Pembelajaran Bilingual

Pengajaran bilingual merupakan model penggunaan dua bahasa untuk menyampaikan materi kurikulum dengan tujuan menguatkan kompetensi siswa dalam berbahasa asing. Dengan menggunakan model ini terdapat dua hal utama yang diperoleh siswa, yaitu penguasaan ilmu pengetahuan dan berbicara dalam dua bahasa. Belajar bahasa adalah belajar bagaimana mengungkapkan maksud sesuai konteks lingkungan. Semakin luas lingkungan sosial, kebutuhan akan penguasaan bahasa dengan segala kompleksitasnya akan semakin bertambah pula.

Hingga saat ini telah banyak negara yang melaksanakan pengajaran bilingual. Tujuan pelaksanaan ini adalah untuk mempercepat perbaikan mutu pendidikan anak dari berbagai kelompok masyarakat sehingga secara simultan dapat mencapai kesejajaran standar nasionalnya dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan bahasa. Indonesia sejak tahun pelajaran 2006/2007 telah melaksanakan model pengajaran bilingual pada pembelajaran MIPA. Hal ini sebagai wujud dari pelaksanaan kebijakan pembaharuan mutu pendidikan. Kebijakan model pengajaran bilingual bukanlah hal baru, pada awal kemerdekaan telah dilaksanakan pengajaran bilingual, yaitu bahasa Belanda-Indonesia.

Incoming search terms:

Komunikasi Sebagai Unsur Penting Transfer Pendidikan Remaja

Komunikasi RemajaPendidikan RemajaBerbicara masalah remaja memang tidak ada sesuatu yang membosankan. Mengapa ? karena dengan banyaknya perkembangan yang dialami remaja pada saat ini banyak menimbulkan masalah yang komleks. Misalnya saja maraknya tawuran antar remaja, banyaknya remaja putri yang hamil diusia dini.

Semua contoh yang ada dapat menunjukkan bahwa moral anak bangsa pada saat ini snagat mengalami kemunduran ? lantas siap yang patut disalahkan dalam hal ini ? dunia pendidikan ataukah agen sosial primer yang ada pada remaja tersebut ?

Tentu saja semata-mata bukan dari dunia pendidikan saja hasil yang ditunjukkan para remaja saat ini. Dari awal telah diketahui bahwa lembaga pendidikan merupakan suatu lembaga yang secara jelas menstransferkan segal ilmu pengetahuan dengan memberikan contoh yang positif pada setiap peserta didiknya.

Lantas siapa jika lembaga pendidikan bukan menjadi penyebab utama dari perilaku menyimpang pada remaja ? hal tersebut dapat ditinjau dari mana ia berasal, dengan siapa ia berkomunikasi, bagaimana sosialisasi yang terjadi pada remaja terebut.

Pada dasarnya remaja yang tampil didepan umum merupakan suatu gambaran isi dari keluarga intinya. Misalnya saja, ada seorang remaja yang memiliki kedua orang tua yang sering bertengkar, mengabaikannya, jarang berkomunikasi satu sama lain akan menghasilkan remaja yang tempramental, cenderung berani, pembangkang, dan tidak mengerti suatu batasan moral.

Dengan demikian dapat dilihat bahwa komunikasi yang ada pada remaja juga harus terbangun secara optimal. Dengan komunikasi yang optimal akan menghasilkan suatu interaksi, soosialisasi yang dapat dikatakan sempurna.

Pengertian Komunikasi

Komunikasi dipandang sebagai suatu garis sinyal yang ada dengan memuat atau berisi sebah aturan yang. Sehingga dari garis sinyal tadi didapatkan suatu sistem untuk membangun berbagai sistem atau pemeliharaan sistem yang ada.

Dalam kominikasi seseorang mempergunakan bahasa sebagai dasar utama melakukan interaksi sosial. Dari bahasa seseorang dapat emlakukan komunikasi lisan maupun tulisan. Akan tetapi pada jaman yang serba modern ini juga diketahui bahwa gambar juga sebagai media komunikasi untuk berinteraksi mengungkapkan maksud dari gambra tersebut.

Seseorang dapat berkomunikasi dengan baik dan efektif apabila ada suatu kelompok yang mendukung proses interaksi tersebut. Dalam hal ini komunikasi membutuhkan suatu partisipasi ganda dari berbagai pihak sebagai komunikator.

Macam-Macam Komunikasi Remaja

Remaja yang cenderung elbih aktif dari masa sebelumnya harus diberikan wadah untuk menuangkan segala apa yang telah ia dapat dari dunia luar, oleh ebab itu remaja membutuhkan suatu komunikasi. Adapun macam-macam dari komunikasi remaja meliputi:

1.  Komunikasi antar keluarga

Keluarga merupakan agen paling utama dalam sosialisasi, hal tersebut disebabkan karena keluarga merupakan dasar darimana seseorang bersal dan mendapat pendidkan sehingga jika sebelumnya terjalin suatu komunikasi yang baik antar keluarga remaja akan cenderung mengungkapkan segala apa yang ia rasakan kepada orang terdekat yaitu keluarga.

Mislanya saja, pada remaja yang berusia antara 15 tahun sampai dengan 17 tahun, remaja akan cenderung menyampaikan segala sesuatu apa yang ia rasakan, aa yang ia dapatkan, dan apa yang ia miliki pada keluarga yang usianya sebanya dengannya.

Dalam kasus ini remaja dapat dikatakan belum sepenuhnya melakukan komunikasi dengan oran tuanya karena merasa takut adanya batasan dan larangan yaang akan diluncurkan orangtua kepada anaknya. Misalnya saja ketika remaja mulai tertarik dengan lawan jenisnya.

2.  Komunikasi orangtua dan anak

Sebelumnya telah dijelaskan bahwa keluarga merupakan agen sosial primer seseorang untuk mendapatkan pendidikan. Kepuasaan atas terpenuhinya semua kebutuhan yang dilandaskan pada hubungan komunikasi yang baik akan berdampak positif bagi kesehatan psikis remaja.

Pada komunikasi yang dilakukan orangtua dituntut untuk menciptakan suasana yang harmonis sebagai ajang mentransfer nilai atau pendidikan yang akan ia berikan pada anaknya. Bayangkan saja jika orang tua yang tidak memiliki komunikasi yag baik dengan orangtua akan cenderung membangkan dan melawan ketika mendapati suatu aturan tau nasihat dari orangrtuanya.

Demikian artikel yang membahas mengenai Pendidikan Remaja, Sosialisasi Remaja, Unsur Penting Pendidikan Remaja, Pengertian Komunikasi, Komunikasi Remaja. Semoga artikel yang Kami sajikan mampu memberikan wawasan tambahan untuk Anda.

Artikel yang Terkait:

 

Incoming search terms:

Bauran Teknologi Pendidikan Masa Kini  

Teknologi PembelajaranDunia Pendidikan Pendidikan yang mengalami berbagai perkembangan serta pembaruan yang dilakukan dengan tujuan utamanya yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Yah, tentu saja hal tersebut tidak lagi slogan yang harus terpampang akan tetapi sudah seharusnya tertanam dari dalam diri semua warga negara yang baik.

Segala bentuk pendidikan yang menjadikan semua warga negara yang etrtib taat terhadap aturan budi pekerti luhur semakin digalakkan dan dikembangkan dengan berbagai perspektif. Misalnya saja pada pendidikan kewarganegaraan yang pada saat ini mengalami baruran teknologi yang sangat modern.

Tak hanya itu, bauran teknologi yang dilakukan dalam dunia pendidikan tidak hanya berdampak bagi perkembangan nilai pendidikan saja, akan tetapi sikap dan nilai antusiasme dalam belajar juga lebih meningkat dari penerapan sebelumnya.

Sungguh sangat bermanfaat peran teknologi yang ada terhadap dunia pendidikan dalam meningkatkan prestasi belajar siswa yang ada pada bangsa ini. Warna-warni teknologi yang bermunculan sangat meningkatkan motivasi belajar siswa yang ada.

Akan tetapi banyaknya teknologi yang ada kerap kali mengalami penyalahgunaan teknologi terhadap penggunaan. Misalnya saja, teknologi internet yang dimanfaatkan oleh anak didik yang berusia dini untuk menonton film biru atau film yang berbau pornografi.

Dari sini juga ditanyakan apa bauran teknologi yang ada pada pendidikan masa kini telah mengalami kesalahan strategi ? tentu saja tidak sepenuhnya, mengingat bahwa semua anak didik yang ada diseluruh Nusantara merupakan tanggung jawab bersama bukan hanya dari pihak penyelenggara kebijakan pendidikan saja.

Teknologi yang merupakan serangakaian media yang berisikan ilmu pengetahuan yang membantu peradapan manusia modern tentu saja harus digunakan sebaik mungkin agar manfaat yang ada pada teknologi mampu tersalur dengan optimal.

Sehingga dari sini juga dapat dikatakan bahwa pada pendidikan masa kini selain memperhatikan teknologi sebagai media pembelajaran, pada saat memberikan pendidikan motivasi dan prestasi belajar siswa harus lebih diperhatikan prosesnya, agar tidak terjadi penyalahgunaan dari berbagai bidang.

Motivasi Belajar Siswa

Walaupun berbagai macam istilah yang digunakan oleh para ahli dalam menyatakan hakekat motivasi tersebut, namun secara umum motivasi didefinisikan sebagai kondisi internal yang memunculkan, mengarahkan,dan menjaga sebuah perilaku. Dalam definisi demikian, maka pada dasarnya motivasi merupakan proses  yang terjadi didalam diri individu yang mengarahkan aktivitas individu mencapai tujuan yang perlu didorong dan dijaga.

Sebagai sebuah proses, motivasi bukanlah sebuah produk, sehingga tidak mudahdiamati secara langsung, tetapi dapat diketahui indikatornya dari perilaku yang tampak, seperti pemilihan tugas-tugas, usaha, keteguhan dan ucapan-ucapan secara verbal. “Saya yakin dapat menyelesaikan tugas-tugas ini ” misalnya. Dalam motivasi mengandung tujuan-tujuan(goals) yang memberikan energi penggerak  untuk mengarahkan tindakan seseorang. Bagi aliran kognitif, tujuan-tujuan merupakan elemen yang penting dalam memunculkan motivasi.

Prestasi Belajar Siswa

Saifuddin Azwar (2009: 9) mengemukakan bahwa prestasi belajar merupakan bentuk penampilan maksimal seseorang dalam menguasai bahan atau materi yang telah diajarkan. Ini berarti berupa sebuah kemampuan yang dapat diraihdan dimiliki siswa setelah mengikuti proses pembelajaran di dalam kelas. Kemampuan ini ditunjukkan dengan penguasaan terhadap suatu materi pembelajaran yang dibuktikan melalui suatu keberhasilan dalam menyelesaikan pelatihan.

Dari uraian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa prestasi belajar adalah suatu usaha maksimal yang dilakukan siswa setelah mengikuti proses pembelajaran di kelas yang diakhiri dengan tes, berupa kemampuan menguasai dan memahami materi pembelajaran siswa, diwujudkan dalam bentuk angka atau huruf atau kalimat yang menginformasikan sejauh mana penguasaan dan pemahaman materi pembelajaran.

Demikian artikel yang membahas mengenai Pendidikan Masa Kini, Bauran Teknologi Pendidikan, Motivasi Belajar Siswa, Prestasi Belajar Siswa. Semoga artikel yang Kami sajikan mampu memberikan wawasan untuk Anda.

Artikel yang Terkait:

Incoming search terms: