Fungsi Pendidikan Karakter

Fungsi Pendidikan
Fungsi Pendidikan

Fungsi Pendidikan~  Melalui sistem pendidikan nasional yang demokratis, dan bermutu dapat digunakan untuk memperteguh akhlak mulia, kreatif, inovatif, berwawasan kebangsaan, cerdas, sehat, berdisiplin dan bertanggungjawab, berketerampilan serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi dalam rangka mengembangkan kualitas manusia Indonesia.

Pelaksanaan pendidikan karakter tidak hanya menuntuk pada pemerintah saja akan tetapi juga agama. Setiap agama yang hidup akan mengajarkan karakter tiap-tiap individunya untuk berakhlak sesuai dengan karakter agama itu sendiri.

Menurut Ramli pendidikan karakter mempunyai berbagai esensi serta mkana yang sama dengan pendidikan moral serta akhlak. Dalam hal ini beliau menuturkan bahwa Tujuan dari pendidikan karakter adalah membentuk  pribadi anak, supaya menjadi manusia yang baik, warga masyarakat, dan   warga negara yang baik.

Oleh sebab itu, pendidikan karakter yang ada di Indonesia memiliki hakikat yaitu pendidikan yang menanamkan nilai-nilai luhur   yang bersumber dari budaya bangsa Indonesia sendiri, dalam rangka  membina kepribadian generasi muda.

Hal tersebut juga tertuang dalam UU No 20 Tahun 2003 tentang Fungsi Pendidikan Nasional menyatakan bahwa :

Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Sehingga setelah melihat maksud serta tujuan dengan memperhatitakan fungsi pendidikan nasional dalam UU No 20 Tahun 2003, dapat dikatakan pendidikan karakter sendiri memiliki fungsi untuk mengembangkan watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Hal tersebut diurai dari fungsi Pendidikan karakter, meliputi :

  1. mengembangkan potensi dasar agar berhati baik, berpikiran baik, dan berperilaku baik;
  2. memperkuat dan membangun perilaku bangsa yang multikultur;
  3. meningkatkan peradaban bangsa yang kompetitif dalam pergaulan dunia. Pendidikan karakter dilakukan melalui berbagai media yang mencakup keluarga, satuan pendidikan, masyarakat sipil, masyarakat politik, pemerintah, dunia usaha, dan media massa.

Akan tetapi fungsi dari pendidikan karakter sendiri tidak ssamapi disitu saja, DIKTI (2010) menyatakan bahwa secara khusus pendidikan karakter memiliki tiga fungsi utama yaitu Pembentukan dan Pengembangan Potensi, Perbaikan dan Penguatan, Penyaring.

Dala poin pendidikan karakter sebagai penyaring, artinya bahwa pendidikan karakter berfungsi sebagai pemilih suatu nilai-nilai budaya bangsa dan menyaring nilai-nilai budaya bangsa lain yang positif untuk menjadi karakter manusia dan warga negara Indonesia agar menjadi bangsa yang bermartabat.

Pendidikan karakter sendiri yang tujuannya sebagai suatu pembentuk bangsa yang yang tangguh, kompetitif, berakhlak mulia, bermoral, bertoleran, bergotong royong, berjiwa patriotik, berkembang dinamis, berorientasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang semuanya dijiwai oleh iman dan takwa kepada Tuhan yang Maha Esa berdasarkan Pancasila.

Demikian artikel yang berisi tentang Pengertian Pendidikan Karakter, Fungsi Pendidikan Karakter, Tujuan Pendidikan Karakter. Semoga artikel ini dapat bermanfaat sebagai bahan acuan refrensi anda.

Artikel Yang Terkait:

Incoming search terms:

Tujuan Pendidikan Karakter

Tujuan Pendidikan
Tujuan Pendidikan

Tujuan Pendidikan~ Dengan semakin morosotnya karakter bangsa yang salah satunya disebabkan oleh globalisasi, menuntut semua pihak agar membentengi dirinya sendiri dengan pendidikan, yang tak lain dan yang utama ialah pendidikan karakter.

Karakter sendiri mrupakan sebuah itilah yang digunakan untuk penggabungan sebuah istilah etika, ahlak, dan atau nilai dan berkaitan dengan kekuatan moral, berkonotasi positif, bukan netral. Namun jika ditelisik dengan baik istilah karakter sendiri merupakan istilah mengenai sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dari yang lain, pengertian tersebut sesuai denan pernyataan yang ada dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008).

Dua pengertian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa karakter merupakan keseluruhan tingkah laku yang ada pada diri manusia dengan sifat-sifat yang dimilikinya secara unik. Karakter secara koheren memancar dari hasil olah pikir, olah hati, olah rasa dan karsa, serta olahraga seseorang atau sekelompok orang.

Lingkungan sendiri merupakan salah satu faktor yang penting dan memiliki peran yang besar dalam pendidikan karakter. Karena lingkungan membantu peserta didik melakukan perubahan tingkah laku sebagai hasil dari proses pendidikan karakter sangat ditentunkan oleh faktor lingkungan ini.

Dalam hal ini diartikan bahwa ligkungan merupakan sebagai bentuk rekayasa yang mencakup lingkungan fisik dan budaya sekolah, manajemen sekolah, kurikulum, pendidik, dan metode mengajar. Pembentukan karakter melalui rekasyasa faktor lingkungan dapat dilakukan melalui strategi :

  1. Keteladanan
  2. Intervensi
  3. Pembiasaan yang dilakukan secara Konsisten
  4. Penguatan.

Pendidikan karakter sendiri didasarkan pada nilai-nilai etis, nilai-nilai tersebut berbentuk nilai politis, religius, atau bias budaya. Sedangkan pilar-pila yang digunakan dalam untuk pendidikan karakter sendiri meliputi kepercayaan, respek, tanggungjawab, keadilan, peduli, kewarganegaraan.

Dari keenam yang dijelaskan tadi pilar yang paling utama yaitu pilar kepercayaan merupakan pilar utama membentuk suatu peserta didik yang memiliki sikap dan sifat Jujur, jangan menipu, menjiplak atau mencuri, jadilah handal – melakukan apa yang anda katakan anda akan melakukannya, minta keberanian untuk melakukan hal yang benar, bangun reputasi yang baik, patuh – berdiri dengan keluarga, teman dan negara.

Sedangkan pada pilar yang terakhir yaitu pilar kewarganegaaraan bertujuan menjadikan peserta didik masyarakat yang lebih baik, bekerja sama, melibatkan diri dalam urusan masyarakat,  menjadi tetangga yang baik, mentaati hukum dan aturan, menghormati otoritas, melindungi lingkungan hidup.

Dari sinilah kita ketahui bahwa pendidikan karakter yang tujuan utamanya ialah membentuk karakter anak bangsa yang yang tangguh, kompetitif, berakhlak mulia, bermoral, bertoleran, bergotong royong, berjiwa patriotik, berkembang dinamis, berorientasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang semuanya dijiwai oleh iman dan takwa kepada Tuhan yang Maha Esa berdasarkan Pancasila.

Sehingga pendidikan karakter sendiri memiliki fungsi utamanya yaitumengembangkan potensi dasar peserta didik, baik dalam berpikir maupun berperilaku dalam masyarakat selain itu pendidikan karakter berfungsi sebagai peningkat peradaban bangsa yang kompetitif dalam pergaulan dunia.

Pendidikan karakter sendiri memiliki ciri-ciri dasar yang diungkapkan oleh ahli pendidikan yang berasal dari Jerman yaitu FW Foerster, ia mengungkapkan bahwa ciri utma dari pendidikan karakter ialah suatu pendidikan yang menekan setiap tindakan peserta didik berpedoman terhadap nilai normatif. Anak didik menghormati norma-norma yang ada dan berpedoman pada norma tersebut. Selain itu peserta didik akan memiliki suatu sikap yang tegus serta setia atas komitmen yang nantinya akan dipilih.

Demikian artikel yang membahas mengenai Pendidikan Karakter, Pentingnya Pendidikan Karakter, Faktor Pendidikan Karakter, Fungsi Pendidikan Karakter, Ciri Dasar Pendidikan Karakter. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi anda.

Artikel Yang Terkait:

Incoming search terms:

Film Pendidikan Karakter

Film Pendidikan
Film Pendidikan

Film Pendidikan~  Film merupakan media visual yang dapat digunakan untuk media pembelajaran dalam dunia pendidikan. Terutama pendidikan karakter yang saat ini sedang gencar-gencarnya disosialisasikan pemerintah untuk semua lapisan masyarakat.

Film yang membawa makna khusus untuk menanamkan nilai-nilai yang bermoral dapat membentuk suatu kepribadian seseorang., terutama remaja pada era yang sangat modern saat ini sangat rentan terhadap tindakan yang negatif akibat arus globalisasi.

Oleh sebab itu film yang bertemakan pendidikan berkarakter haruslah diperhatikan penggunaannya sebagai media pembelajaran yang nantinya menjadi suatu sarana serta prasana pembentuk kepribadian bangsa.

Di Indonesia sendiri sudah banyak bermunculan film-film yang bertemakan pendidikan karakter. Dalam film tersebut digambarkan bahwa kondisi pendidikan semakin rentan terhadap arus globalisasi namun masih bayak diantara mereka memiliki motivasi besar akan dirinya yang mampu menjadi karakter berkualitas.

Dengan daya tariknya sendiri film memiliki sebuah sihir tertentu yang digunakan untuk membuat penonton menangis, tersenyum, ataupun terharu dalam hitungan detik saja. Dalam hal tersebut ternyata film memiliki hal-hal yang magic untuk mempengaruhi para penonton.

Dengan kata lain pemanfaatan dari film tersebut juga bisa dilakukan oleh bangsa Indonesia kita dan untuk bangsa Indonesia kita sendiri. Pendidikan karakter di Indonesia dapat dilakukan dengan dibuatnya berbagai suatu unsur film mengenai perjuangan Indonesia mempertahankan idealisme dan keyakinan rasa cinta pada Indonesia, atau bahkan berbau pendidikan dengan menamkan nilai semangat yang pantang menyerah dalam mencari ilmu.

Membaca suatu isi fil tidak hanya menyorotkan berbagai gambar ke dalam mata, akan tetapi harus meresap ke dalam mata hati kita. Karena apa yang kita lakukan tentu saja harus sejalan dengan hati kita.

Menghadirkan sebuah film haruslah kompleks karena ia merupakan entitas yang ”hadir” dengan beragam latar belakang. Ia merupakan sebentuk seni sekaligus praktik sosial.

Dalam hal ini Turner berpendapat bahwa film yang hadir dan dihadirkan haruslah memiliki moral yang baik untuk mata serta batin kita. Hal tersebut merupakan bagian dari suatu tafsir, imajinasi, candraan ataupun produk kepentingan tertentu karena ia sudah tentu bukanlah medium yang netral dan bebas nilai.

Melalui film kita mampu membaca tampilan apa saja yang dihadirkan dalam film tersebut. Melalui film kita mampu membaca karakter bangsa kita, melalui fil kita mampu mendeteksi sejauh mana kemampuan kita menanggapi isi film tersebut.

Mengingat bahwa film merupakan media pembelajaran yang ampuh, dalam menghasilkan serta menghadirkan film yang berkualitas harus mengutamakan isi pesan moral dari film tersebut. Dalam menghadirkan film seseorang harus menanamkan nilai inspirasi yang merupakan dambaan besar penikmatnya sekaligus tantangan yang senantiasa seru bagi para sineas negeri ini.

Dalam dunia perfilman tentu saja antara satu film dengan film yang lainnya memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Tak terkecuali dengan karakteristik film pendidikan yang meliputi:

  1. Menyiratkan suatu pesan moral yang boleh ditiru serta tidak ditiru
  2. Mengikuti norma serta adat istiadat
  3. Membentuk karakter disemua lapisan masyarakat
  4. Memiliki tujuan yang jelas
  5. Merupakan perantara untuk mendapatkan ilmu
  6. Memiliki durasi yang terbatas
  7. Konflik yang ditampilkan relatif datar
  8. Membentuk mental bangsa yang berkualitas
  9. Memiliki unsur-unsur yang dapat dicontoh, misalnya kedisiplinan
  10. sasarannya tepat sesuai dengan kemasan pesan

Demikian artikel yang membahas tentang Film Pendidikan Karakter, Komunikasi Pendidikan Karakter, Karakteristik Film Pendidikan Karakter. Artikel ini dibuat dengan tujuan agar artikel ini dapat dijadikan sebagai bahan refrensi untuk anda.

Artikel Tang Terkait:

Incoming search terms:

Pentingnya Pendidikan Karakter

Pentingnya Pendidikan
Pentingnya Pendidikan

Pentingnya Pendidikan~  Kini setelah mengetahui banyak  fakta mengenai pelanggaran moral , apa yang ada dipikran anda? Cobalah melihat lebih ke atas sedikit, lebih tepatnya judul artikel ini. Yah, pada zaman globaisasi ini banyak sekali pihak terutama anak didik yang selalu menomorduakan kebaikan moral, bahkan mengabaikan aturan moral yang ada.

Dalam memberikan pendidikan karakter tidak hanya di dapat dalam lembaga pendidikan saja akan tetapi dalam lingkungan sosial serta masyarakat Bahkan sekarang ini peserta pendidikan karakter bukan lagi anak usia dini hingga remaja, tetapi juga usia dewasa. Terang saja perlu untuk kelangsungan hidup Bangsa ini.

Bayangkan persaingan yang terjadi pada tahun yang akan datang ? jelas saya kalau kita tidak mempersiapkan diri dengan baik kita akan tertinggal jauh dengan bangsa lainnya. Tuntutan pada tahun yang akan datang merupakan tuntutan yang memang harus disiapkan dengan baik yaitu tentang kualitas sumber daya manusia yang berkualitas.

Dari ulasan di atas, Tesis Pendidikan dalam artikel kali ini tertarik untuk membahas seputar pentingnya pendidikan karakter, yang penulis berharap dari artikel kali ini akan menambah wawasan anda.

Karakter sendiri dapat diartikan sebagai ciri khas dari seseorang, gambaran dari orang tersebut. Karakter yang dimiliki oleh seseorang bisa memberikan gambaran kepada kita tentang kepribadian orang tersebut.

Tak terkecuali dengan karakter bangsa, karakter bangsa sendiri memilki artian yaitu keseluruhan sifat yang dimiliki oleh suatu bangsa yang sifat tersebut meliputi perilaku, kebiasaan, kesukaan, kemampuan, bakat, potensi, serta nilai-nilai yang ada.

Melalui pendidikan inilah karakter bangsa diharapkan mampu dikembangkan secara potensial dan memiliki kualitas karakter yang dapat dikatakan sebagai kualitas bangsa. Oleh sebab itu sebagai anak bangsa yang baik sudah sepatutnya kita semua memanfaatkan pendidikan dan mengamalkannya dengan sebaik-baiknya.

Segenap upaya harus dilakukan demi kelancaran sebuah pendidikan karakter yang menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas. Hal itu tentunya membutuhkan campur tangan pemerintahan yang harus ikut andil dan berperan aktif dalam hal tersebut.

Sebagai bukti bahwa pemerintah telah ikut berperan aktif, dibuktikan dalam Undang-undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem pendidikan Nasional yang berbunyi:

Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Sesuai dengan fungsi pendidikan nasional, pendidikan karakter dimaksudkan untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.

Potensi pendidikan karakter berfungsi membentuk dan mengembangkan potensi manusia atau warga Negara Indonesia agar berpikiran baik, berhati baik, dan berperilaku baik sesuai dengan falsafah hidup Pancasila

Demikian artikel yang membahas mengenai Pentingnya Pendidikan Karakter, Bentuk Turunnya Pendidikan Karakter, Fungsu Pendidikan Karakter. Semoga artikel ini dapat bermanfaat sebagai bahan acuan untuk anda.

Artikel Yang Terkait:

 

Incoming search terms:

Pendidikan Karakter Di Sekolah

Pendidikan Karakter
Pendidikan Karakter

Pendidikan Karakter~ Karakter merupakan hal yang pribadi untuk diketahui oleh semua orang, karena karakter seseorang terbaca tidak hanya dengan sekali atau duakali dalam berinteraksi melainkan kecenderungan untuk tetap selalu berinteraksi satu sama lain akan membuat satu sama lain mengerti akan karakter masing-masing.

Karakter seseorang merupakan penggabungan dari watak tabiat, akhlak, atau kepribadian seseorang yang terbentuk dari hasil internalisasi berbagai kebajikan (virtues) yang diyakini dan digunakan sebagai landasan untuk cara pandang, berpikir, bersikap, dan bertindak.

Kebijakan sendiri yang merupakan bagian dari karakter merupakan sejumlah nilai moral, dan norma, seperti jujur, berani bertindak, dapat dipercaya, dan hormat kepada orang lain. Interaksi seseorang dengan orang lain menumbuhkan karakter masyarakat dan karakter bangsa.

Oleh sebab itu pendidikan yang merupakan suatu wadah pembentukan karakter bangsa sudah seharusnya lebih melibatkan pendidikan kearah atau mengutamakan akhlak untuk membentuk moral bangsa ini dengan baik tanpa harus dipengaruhi oleh arus globalisasi yang berdampak negatif.

Pendidikan karakter sendiri merupakan pendidikan yang dimana menanamkan nilai serta karakter kepada setiap warga sekolah yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut, baik terhadap Tuhan Yang Maha Esa (YME), diri sendiri, sesama, lingkungan, maupun kebangsaan sehingga menjadi manusia yang berkualitas akhlaknya.

Pendidikan karakter yang menyeluruh menitikberatkan pada pendidikan yang tidak hanya menjadikan setiap anak didiknya menjadi manusia yang cerdas serta berprestasi akan tetapi menjadikan mereka sebagai pelaku baik bagi perubahan dalam hidupnya sendiri, yang pada gilirannya akan menyumbangkan perubahan dalam tatanan sosial kemasyarakatan menjadi lebih adil, baik, dan manusiawi.

Dalam lembaga pendidikan yaitu sekolah, memiliki peran aktif untuk membentuk peserta didik dengan pendidikan yang berlabel karakter. Pendidikan karakter di sekolah sendiri merupakan sistem penanaman berupa komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut.

Di samping itu, pendidikan karakter dimaknai sebagai suatu perilaku warga sekolah yang dalam menyelenggarakan pendidikan harus berkarakter. Dewasa ini banyak pihak menuntut peningkatan intensitas dan kualitas pelaksanaan pendidikan karakter pada lembaga pendidikan formal.

Para pakar pendidikan karakter sepakat bahwa pendidikan karakter dapat ditempuh melalui lembaga pendidikan yang berstatus formal. Namun demikian, ada perbedaan-perbedaan pendapat di antara mereka tentang pendekatan dan modus pendidikannya.

Konfigurasi karakter dalam kontek totalitas proses psikologis dan sosial-kultural dapat dikelompokkan dalam:

  1. olah hati (spiritual & emotional development);
  2. olah pikir (intellectual development);
  3. olah raga dan kinestetik (physical & kinesthetic development); dan
  4. olah rasa dan karsa (affective and creativity development).

Proses itu secara holistik dan koheren memiliki saling keterkaitan dan saling melengkapi, serta secara konseptual merupakan gugus nilai luhur bangsa Indonesia.

Demikian artikel yang membahas mengenai Pendidikan Karakter, Pendidikan Karakter Sekolah, Contoh Program Pendidikan Karakter, Konfigurasi Pendidikan Karakter. Artikel ini sengaja dibuat dengan tujuan yang tak lain ialah menambah pengetahuan anda, serta penulis berharap bahwa artikel ini dapat bermanfaat sebagai baan refrensi untuk anda.

Artikel Yang Terkait:

Incoming search terms: