannya di dunia. Internet, TV, komputer dan sebagainya adalah sarana dan media bisa baik dan bisa buruk sesuai dengan mental dan karakter pemakainya, demikian pula metodologi dan cara adalah hal yang bersifat kreatifitas manusia yan dapat berkembang kapan saja dan dimana saja.

Apabila orang menggunakan teknologi dalam kebaikan, maka teknologi akan melahirkan kemaslahatan bagi umat dan kemajuannya, sebaliknya bila yang memakainya adalah orang-orang yang tidak betanggungjawab dan bertujuan merusak, maka teknologi itu sendiri akan merusak kehidupan manusia. (Al-Qardhawi 1998)

Teknologi tidak ada hubungannya dengan hal-hal yang bersifat akidah dan teologi, dia adalah bagian dari karakteristik Islam yang dinamis dan berkembang sesuai dengan kreatifitas manusia untuk mendapatkan sesuatu yang lebih baik, lebih efesien dan efektif dalam kehiduapn yang dikenal dalam diskursus ilmu keislaman dengan muutagayiraat (Fleksibel).

Demikian artikel yang membahas mengenai Teknologi Pendidikan Islam, Pengelompokan Teknologi, Pandangan Islam Terhadap Teknologi. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi anda.

Artikel Yang Terkait: