Penyelenggaraan Pendidikan Menengah

Penyelenggaraan Pendidikan
Penyelenggaraan Pendidikan

Penyelenggaraan Pendidikan~  Pendidikan yang pada dasarnya merupaakn suatu upaya sadar serta terlaksana yang memiliki peran aktif, dan positif dalam hidupnya yang akan datang. Pendidikan memiliki berbagai jenis pendidikan salah satunya ilaah pendidikan menengah.

Penyelenggaraan pendidikan menengah sediri dilakukan secara meluas, menyeluruh, dan tersebar. Dalam artian bahwa pendidikan harus dilaksanakan di berbagai lingkungan serta pelaksanaan pendidikan juga harus dirasakan oleh semua lapisan masyarakat.

Dalam hal ini pendidikan nasioanl yang merupakan suatu pedoman pengupayaan terjadinya pendidikan yang berkualitas yang memiliki tujuan tertentu. Dengan visi pendidikan, pendidikan nasional mempunyai misi sebagai berikut :

  1. Mengupayakan perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu bagi seluruh rakyat Indonesia.
  2. Membantu dan memfasilitasi pengembangan potensi anak bangsa secara utuh sejak usia dini sampai akhir hayat dalam rangka mewujudkan masyarakat belajar.
  3. Meningkatkan kesiapan masukan dan kualitas proses pendidikan untuk  mengoptimalkan pembentukan kepribadian yang bermoral.
  4. Meningkatkan keprofesionalan dan akuntabilitas lembaga pendidikan sebagai pusat pembudayaan ilmu pengetahuan, keterampilan, pengalaman, sikap, dan nilai berdasarkan standar nasional dan global; dan
  5. Memberdayakan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan berdasarkan prinsip otonomi dalam konteks Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pendidikan menengah yang diselenggarakn setelah pendidikan dasar  yaitu suatu pendidikan yang memiliki kemampuan berinteraksi secara produktif dengan lingkungan sosial, budaya, dan alam sekitar dan atau melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.

Proses pembelajaran pada pendidikan menengah sendiri memiliki karakateristik memperiapkan semua peserta didiknya untuk mampu menghadi pendewasaan diri dalam aspek akademik maupun kesiapan menguasai ketrampilan hidup yang dituntut oleh dunia kerja.

Dalam kurikulum pencapaian standart dari pendidikan menengah harus berorientasi pada pencapaian kompetensi, tujuan yang harus dicapai oleh siswa dirumuskan dalam bentuk kompetensi. Dalam pengembangan kurikulum yang ada saat ini seseorang akan dituntut memiliki pengetahuan, keterampilan, nila, dan sikap yang direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak.

Kompetensi dasar yaitu, yaitu standart minimal yang telah ditentukan untuk pencapaian uatu mata pelajaran tertentu pada setiap jenjang pendidikan yang diikutinya. Dalam hal ini pemerintah ikut andil dalam pembentukan serta perumusan Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran yang tertuang pada peraturan Menteri pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006.

Dalam peraturan Menteri pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006, berisi mengenai Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran (SKKMP) terdiri atas kelompok-kelompok mata pelajaran :

  1. Agama dan Akhlak Mulia
  2. Kewarganegaraan dan Kepribadian
  3. Ilmu pengetahuan dan tehnologi
  4. estetika
  5. jasmani, olah raga dan kesehatan

Demikian artikel yang membahas  tentang Penyelenggaraan Pendidikan, Sistem Pendidikan Nasional, Standart Kompetensi Pendidikan. Semoga artikel ini dapat bermanfaat sebagai bahan acuan refrensi anda.

Artikel Yang Terkait:

Incoming search terms:

Pendidikan Menengah Dalam Kebijakan Pendidikan Nasional

Pendidikan Menengah
Pendidikan Menengah

Pendidikan Menengah~  Persaingan global yang terjadi saat ini, merupakan bentuk semakin pesatnya serta ketatnya persaingan yang ada dalam keseharian. Bagi negara yang berstatus sebagai negara maju tentu saja mereka hanya dituntut menyesuaikan diri (beradaptasi) dengan negara-negara yang lain.

Akan tetapi bagi negara kita ? negara yang berstatus masih negara berkembang ? tentu saja menuntut segala bidang serta pihak untuk meningkatkan segala sektor negara baik politik, ekonomi, pendidikan maupun Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK).

Peningkatan sektor tersebut tentunya dilakukan dengan berbagai tidakan untuk membangun bangsa kita ini. Dalam upaya pembangunan bangsa unsur terpentingnya ialah sumber daya manusia. Oleh karenanya pembangunan manusia yang seutuhnya diwujudkan dengan sebaik-baiknya sehingga diperlukan pendekatan-pendekatan yang baik.

Untuk pembentukan manusia tersebut pendidikan merupakan sarana utama yang dianggap sebagai suatu wadah atau tempat untuk memberikan berbagai wawasan serta ilmu yang tentu saja dilakukan untuk menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas.

Kebutuhan akan pendidikan menengah sendiri tidak dapat dipungkiri bahwa hal tersebut merupakan hak setiap warga negara. Sebagaimana yang tertulis di dalam UUD’45 pasal 31 ayat (1) secara tegas menyebutkan bahwa :

Tiap-tiap warga negara berhak mendapat pengajaran.

Penyelenggaraan kegiatan pendidikan mengengah sendiri sudah dijalankan sesuai hukum yang berlaku. Dengan kata lain dasar-dasar hukum yang digunakan untuk kebijakan pendidikan menengah yaitu UUD 1945 Pasal 31 UUD 1945, UU No. 20 Tahun 2003 Pasal 18 ayat 1- 4, UU No. 20 Tahun 2003 Bab IV Pasal 5 ayat 1.

Dalam UU No. 20 Tahun 2003 Pasal 18 ayat 3 dijelaskan bahwa bentuk dari pendidikan menengah ialah :

Pendidikan menegah berbentuk Sekolah menegah Atas (SMA), Madrasah Aliyah (MA), Sekolah menegah Kejuruan (SMK), dan Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK), atau bentuk lain yang sederajat.

Pendidikan menengah yang diselenggarakn setelah pendidikan dasar  yaitu suatu pendidikan yang memiliki kemampuan berinteraksi secara produktif dengan lingkungan sosial, budaya, dan alam sekitar dan atau melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.

Proses pembelajaran pada pendidikan menengah sendiri memiliki karakateristik memperiapkan semua peserta didiknya untuk mampu menghadi pendewasaan diri dalam aspek akademik maupun kesiapan menguasai ketrampilan hidup yang dituntut oleh dunia kerja.

Kurikulum pendidikan menengah menurut UU Sisdiknas Pasal 36 dirancang sesuai jenjang pendidikan yang meliputi:

  1. Peningkatan iman dan takwa
  2. Peningkatan akhlak mulia
  3. Peningkatan potensi, kecerdasan, dan minat peserta didik
  4. Keragaman potensi daerah dan lingkungan
  5. Tuntutan pembangunan daerah dan nasional
  6. Tuntutan dunia kerja
  7. Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni
  8. Agama
  9.  Dinamika perkembangan global
  10. Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan

Demikian artikel yang membahas mengenai Pendidikan Menengah, Sistem Pendidikan Nasional, Kurikulum Pendidikan Menengah. Semoga artikel ini dapat bermanfaat sebagai bahan acuan refrensi anda.

Artikel Yang Terkait:

Incoming search terms: