Pengertian Pendidikan Karakter Menurut Para Ahli

Pendidikan Karakter
Pendidikan Karakter

Pendidikan Karakter~ Salah satu tujuan nasioanal bangsa yang paling utama ialah mencerdaskan kehidupan bangsa, dalam hal ini dibutuhkan suatu sarana serta prasarana yang dijadikan suatu penyaluran serta dijadikan sebagai ajang terwujudnya tujuan nasioanl bangsa tersebut.

Dalam hal ini pendidikanlah satu-satunya yang menjadi sarana prasarana nomor satu dalam pencapaian tujuan tersebut. Negara sendiri ingin mewujudkan suatu sistem dengan iklim pendidikan nasional yang demokratis dan bermutu guna memperteguh akhlak mulia, kreatif, inovatif, berwawasan kebangsaan, cerdas, sehat, berdisiplin dan bertanggungjawab, berketerampilan serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi dalam rangka mengembangkan kualitas manusia Indonesia.

Akan tetapi dengan era modern serta menjalarnya arus globalisasi membuat sebagian tujuan dari nasional bangsa tersebut menjadi terhambat bahkan dapat dikatakan rusak. Hal tersebut dapat dilihat dengan semakain rusaknya moral serta anak bangsa pada saat ini, terutama moral serta akhlak anak bangsa yang masih duduk dibangku sekolah.

Semakin terjadinya krisis moral serta akhlak yang dihadapai oleh dunia pendidikan tersebut, saat ini pemerintah mencanangkan kembali sistem pendidikan yang berdasarkan akhlak serta penanaman moral yang kuat terhadap peserta didik. Untuk mencegah lebih parahnya krisis akhlak, kini upaya tersebut mulai dirintis melalui pendidikan karakter bangsa.

Dalam hal ini jelas saja pendidikan moral menjadi pendidikan paling utama setelah diadakannya pendidikan karakter untuk mengatasi krisis moral yang sedang terjadi melanda negara kita.

Krisi moral tersebut jelas sekali digambarkan dengan semakinmaraknya pergaulan bebas yang menimpa anak sekolah, maraknya angka kekerasan yang terjadi dikalangan remaja, penyalahgunaan obat-obatan, pornografi, dan perusakan milik orang lain sudah menjadi masalah sosial yang hingga saat ini belum dapat diatasi secara tuntas, oleh karena itu betapa pentingnya pendidikan karakter.

Dalam hal ini Lickona menyebutkan dengan artian yang sederhana mengenai pendidikan karakter, yaitu sebuah pendidikan yang dilakukan untuk memenuhi isi jiwa peserta didik dengan karakter yang bermoral serta berakhlak baik.

Suyanto sendiri yang seorang ahli pendidikan mendefinisikan karakter sebagai cara berpikir dan berperilaku yang menjadi ciri khas tiap individu untuk hidup dan bekerja sama, baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, bangsa, maupun  negara.

Sehingga dari kedua pengertian diatas pendidikan karakter dianggap sangat penting dan sudah sepatutnya mendapat perhatian khusus dari negara ini dalam rangka mewujudkan cita-cita anak bangsa serta menghasilkan generasi muda yang berkualitas.

Pendidikan karakter dapat diartikan sebagai the deliberate us of all dimensions of school life to foster optimal character development yang dapat diartikan sebagai suatu usaha kita secara sengaja dari seluruh dimensi kehidupan sekolah/madrasah untuk membantu pembentukan karakter secara optimal.

Dalam melaksanakan pendidikan yang berkarakter tentu saja dibutuhkan suatu cara atau metode tertentu untuk mewujudkan tujuan dari pendidikan itu sendiri. Metode yang dapat dilakukan dapat berupa metode keteladanan,  metode pembiasaan, dan metode pujian dan hukuman.

Peserta didik yang telah memiliki atau yang telah memahami dengan benar sesungguhnya pendidikan karakter tersebut akan memiliki sikap yang dapat tercermin dengan baik. Dengan kata lain indikator keberhasilan pendidikan berkarakter yang ditinjau dari siswa dapat berupa :

  1. Mengamalkan ajaran agama yang dianut sesuai dengan tahap perkembangan remaja
  2. Memahami kekurangan dan kelebihan diri sendiri
  3. Menunjukkan sikap percaya diri
  4. Mematuhi aturan-aturan sosial yang berlaku dalam lingkungan yang lebih luas
  5. Menghargai keberagaman agama, budaya, suku, ras, dan golongan sosial ekonomi dalam lingkup nasional
  6. Mencari dan menerapkan informasi dari lingkungan sekitar dan sumber-sumber lain secara logis, kritis, dan kreatif

Demikian artikel yang membahas mengenai pengertian Pendidikan Berkarakter, Indikator Keberhasilan Pendidikan Karakter. Semoga artikel ini dapat bermanfaat sebagai bahan acuan refrensi anda.

Incoming search terms:

Arti Penting Pendidikan Kewarganegaraan

Pendidikan Kewarganegaraan
Pendidikan Kewarganegaraan

Pendidikan Kewarganegaraan~  Pada saat ini mungkin banyak masyarakat yang masih kurang menyadari arti penting dari pendidikan kewarganegaraan itu sendiri. Hal tersebut dapat dilihat dengan kacamata yang abstrak bawasannya banyak sekali para pelajar yang menganggap pendidikan atau mata pelajaran kewarganegaraan hanya sekedar teori yang sangat membosankan.

Hal tersebut semakin menguat dengan dampak dari kurangnya pemikiran mengenai arti penting pendidikan kewarganegaraan dengan semakin maraknya tawuran antar pelajar yang saat ini menyedot perhatian publik khusunya di ibu kota.

Dari semua itu muncul tanda tanya besar mengenai pertanyaan, bagaiamana bisa pelajar tersebut dapat melakukan hal itu, apa mereka belum mengerti dengan benar apa makna dari pancasila ? sedangkan mereka sendiri masih dalam masa dimana pendidikan tersebut dapat diberikan.

Apakah masalah tersebut menjadi masalah yang harus dipertanggungjawabkan oleh pihak sekoalah ? tentu jawaban yang lantang adalah tidak. Megapa ? karena pada hakikatnya semua pelajar tidak hanya diberikan sebuah pelajaran yang berarti dalam ruang dan lingkup sekolah, akan tetapi semua pelajar harus dapat menyerap dengan benar pelajaran tersebut di lingkungan dimanapun ia berada.

Hakikat dari pendidikan kewarganegaraan itu sendiri merupakan upaya sadar serta terencana untuk mencerdaskan segala kegidupan bangsa serta menumbuhkan jati diri bangsa serta moral bangsa sebagai suatu dasar pelaksanaan hak dan kewajiban bela negara, demi kelangsungan hidup serta kejayaan bernegara.

Sedangkan tujuan dari pendidikan kewarganegaraan itu sendiri ialah mewujudkan agar warga negara dapat memberikan sikap bela negara yang dilandaskan pada pemahaman politik kebangsaan, dan kepekaan mengembangkan jati diri dan moral bangsa dalam perikehidupan bangsa.

Dalam hal ini dapat diketahui pula standart isi yang diberikan oleh pendidikan kewarganegaraan sebagai acuan serta pedoman terlaksananya pendidikan tersebut. Dalam hal ini pendidikan kewarganegaraan berusaha mengembangkan :

  1. nilai-nilai cinta tanah air;
  2. kesadaran berbangsa dan bernegara;
  3. keyakinan terhadap Pancasila sebagai ideologi negara;
  4. nilai-nilai demokrasi, hak asasi manusia dan lingkungan hidup;
  5. kerelaan berkorban untuk masyarakat, bangsa, dan negara, serta
  6. kemampuan awal bela negara.

Dari sini dapat disimpulakan bahwasannya pendidikan kewarganegaraan merupakan pendidikan yang penting untuk semua bangsa karena dari pendidikan inilah eseorang mampu memahami setiap struktur negara yang ada.

Oleh karenanya, bagi anda yang merasa bagian dari suatu negara berusahalah memiliki rasa cinta terhadap tanah air yang dapat dipupuk melalui pendidikan kewarganegaraan. Sehingga bangsa Indonesia akan menjadi bangsa yang kuat yang mampu mengatasi segala rintangan yang ada.

Demikian artikel yang membahas mengenai Arti Penting Pendidikan Kewarganegaraan, Standart Isi Pendidikan Kewarganegaran. Artikel ini ditulis dengan tujuan dan maksud agar wawasan anda semakin bertambah, dan artikel ini dapat dijadikan sebagai bahan refrensi anda.

Incoming search terms:

Paradigma Pedagogi Reflektif Sebagai Pendekatan Pendidikan Karakter

Pendidikan KarakterParadigma Pendidikan ~ Telah banyak dirasakan bahwa pendidikan yang ada saat ii sudah mengalami perubahan yang sangat signifikan. Mengapa demikian ? karena banyaknya fasilitas pendidikan yang diberikan kepada semua kalangan baik itu dari kalangan menengah ke atas atau ke bawah.

Hal ini juga dibuktikan dengan adanya pernyataan bahwa pendidikan gratis merupakan keniscayaan yang ada dalam kehidupan berbangsa dari debat cawapres yang diadakan pada Minggu, (29/6/14) yang secara lantang diucapkan oleh cawapres kita yaitu Jusuf Kalla (JK).

Dalam debat cawapres yang dimoderatori Wakil Rektor UGM Dwikorita Karnawati ini JK menegaskan bahwa tak masalah jika ada sekolah yang tetap membayar agar tidak ada dua kelas dalam pendidikan.

Dalam debat tersebut JK juga menuturkan bahwa pendidikan yang ada pada putra putri bangsa ini bukan hanya tanggung jawab dari pemerintah saja, akan tetapi agen sosial primer yaitu keluarga juga turut andil dalam proses berjalannya pendidikanitu sendiri.

Lantas ? pendidikan yang bagaimana yang seharusnya berkembang sekarang ? tentu saja pendidikan yang memuat budi pekrti yang luhur yang secara jelas tertanam dalam amalan pancasila. Yah pendidikan karakter merupakan hal yang sangat penting sekarang ini.

Agar bangsa kita menjadi bangsa yang bermoral dan berakhlak baik, pendidikan karakter perlu diterapkan sejak dini. Lantas dengan pendekatan yang bagaimana agar penerapan pendidikan karakter berjalan dengan baik ?.

Pengertian Pendidikan Karakter

Proses  pembentukan  karakter  ini dapat dilakukan melalui pendidikan yakni proses penyadaran akan jati diri kemanusiaannya dan pada akhirnya akan dihasilkan kualitas manusia yang memiliki kehalusan budi dan jiwa, kecemerlangan berpikir, kecekatan raga dan kesadaran akan penciptaan dirinya.

Pendidikan karakter pada dasarnya adalah upaya-upaya yang dirancang dan dilaksanakan secara sistematis untuk menanamkan nilai-nilai perilaku peserta didik yang berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan, dan kebangsaan yang terwujud dalam pikiran, sikap, perasaan, perkataan, dan perbuatan berdasarkan norma-norma agama, hukum, tata krama, budaya, dan adat istiadat.

Pengertian Pendekatan Pedagogi Reflektif

Pendekatan  PPR  diinspirasikan  oleh keberhasilan sekolah-sekolah  Jesuit  dalam pendidikan kaum muda menjadi pribadi yang unggul  dalam iman dan sekaligus kaum muda yang berkarakter. Fondasi dari sekolah-sekolah Jesuit  ini adalah latihan rohani yang diajarkan oleh St. Ignatius, pendiri Serikat Yesus. Latihan rohani ini menekankan proses dengan mengolah pengalaman, refleksi dan aksi. Refleksi merupakan tuntutan kegiatan yang harus terus menerus dilakukan karena tanpa refleksi yang sungguh-sungguh memadai pengalaman yang berharga mudah diabaikan atau bahkan dianggap remeh. Refleksi secara mendalam atas setiap pengalaman juga sekaligus membawa orang untuk mendalami arti serta implikasi banyak hal yangmereka pelajari. Hal ini tentu saja sangat menunjang pengembangan diri seseorang. Maka refleksi merupakan tindakan yang sangat menentukan untuk bergerak dari pengalaman ke perbuatan (Subagya,2011: 34).

Diharapkan melalui pendekatan PPRini, proses pembelajaran mampu mengarahkan peserta didik untuk berefleksi agar dapat menemukan nilai-nilai kehidupan dalam suatu proses pembelajaran, sehingga bisa merencanakan tindakan yang berguna, tindakan yang kemudian dilakukan, bukan karena kepatuhan dan tradisi, namun lebih pada karena kesadaran akan nilai-nilai kemanusiaan. Tentu saja tindakan yangdilakukan tidak bisa meninggalkan aspek kognitif sebagai tuntutan utama hasil belajar di jenjang sekolah.

Demikian artikel yang membahas mengenai Pendidikan Karakter, Pendekatan Pendidikan Karakter, Pendekatan Pedagogi. Semoga artikel yang Kami sajikan mampu menambah wawasan Anda.

Artikel yang Terkait:

Incoming search terms:

Pelaksanaan pendidikan karakter anak usia dini

Pendidikan Karakter
Pendidikan Karakter

Pendidikan Karakter~ Usia dini utamanya di Taman Kanak-kanak merupakan usia yang efektif untuk mengembangkan berbagai potensi dan kepribadian yang dimiliki oleh anak.

Upaya pengembangan ini dapat dilakukan dengan berbagai cara termasuk melalaui pendidikan karakter dalam pembelajaran. Kegiatan ini tidak hanya terkait dengan kemampuan kognitif saja tetapi juga kesiapan mental, sosial dan emosional. Oleh karena itu dalam pelaksanaanya harus dilakukan secara menarik, bervariasi dan menyenangkan.

Penerapan pendidikan karakter pada anak usia dini dapat dituangkan dalam program harian, yaitu tentang kepribadian anak, kemandirian, kedisiplinan, dan tanggung jawab sehingga anak siap mengikuti pada jenjang pendidikan selanjutnya dan masa dewasanya.

Taman Kanak-kanak merupakan pendidikan bagi anak usia dini yang berada pada jalur formal yang tentunya harus mampu mempertahankan citra dan kwalitas pembelajaran sehingga masyarakat tetap mengakui mutu dan proses belajar mengajar yang dilaksanakan. Salah satunya yaitu menyiapkan anak didik yang berkarakter.

Dalam artikel kali ini akan Tesis Pendidikan akan  memberikan wawasan seputar pendidikan karakter anak usia dini. Dalam artikel kali ini terdapat tujuan dan maksud yaitu ingin memberikan wawasan tambahan bagi anda, serta berharap artikel ini dapat dijadikan sebagai bahan acuan refrensi anda.

Pendidikan adalah proses internalisasi nilai budaya ke dalam diri seseorang dan masyarakat sehingga orang dan masyarakat menjadi beradap. Pendidikan bukan hanya merupakan sarana menstransfer ilmu pengetahuan saja, tetapi lebih luas lagi yakni sebagai sarana pembudayaan dan penyaluran nilai (enkulturasi dan sosialisasi).

Pendidikan karakter adalah suatu sistem penanaman nilai-nilai karakter kepada warga sekolah yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut.

Pendidikan karakter ini berkutat pada empat hal yaitu olah hati, olah pikir, olah rasa dan olah raga. Olah hati yang dimaksud adalah berkata, bersikap, dan berperilaku jujur. Olah pikir artinya cerdas yang selalu merasa membutuhkan pengetahuan. Olah rasa artinya memilki cita-cita. Sedang olah raga artinya enjaga kesehatan di tengah-tengah menggapai cita-cita tersebut.

Pendidikan karakter dimaknai sebagai pendidikan yang mengembangkan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa pada diri peserta didik sehingga mereka memiliki nilai dan karakter sebagai karakter dirinya, menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan dirinya, sebagai anggota masyarakat, dan warga negara yang religius, nasionalis, produktif dan kreatif.

Menurut T. Ramli, pendidikan karakter memiliki esensi dan makna yang sama dengan pendidikan moral dan pendidikan akhlak. Tujuannya adalah membentuk pribadi anak supaya menjadi manusia, warga masyarakat dan warga negara yang baik.

Pendidikan karakter bertujuan untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan dan hasil pendidikan di sekolah yang mengarah pada pencapaian pembentukan karakter dan akhlak mulia peserta didik secara utuh, terpadu, seimbang, dan sesuai dengan standar kompetensi lulusan. Melalui pendidikan karakter diharapkan peserta didik mampu secara mandiri meningkatkan dan menggunakan pengetahuannya dalam mempersonalisasi nilai-nilai karakter dan akhlak mulia sehingga terwujud dalam perilaku sehari-hari.

Tujuan pendidikan karakter menurut Puskur  yaitu sebagai berikut :

  1. Mengembangkan potensi kalbu/nurani/ afektif peserta didik sebagai manusia dan warga negara yang memiliki nilai-nilai budaya dan karakter bangsa
  2. Mengembangkan kebiasaan dan perilaku peserta didik yang terpuji dan sejalan dengan nilai-nilai universal dan tradisi budaya bangsa yang religius
  3. Menanamkan jiwa kepemimpinan dan tanggung jawab peserta didik sebagai generasi penerus bangsa
  4. Mengembangkan kemampuan peserta didik menjadi manusia yang mandiri, kreatif dan berwawasan kebangsaan
  5. Mengembangkan lingkungan kehidupan sekolah sebagai lingkungan belajar yang aman, jujur, penuh kreativitas dan persahabatan, serta rasa kebangsaan yang tinggi dan penuh kekuatan

Lembaga pendidikan mempunyai peran yang sangat penting dalam upaya untuk membentuk karakter, walaupun dasar dari pendidikan karakter adalah di dalam lingkungan keluarga.

Apabila seorang anak memperoleh pendidikan karakter yang baik dalam keluarga, maka anak tersebut selanjutnya akan berkarakter baik pula. Namun banyak orang tua yang hanya mementingkan aspek kecerdasan otak daripada pendidikan karakter.

Peran lembaga pendidikan diibaratkan sebagai “mesin” untuk mencetak sumber daya manusia yang berkarakter. Lembaga pendidikan menjadi “bengkel” bagi perbaikan moralitas bangsa yang terkikis oleh dampak negatif modernisasi. Pendidikan dituntut berperan aktif sebagai agen perubahan.

Demikian artikel yang mebahas mengenai pendidikan Karakter Anak Usia Dini , Tujuan Pendidikan Karakter, Peran Lembaga Pendidikan. Semoga artikel ini bermanfaat bagi anda.

Artikel Yang Terkait:

Incoming search terms: