Pengembangan Kualitas Pendidikan Sekolah Dasar

Contoh Tesis~ Peran Komite Sekolah Dalam Pengembangan Kualitas Pendidikan Sekolah Dasar Standar Nasional (StudiKasus di SDN Pandean 1 Kecamatan Ngemplak Kabupaten Boyolali)

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Latar Belakang Masalah

Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional mengamanatkan setiap warga negara berusia 7-15 tahun wajib mengikuti pendidikan dasar. Sebagaimana disebutkan dalam pasal 34 ayat 3 bahwa wajib belajar merupakan tanggung jawab negara yang diselenggarakan oleh lembaga pendidikan pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat (Depdiknas, 2006:5). Konsekuensi dari amanat undang-undang tersebut pemerintah dan pemerintah daerah wajib memberikan layanan pendidikan bagi seluruh peserta didik pada tingkat dasar yakni, Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) serta satuan pendidikan lain sederajat.

Menyadari pentingnya proses peningkatan kualitas sumber daya manusia, maka pemerintah berupaya mewujudkanmelalui usaha pembangunan pendidikan bermutu dengan cara pengembangan dan perbaikan kurikulum dan sistem evaluasi, perbaikan sarana-prasarana pendidikan, pengembangan dan pengadaan materi ajar, serta pelatihan guru dan tenaga kependidikan lainnya.Akan tetapi realita di lapangan, usaha tersebut belum mampu meningkatkan mutu pendidikan (Depdiknas, 2001:11-12). Menurut Panjastuti (2008:14) gambaran rendahnya mutu pendidikan dasar di Indonesia dibandingkan negara lain, dapat dilihat dari hasil survei internasional dari tahun ke tahun. Secara umum prestasi siswa-siswi îIndonesia mendapat penghargaan pada ajang olimpiade keilmuan internasional, ironisnya kondisi sekolah/madrasah di daerah masih menyedihkan.

Batasan Masalah

  1. Kualitas pendidikan yang dimaksud dalam penelitian ini dilihat dari aspek peran serta masyarakat (PSM) sebagai salah satu pilar Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) terutama manajemen dan tatakelola. ïï
  2. Komite Sekolah yang dilakukan penelitian adalah anggota Komite Sekolah yang terdiri dari ketua, sekertaris, bendahara dan anggota di SDN Pandean 1 Kecamatan Ngemplak Kabupaten Boyolali.
  3. SDN Pandean 1 merupakan sekolah dasar standar nasional pertama di Kecamatan Ngemplak Kabupaten Boyolali karena pengelolaan dan penyelenggaraanya telah memenuhi aspek kriteria minimal dalam Standar Nasional Pendidikan.

Tujuan Penelitian

Tujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui peran Komite Sekolah SSN dalam pengembangan kualitas pendidikan yang diuraikan dalam tujuan sebagai berikut:

  1. Mendiskripsikanpemahaman peran Komite Sekolah dalam pengembangan kualitas pendidikan di SDN Pandean 1 Kecamatan Ngemplak Kabupaten Boyolali.
  2. Mendiskripsikanperan Komite Sekolah dalam pengembangan kualitas Pendidikan di SDN Pandean 1 Kecamatan Ngemplak Kabupaten Boyolali.
  3. Mendiskripsikandampak peran Komite Sekolah dalam pengembangan kualitas pendidikan di SDN Pandean 1 Kecamatan Ngemplak Kabupaten Boyolali.

Kesimpulan

  1. Peran Komite Sekolah dalam pengembangan mutuSDN Pandean 1 sebagai sekolah standar nasional menurut sekolah adalah memberikan pertimbangan,  dan dukungan, melakukan pengawasan, serta mediasi.
  2. Dampak Peran Komite Sekolah dalam mengembangkan mutu SDN Pandean 1 sebagai sekolah standar nasional  menurut persepsi orangtua dan sekolah adalah lulusan yang diterima di sekolah negeriatau favorit, kepercayaan masyarakat dengan menyekolahkan anak di SDN Pandean 1, perilaku kedisiplinan siswa dalam menjaga kebersihan kelas dan lingkungan sekolah, nilai rata-rata nilai UASBNmata pelajaran Matematika, BahasaIndonesia dan IPA mencapai 8,3.

Artikel yang Terkait:

Pembelajaran Fisika Menggunakan Pendekatan Konstruktivisme Dengan Metode Demonstrasi disertai Model Pemberian Tugas

Pembelajaran Fisika Menggunakan Pendekatan Konstruktivisme Dengan Metode Demonstrasi disertai Model Pemberian Tugas Ditinjau Dari Kemampuan Matematika Siswa di SMA

Latar Belakang Masalah

Penanganan kesulitan belajar siswa dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa cara sehubungan dengan program pengajaran yang digunakan, diantaranya adalah dengan melalui pemberian tugas dengan metode yang berbeda dengan metode semula. Pemberian tugas pada siswa dapat berbentuk sejumlah pertanyaan mengenai materi pelajaran Fisika, membuat rangkuman bab, membuat makalah dan mengadakan observasi. Dengan melaksanakan tugas siswa menjadi aktif belajar, terangsang untuk meningkatkan belajar yang baik, memupuk inisiatif dan tanggung jawab untuk menyelesaikan tugas yang diberikan.

Tugas yang diberikan oleh guru dapat dikerjakan secara mandiri (tugas individual) dan secara kelompok (tugas kelompok). Teknik pemberian tugas ini bertujuan agar siswa memiliki prestasi belajar yang optimal karena siswa melaksanakan latihan-latihan selama melaksanakan tugas, maka pengalaman siswa dalam mempelajari suatu pelajaran dapat lebih terasah. Dengan adanya pemberian tugas kelompok siswa diharapkan saling bertukar pengalaman yang tentunya setiap siswa memperoleh pengalaman yang berbeda pada saat mempelajari materi atau masalah yang diberikan oleh guru.

Penelitian terdahulu yang telah dilakukan oleh Puruhita W. P tentang pemberian tugas diperoleh kesimpulan bahwa pemberian tugas kelompok memberikan hasil yang lebih baik dari pada pemberian tugas individu. Pada penelitian tersebut digunakan metode eksperimen sebagai variabel penelitian dan pemberian tugas sebagai penyerta metode pengajaran.

Berdasarkan latar belakang masalah tentang konstruktivisme, Pemberian Tugas dan Kemampuan Matematika di SMA, maka akan dilakukan penelitian dengan judul: PEMBELAJARAN FISIKA MENGGUNAKAN PENDEKATAN KONSTRUKTIVISME DENGAN METODE DEMONSTRASI DISERTAI MODEL PEMBERIAN TUGAS DITINJAU DARI KEMAMPUAN MATEMATIKA SISWA DI SMA.

B. Identifikasi Masalah

Identifikasi masalah penelitian:

  1. Kurangnya kesadaran bahwa kemampuan siswa dalam menerima pelajaran 
tidak sama karena tiap siswa mempunyai tingkat kesulitan belajar yang 
berbeda-beda.
  2. Belum optimalnya perhatian akan faktor-faktor keberhasilan belajar siswa yang 
dipengaruhi oleh banyak faktor, baik dari dalam diri (internal) maupun faktor 
lingkungan (eksternal).
  3. Penggunaan metode pembelajaran di sekolah belum efektif.
  4. Banyak pendekatan yang dapat digunakan dalam pembelajaran tetapi dalam 
penggunaannya belum optimal untuk meningkatkan prestasi belajar siswa.
  5. Metode demonstrasi disertai pemberian tugas dapat gunakan dalam proses 
belajar mengajar Fisika di sekolah.
  6. Masih banyak dijumpai siswa yang mengalami kesulitan belajar terutama 
dalam pelajaran eksakta belum mendapat penanganan yang efektif. Pembelajaran Fisika menggunakan Pendekatan Konstruktivisme dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan kognitif siswa.

D. Perumusan Masalah

Rumusan masalah penelitian:

  1. Adakah perbedaan pengaruh antara pengajaran menggunakan pendekatan 
konstruktivisme dengan metode demonstrasi disertai tugas kelompok dan tugas 
individu terhadap kemampuan kognitif siswa?
  2. Adakah perbedaan pengaruh antara kemampuan Matematika siswa kategori 
tinggi, sedang dan rendah terhadap kemampuan kognitif siswa?
  3. Adakah interaksi pengaruh pengajaran melalui pendekatan konstruktivisme dengan metode demonstrasi disertai tugas dan kemampuan Matematika siswa 
terhadap kemampuan kognitif siswa?

E. Tujuan Penelitian 
Tujuan penelitian:

  1. Mengetahui ada atau tidaknya perbedaan pengaruh antara penggunaan 
pendekatan konstruktivisme dengan metode demonstrasi disertai tugas 
kelompok dan tugas individu terhadap kemampuan kognitif siswa.
  2. Mengetahui ada atau tidaknya perbedaan pengaruh antara kemampuan Matematika siswa kategori tinggi, sedang dan rendah terhadap kemampuan 
kognitif siswa.
  3. Mengetahui ada atau tidaknya interaksi pengaruh antara pembelajaran melalui 
pendekatan konstruktivisme dengan metode demonstrasi disertai tugas dan kemampuan Matematika siswa terhadap kemampuan kognitif siswa.

Pembelajaran Fisika Dengan Metode Direct Instruction (DI) Ditinjau Dari Kemampuan Awal Matematika Siswa

Pembelajaran Fisika Dengan Metode Direct Instruction (DI) Ditinjau Dari Kemampuan Awal Matematika Siswa Pada Pokok Bahasan Gerak Melingkar Beraturan di SMA

Latar Belakang Masalah

Kenyataan dewasa ini menunjukkan bahwa pengajaran IPA dan Matematika secara terpisah merupakan suatu hambatan bagi siswa untuk menyerap materi pelajaran tersebut secara optimal. Sering terjadi teknik Matematika tertentu sudah diperlukan dalam pengajaran IPA terutama Fisika tetapi belum diajarkan dalam pengajaran Matematika. Bahkan siswa pada umumnya berpendapat bahwa IPA dan Matematika adalah pelajaran yang sulit dikuasai. IPA dan Matematika sebenarnya akan sangat menarik jika keterkaitan kedua pelajaran ini dicermati oleh anak didik.

Fisika merupakan cabang ilmu pengetahuan alam yang mempelajari gejala alam dan interaksinya dengan menerangkan bagaimana gejala-gejala alam tersebut terukur melalui penelitian dan pengamatan. Fisika terdiri dari produk- produk, nilai dan sikap ilmiah. Oleh karena itu, pembelajaran Fisika akan lebih baik apalagi disajikan menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi, misalnya direct intruction. Hal ini bertujuan agar prestasi belajar siswa dapat ditingkatkan.

Pembelajaran Fisika di sekolah-sekolah, masih banyak yang menggunakan matode ceramah. Dengan metode pembelajaran tersebut guru memegang fungsi penting dalam pembelajaran. Kebanyakan siswa merasa bosan pada saat guru ceramah di depan kelas sehingga kegiatan belajar-mengajar tidak berjalan dengan baik. Metode ceramah digunakan karena alasan keterbatasan waktu atau tidak tersedianya fasilitas yang memadai di sekolah. Penggunan metode tergantung pada situasi dan kondisi pada saat proses belajar-mengejar berlangsung.

Berdasarkan hal tersebut di atas maka peneliti mengajukan judul penelitian : PEMBELAJARAN FISIKA DENGAN METODE DIRECT INSTRUCTION (DI) DITINJAU DARI KEMAMPUAN AWAL MATEMATIKA SISWA PADA POKOK BAHASAN GERAK MELINGKAR BERATURAN DI SMA TAHUN 2008 / 2009.

Identifikasi Masalah

Berdasarkan dari uraian latar belakang masalah yang dikemukakan di atas, maka penulis perlu untuk mengidentifikasi masalah yang mungkin muncul dalam penelitian ini terlebih dahulu. Hal ini dilakukan agar jelas apa yang akan diteliti.

Adapun identifikasi masalah dalam penelitian ini sebagai berikut :

  1. Diperlukan sistem dan metode-metode baru dalam bidang pendidikan atau 
pembelajaran untuk mengembangkan potensi dan kemampuan siswa.
  2. Prestasi belajar setiap siswa tidak sama, oleh sebab itu perlu pemilihan metode dan pendekatan pembelajaran yang tepat, agar dapat mencapai hasil belajar 
yang optimal.
  3. Pengajaran Fisika memerlukan metode yang sesuai dengan materi yang 
disampaikan, sehingga siswa dapat memahami materi secara maksimal.
  4. Ada kemungkinan untuk mengganti metode ceramah dengan metode 
pembelajaran direct instruction untuk memperbaiki proses belajar-mengajar.
  5. Kemampuan pendukung pemahaman konsep, misalnya kemampuan Matematika akan mempermudah siswa dalam membangun struktur 
pemahaman konsepnya sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar.

Perumusan Masalah

Dengan pembatasan masalah di atas, dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut :

  1. Adakah perbedaan pengaruh antara penggunaan pendekatan konsep melalui metode direct instruction dan ceramah terhadap kemampuan kognitif Fisika siswa .
  2. Adakah perbedaan pengaruh antara kemampuan awal Matematika siswa kategori tinggi dan rendah terhadap kemampuan kognitif Fisika siswa.
  3. Adakah interaksi antara pengaruh penggunaan pendekatan konsep melalui metode pembelajaran dan kemampuan awal Matematika terhadap kemampuan kognitif Fisika siswa.

 Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada atau tidak adanya:

  1. Perbedaan pengaruh antara penggunaan pendekatan konsep melalui metode direct instruction dan metode ceramah terhadap kemampuan kognitif Fisika siswa.
  2. Perbedaan pengaruh antara kemampuan awal Matematika siswa kategori tinggi danrendah terhadap kemampuan kognitif Fisika siswa.
  3. Interaksi antara pengaruh penggunaan pendekatan konsep melalui metode pembelajaran dan kemampuan awal Matematika terhadap kemampuan kognitif Fisika siswa.

Metode Penelitian Tesis

Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain faktorial 2 x 2 dengan isi sel tidak sama. Populasi adalah seluruh siswa kelas X semester 1 SMA N I Jumapolo Tahun Ajaran 2008/2009. Sampel diambil dengan teknik cluster random sampling sejumlah dua kelas yaitu kelas X6 yang terdiri dari 40 siswa sebagai kelas eksperimen dan X7 yang terdiri dari 42 siswa sebagai kelas kontrol.

Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data dengan teknik dokumentasi dan teknik tes. Teknik dokumentasi digunakan untuk memperoleh data keadaan awal siswa yang diambil dari nilai ulangan harian Fisika pokok bahasan gerak lurus dan data kemampuan awal Matematika siswa yang diambil dari nilai ulangan tengah semester 1 mata pelajaran Matematika. Sedangkan teknik tes digunakan untuk memperoleh data kemampuan kognitif Fisika siswa pada pokok bahasan Gerak Lurus Beraturan.

Teknik Analisis Data

Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis variansi dua jalan dengan isi sel tidak sama. Setelah uji anava dua jalan dengan isi sel tidak sama dilanjutkan dengan uji lanjut anava yaitu komparasi ganda metode Scheffe.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa:

  1. Ada perbedaan pengaruh antara penggunaan pendekatan konsep melalui metode direct instruction dan metode ceramah terhadap kemampuan kognitif Fisika siswa (Fhitung = 4,99 > 3,98). Dari hasil uji komparasi ganda diperoleh bahwa ada perbedaan rerata yang signifikan antara penggunaan metode direct instruction dan metode ceramah ( X A1= 67,3 > X A2= 61,1), sehingga kemampuan kognitif Fisika siswa dengan metode direct instruction lebih baik daripada metode ceramah;
  2. Ada perbedaan pengaruh antara kemampuan awal matematika siswa kategori tinggi dan rendah terhadap kemampuan kognitif Fisika siswa ( Fhitung = 11,82 > Ftabel = 3,98). Dari hasil uji komparasi ganda diperoleh bahwa ada perbedaan rerata yang signifikan antara kemampuan awal Matematika siswa kategori tinggi dan rendah ( X B1 = 68,3 > X B2 = 59,3 ), sehingga kemampuan awal Matematika siswa kategori tinggi memberikan pengaruh yang lebih baik daripada kemampuan awal Matematika siswa kategori rendah;
  3. Tidak ada interaksi pengaruh antara penggunaan metode pembelajaran dan kemampuan awal Matematika siswa terhadap kemampuan kognitif Fisika siswa ( Fhitung = 0,77 < Ftabel = 3,98). Jadi antara pengaruh penggunaan metode pembelajaran dan kemampuan awal Matematika siswa mempunyai pengaruh sendiri-sendiri terhadap kemampuan kognitif Fisika siswa.

Deskripsi Motivasi Mahasiswa Akademi Kebidanan

Contoh Tesis~ Deskripsi  Motivasi Mahasiswa  Akademi Kebidanan

Kebidanan

Latar Belakang Masalah

Motivasi diartikan sebagai suatu kebutuhan atau keinginan seseorang untuk mendapatkan sesuatu dan mengarahkan seluruh kegiatan untuk mencapai suatu tujuan. Seperti dikemukakan Atkinson (1993 : 85) adalah faktor –faktor yang menguatkan perilaku dan memberikan arahannya. Selain menguatkan motivasi cenderung mengarahkan perilaku orang yang lapar dimotivasi untuk mencari makanan, orang haus untuk minum, orang yang sakit untuk melepaskan diri dari ransangan yang menyakitkan (Sardiman A, 2007 : 72)

Dalam kegiatan belajar motivasi merupakan keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan  kegiatan belajar, yang menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar dan memberikan arah pada kegiatan belajar untuk mencapai tujuan. Motivasi belajar adalah merupakan factor psikis yang bersifat non intelektual yang mempunyai peranan menumbuhkan gairah, merasa senang dan semangat untuk belajar.  Siswa dengan motivasi yang kuat akan mempunyai banyak energi untuk melakukan kegiatan belajar (Sardiman A, 2007 : 73 )

Perumusan Masalah

  1. Bagaimana motivasi mahasiswa Akademi Kebidanan Pamenang mengikuti kuliah ?
  2. Bagaimana prestasi belajar mereka ?
  3. Bagaimana  hubungan  antara motivasi dengan prestasi  di Akademi Kebidanan Pamenang  ?

Tujuan Penelitian

1.  Tujuan Umum :

Untuk mendeskripsikan motivasi  mahasiswa  Akademi Kebidanan Pamenang selama mengikuti kuliah.

2.  Tujuan Khusus :

a.  Untuk mengetahui motivasi  dan latar belakang motivasi  mahasiswa Akademi Kebidanan mengikuti kuliah.

b.  Untuk mengetahui prestasi belajar mahasiswa dan  usaha mahasiswa dalam mencapai prestasi.

c.  Untuk mengetahui bagaimanakah  hubungan  antara  motivasi  dengan  prestasi mahasiswa Akademi Kebidanan Pamenang.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisa penelitian tentang Motivasi Mahasiswa Kebidanan yang dilakukan terhadap mahasiswa yang berprestasi dan yang kurang berprestasi tingkat I, II dan III di Akademi Kebidanan Pamenang dengan teknik Kategorisasi dan komparasi, maka dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut :

  1. Motivasi mahasiswa untuk mengikuti kuliah dapat timbul dari diri individu (instrinsik) yang ditandai dengan adanya hasrat untuk belajar dan berprestasi tanpa adanya ransangan luar, namun dapat juga karena faktor ekstrinsik yaitu perasaan ingin membahagiakan orang tua. Faktor ekstrinsik dari mtivasi mahasiswa  berasal dari lingkungan keluarga maupun kondisi lingkungan sosial dimana mahasiswa itu tinggal
  2. Mahasiswa yang berprestasi semuanya memiliki motivasi yang tinggi, baik berasal dari dalam dirinya maupun karena pengaruh dari luar. Sedangkan mahasiswa yang kurang berprestasi memiliki motivasi yang cukup baik dari dalam dirinya maupun karena pengaruh dari luar.
  3. Terdapat kecenderungan  hubungan  antara motivasi dengan prestasi, hal ini terbukti dengan adanya prestasi yang dicapai oleh mahasiswa yang memiliki motivasi yang kuat  dibandingkan mahasiswa yang memiliki motivasi lebih rendah.
Incoming search terms:

Strategi Pembelajaran IPS

Tesis Pendidikan~Pengaruh Strategi Pembelajaran Terhadap Prestasi Belajar IPS Sejarah Ditinjau Dari Kreativitas Belajar Siswa SD Negeri Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus  Tahun Pelajaran 2008/2009 (Studi Eksperimen Pada SD N 1 Kuwukan Dan Sd N 4 Cranggang)

Pembelajaran IPS

A. Latar Belakang Masalah

Sekolah Dasar (SD) sebagai salah satu lembaga pendidikan formal dan berjenjang pada tingkat pendidikan dasar, cukup strategis dalam mewujudkan amanat pemerintah di bidang pendidikan. Pelaksanaan aspirasi tersebut tertuang dalam pasal 3 Peraturan Pemerintah Nomor 28 tahun 1990 tentang Pendidikan Dasar yang menyatakan bahwa, Pendidikan Dasar bertujuan memberi bekal kemampuan dasar kepada siswa untuk mengembangkan kehidupan sebagai pribadi, anggota masyarakat, warga negara, dan anggota umat manusia serta mempersiapkan siswa untuk mengikuti pendidikan menengah (Depdiknas, 1994 : 3).

Permasalahan di bidang  pendidikan yang dihadapi adalah berlangsungnya pendidikan yang kurang bermakna bagi pengembangan pribadi dan watak siswa, yang berakibat hilangnya kepribadian dan kesadaran akan makna hakiki kehidupan. Mata pelajaran yang berorientasi akhlak dan moralitas serta  pendidikan agama kurang diberikan dalam bentuk latihan-latihan pengalaman untuk menjadi corak kehidupan sehari-hari (GBHN 2002 : 12). Rendahnya hasil belajar yang dicapai siswa disebabkan oleh berbagai faktor dari dalam siswa sebagai pebelajar dan faktor lingkungan. Faktor lingkungan terutama lingkungan sekolah yaitu proses pembelajaran. Proses pembelajaran yang berkualitas dapat mempengaruhi, dalam arti meningkatkan prestasi belajar siswa. Sesuai yang dikemukakan oleh Nana Sudjana, (2004 : 40) bahwa kedua faktor tersebut (kemampuan siswa dan kualitas pembelajaran) mempunyai hubungan yang lurus dengan hasil belajar siswa. Artinya semakin tinggi kemampuan siswa dan kualitas pembelajaran, semakin tinggi pula hasil belajar yang dicapai siswa. Untuk meningkatkan kualitas pembelajaran demi tercapainya tujuan pendidikan, guru menempati posisi yang sangat penting.

B. Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka dapat dirumuskan masalah pokok yang akan dikaji dalam penelitian ini adalah:

  1. Adakah perbedaan pengaruh antara strategi pembelajaran  terhadap prestasi belajar IPS sejarah siswa SD Negeri Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus?
  2. Adakah perbedaan pengaruh antara kreativitas belajar pada kategori tinggi dan kreativitas belajar pada kategori rendah terhadap prestasi belajar IPS sejarah siswa SD Negeri Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus?
  3. Adakah pengaruh interaksi antara strategi pembelajaran dan kreativitas belajar dengan prestasi belajar IPS Sejarah siswa SD Negeri  Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus ?

C. Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui:

  1. Adanya pengaruh antara strategi pembelajaran terhadap prestasi belajar IPS sejarah siswa SD Negeri Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus.
  2. Adanya pengaruh antara kreativitas belajar pada kategori tinggi dan kreativitas belajar pada kategori rendah terhadap prestasi belajar IPS sejarah siswa SD Negeri Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus.
  3. Adanya prngaruh  interaksi antara strategi pembelajaran dan keativitas belajar  dengan prestasi belajar IPS sejarah siswa   SD Negeri Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus.

D. Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan hasil penelitian maka dapat disimpulkan:

  1. Ada pengaruh strategi pembelajaran kooperatif dan individual terhadap prestasi belajar IPS Sejarah. Hasil penelitian membuktikan bahwa dengan penerapan strategi pembelajaran kooperatif prestasi belajar siswa lebih baik dibandingkan dengan strategi pembelajaran individual, karena dalam penerapan strategi pembelajaran kooperatif siswa dilatih untuk saling bekerjasama memecahkan masalah yang dihadapi sehingga dapat saling bertukar pendapat danbertukar pengalaman dalam menghadapi hal-hal tertentu.
  2. Ada pengaruh kreativitas belajar siswa terhadap prestasi belajar IPS Sejarah. Kreativitas dalam belajar sangatlah penting dimiliki siswa, karena dengan kreativitas yang tinggi siswa akan dapat berinovasi dalam belajar, mencoba sesuatu yang pada akhirnya diharapkan akan memunculkan ide-ide yang baru yang akan mempermudah siswa dalam menerapkan cara belajar yang paling efektif bagi dirinya.
  3. Ada pengaruh interaksi strategi pembelajaran dan kreativitas belajar siswa terhadap prestasi belajar IPS Sejarah. Prestasi belajar siswa sedikit banyak tergantung dari cara guru dalam mengelola kelas, dengan penerapan strategi.

Artikel yang Terkait:

Incoming search terms: