Beasiswa Sistem Pendidikan Tinggi

Beasiswa Pendidikan Tinggi
Beasiswa Pendidikan Tinggi

Beasiswa Pendidikan Tinggi~  Wujud semakin menyempitnya kesenjangan ekonomi yang terjadi dalam dunia pendidikan khususnya pada perkuliahan semakin terbukti dengan semakin maraknya beasiswa yang diberikan kepada mahasiswanya dengan secara tidak cuma-cuma.

Sebut saja salah satu program beasiswa yang diberikan ialah Bidik Misi, beasiswa tersebut diberikan kepada mahasiswa yang memiliki potensi dan tergolong pada kondisi ekonomi yang terbilang kurang mampu. Beasiswa tersebut resmi diluncurkan pada tahun 2010.

Dengan beasiswa tersebut mahasiswa akan dapat kuliah dengan lancar tanpa harus memikirkan hal yang mengganjal mengenai keuangan untuk kuliahnya. Apalagi ada tunjangan hidup yang diberikan kepada mahasiswa penerima beasiswa yang berkisar antara RP. 600.000,00 ,- tiap bulannya.

Akan tetapi pada saat ini yang kebanyakan perguruan tinggi negri saja yang mendapat beasiswa, dengan semakin meningkatnya reputasi yang dimiliki oleh perguruan tinggi swasta membuat perguruan tinggi tersebut memiliki hak untuk memberikan kewajibannya kepada mahasiswa berpotensi yang kurang mampu lewat beasiswa tersebut.

Telisik saja salah satu Universitas terbaik di Surabaya yaitu Universitas Airlangga memberikan kuota untuk beasiswa tersebut dengan kuota yang terbilang fantastik yaitu mencapai dua ribu.

Hal ini diadakan mengingat semakin sulitnya lulusan SMA sederajat melanjutkan kembali untuk kuliah. Tujuan bantuan beasiswa sendiri ialah sebagai suatu bantuan bagi penerima hak yang dianggap mampu memberikan sumbangsih yang positif kelak untuk negara ini.

Akan tetapi kita mungkin sedikit lupa dengan tujuan dari pemberian beasiswa tersebut, sehingga kita menjadi meremehkan apa yang telah menjadi kewajiban kita yaitu dengan belajar yang segiat-giatnya dan melakukn perubahan yang besar kearah yang lebih positif.

Dalam pemberian beasiswa sendiri juga memiliki jenis-jenis tersendiri dan dalam bentuk berbagai program. Adapun macam-macam beasiswa yang ada pada perguruan tinggi, sebagai berikut:

  1. Beasiswa Pendidikan Pascasarjana (BPP) Dalam Negeri
  2. Beasiswa Pendidikan Pascasarjana (BPP) Luar Negeri
  3. Beasiswa Tanpa Gelar (non-degree) Dalam Negeri
  4. Beasiswa Tanpa Gelar (non-degree) Luar Negeri

Program beasiswa Dikti lebih memfokuskan pada peningkatan kapasitas dan kualitas SDM sesuai juga dengan UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Adapun tujuan pemberian beasiswa:

  1. Memberi kesempatan kepada dosen dan calon dosen serta tenaga kependidikan Perguruan Tinggi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
  2. Meningkatkan Sumber Daya Manusia Perguruan Tinggi Indonesia yang berkualitas dan memperoleh pengakuan internasional .
  3. Meningkatkan peran dosen dan tenaga kependidikan dalam rangka peningkatan mutu Perguruan Tinggi di Indonesia.

Demikian artikel yang berisi tentang Beasiswa Perguruan Tinggi, Macam-Macam Beasiswa Perguruan Tinggi, Pengembangan Perguruan Tinggi, Tujuan Pemberian Beasiswa. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi anda.

Artikel Yang Terkait:

Pendayagunaan Akademisi Sarjana

Sarjana MendidikPendidikan Tinggi~ Gelar kesarjanaan yang diperoleh oleh seseorang dari penempuhan pendidikan yang dilalui dengan tidak mudah mungkin akan menjadi salah satu kebanggaan tersendiri bagi mereka. Apalagi ditambah dengan jalur-jalur beasiswa pendidikan yang dapat diikuti jika memiliki prestasi yang lebih.

Dengan segenap motivasi yang dilahirkan dari dalam diri seseorang akan lebih memiliki usaha yang kuat, giat, dan kuat lagi untuk memandang masa depan dari arah yang sejajar dengan mata. Dengan harapan penuh akan cita-cita segala hambatan akan diterpa sedemikian rupa.

Akan tetapi jika semuanya telah mampu diwujudkan, apa kontribusi yang mereka berikan ? terutama pada sarjana-sarjana yang berlatar belakang pendidikan, apa yang mereka berikan pada bumi pertiwi ini ? tentu jelas padat dan singkat, mereka akan berdiri dan kembali mencapai segenap tujuan pendidikan yang ada.

Dengan harapan yang pasti, tekat yang kuat sarjana akan menjadikan dirinya berguna untuk sesama, mereka akan satu misi dengan pemerintah yang saat ini dengan giat mengadakan berbagai program untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Tercatat sebanyak 13.877 pendaftar peserta SM-3T yaitu Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal, 3.173 lolos pada tahap tes yang dilakukan secara online. Pada tes ini terhitung sebagai angkatan ke IV yang selanjutnya akan mengikuti tahap wawancara.

Dalam program ini mendapatkan peningktan jumlamlah peserta yang ada, pada tahun 2013 tercatat sebanyak 12.02 yang mengalami peningkatan sebanyak 13.877 peserta pada tahun ini. Peningkatakn yang terjadi ini disebabkan oleh bertambahanya pengetahuan masyarakat akan program SM-3T.

Denngan slogan “Mari Kita Maju Bersama Mencerdaskan Indonesia Menjadi Sarjana Mendidik Bangsa Menujulah yang Terdepan Gapai Mereka yang Terluar”, diharapkan mampu mewujudkan segala nilai, cita-cita, dan harapan segala bangsa yang ada.

Pengertian Sarjana

Mungkin sebagain dari kita masih awam mendengar arti kata sarjana, yang jika diartikan lebih luasnya lagi hanya sebagai seseorang yang telah lulus dari universitas. Padahal jika ditelisik dengan baik pengertian sarjana tidak hanya sebatas itu saja.

Sarjana merupakan gelar yang diberikan kepada seseorang ketika telah berhasil menyelesikan berbagai studinya di bangku perkuliahan pada program Strata 1 atau S1. Gelar yang didapat nantinya akan menjadi salah satu jembatan selanjutnya untuk mendapatkan suatu pekerjaan.

Ada yang berpendapat juga bahwa sarjana merupakan salah satu jembatan terciptanya sebuah lapangan kerja yang baru. Hal tersebut ternyata banyak mendapatkan dukungan penuh, mengapa demikian ? karena bayangkan saja banyaknya universitas yang ada di Indonesia yang tiap tahunnya melepas mahasiswa lalu, dengan jumlah yang banyak mengalami penumpukan.

Dari hal tersebut akan melahirkan suatu masalah yang sangat kompleks, karena begitu banyaknya lulusan sarjana yang ada akan tetapi kurangnya lapangan kerja yang tersedia. Sehingga disarankan agar setiap mengenyam pendidikan diamanapun khususnya di Universitas seseorang harus mampu menciptakan lapangan kerja ketika lepas dari universitas tersebut.

Demikian artikel yang membahas mengenai Program Pendidikan, Beasiswa Pendidikan, Tujuan Pendidikan, Pengertian Sarjana, Permasalahan Lapangan Kerja. Semoga artikel yang Kami sajikan mampu memberikan wawasan untuk Anda.

Artikel yang Terkait:

Kebijakan UKT Pendidikan Tinggi Yang Semakin Memadai

Pendidikan TinggiPendidikan Tinggi~ Sumber daya alam yang secara perkembangan jaman dituntut untuk lebih baik untuk menanggapi adanya oersaingan global pada abad 21 ini. Tentu saja dalam persaingan global tersebut sumber daya manusia yang ada dituntut memiliki kualitas yang dapat dikatakan jauh melebihi rata-rata standart yang telah ditentukan.

Berbicara masalah pendidikan, tentu saja kita akan mengenal banyak sekali kegiatan yang pada dasarnya memiliki tujuan mengembangkan pribadi masing-masing seseorang . dalam pendidikan hal utama yang sering kita lakukan adalah belajar, jika dahulu belajar hanya sebatas dengan menggunakan buku sebagai sumber dari ilmu pengetahuan pada zaman yang serba modern ini teknologi pun masuk kedalam dunia pendidikan.

Teknologi yang seringkali digunakan dalam dunia pendidikan ada umumnya adalah ineternet. Coba ingat-ingat kembali ketika kita akan mendaftar pada sebuah sekolah, perguruan tinggi atau pendidikan lainnya, lembaga tersebut memperuntukkan calon siswa atau mahasiswa mendaftar melalui internet atau yang lebih sering disebut dengan pendaftaran online.

Sebut saja beberapa tahun belakangan ini dunia pendidikan khususnya pendidikan tinggi menggunakan teknologi tersebut dalam kegiatan primernya. Milai dari pendaftaran, pemberian tugas, pengumpulan tugas dan yang lainnya. Dari kegiatan yang dilakukan oleh pendidikan tinggi tentu saja berdasarkan kebijakan yang telah ditentukan sebelumnya.

Berbicara masalah kebijakan sebenarnya dunia peendidikan khsusunya pendidikan tinggi telah mencanangkan berbagai kebijakan sebagai acuan pelaksanaan kegiatan yang ada dalam pendidikan tersebut. Misalnya saja pada uang kuliah tungal yang ada pendidikan tinggi yang mengikuti perkembangan zaman sudah semakin memadai.

Mengapa dikatakan dmeikian ? karena dalam pendidikan tinggi uang kuliah tunggal atau UKT elah disesuaikan berdasarkan kondisi ekonomi mahasiswa yang ada pada perguruan tinggi, khsusunya yang saat ini sedang marak adalah beasiswa Bidik Misi untuk akedemisi yang kurang mampu. Dari sini disadari bahwa pemerintah pun telah menyadari pentingnya pendidikan tinggi tidak hanya untuk mereka yang memiliki ekonomi atas tapi juga untuk mereka yang memiliki ekonomi bawah.

Dalam kebijakan UKT yang telah berlaku pada dasarnya telah ditentukan pada awal masuk perkuliahan sampai dengan kelulusan mahasiswa tersebut. Akan tetapi kini kebijakan UKT yang ada pada perguruan tinggi lebih memadai. Mahasiswa yang masuk dalam perguruan tinggi telah memiliki ketentuan UKTnya pada awal masuk, akan tetapi ketika ditengan jalan kondisi ekonomi mahasiswa tersebut menurun, akan diadakan pengajuan persyaratan pengurangan UKT dengan syarat yang telah ditentukan.

Adapun maksud dari syarat yang telah ditentukan tadi adalah mengajukan permohonan ke pihak kampus. Dewan kampus dengan izin Dikti akan mengatur ulang mekanisme perubahan bagi mahasiswa yang mengalami kondisi seperti itu. Namun perguruan tinggi diberikan kebebasan untuk membuat mekanisme sendiri mengenai perubahan UKT jika ada perubahan ekonomi dari mahasiswanya.

Jika masih belum ada respon positif yang ditunjukkan oleh perguruan tinggi, mahasiswa dapat emngirimkan surat permohonan pada Dikti Kemdikbud yang pada ahirnya Dikti akan memberikan rekomendasi nama mahasiswa tersebut ke Pembantu Rektor II di perguruan tinggi bersangkutan. Di setia program studi perguruan tinggi negeri mahasiswa dapat membayar UKT sebesar 0- Rp 500.000,00 ,-.

Demikian artikel yang membahas kebijakan Pendidikan Tinggi, Kebijakan Uang Kuliah Tunggal, Ketentuan Ditjen Pendidikan Tinggi. Semoga artikel yang Kami sajikan mampu memberikan wawasan yang luas untuk Anda.

Artikel yang Terkait:

Internet Sebagai Sumber Informasi Dan Sebagai Akses Utama Pengumuman SBMPTN 2014

SBMPTN 2014SBMPTN 2014~ Jenjang pendidikan tinggi yang sekian lama mengalami perkembangan yang sangat pesat tentu saja disebabkan oleh berbagi faktor yang ada. Dalam dunia pendidikan tentu saja faktor pendukung utamanya ialah teknologi.

Contohnya saja pada pelaksanaan Seleksi Bersama Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negri atau SBMPTN 2014 yang secara serentak digelar pada tanggal 17 Juni 2014 di berbagai wilayah. Sebelum pelaksanaan SBMPTN 2014 pertama-tama yang dilakuakan oleh peserta adalah melakukan pendaftaran, yang dilakukan secara online. Dari sini dapat dilihat bahwa awal muasal dari pelaksanaan SBMPTN 2014 adalah dengan menggunakan teknologi internet.

Dari penelusuaran yang terkait sebelum diadakannya pendaftaran SBMPTN 2014, tentu saja banyak dari peserta yang mengakses serta mencari berbagai informasi yang ada dari google kapan, bagaimana, dimana pelaksanaan pendaftaran maupun ujian SBMPTN 2014 akan berlangsung. Hal tersebut juga menunjukkan bahwa pendidikan tinggi atau peserta juga menggunakan teknologi internet sebagai sumber informasi.

Setelah ujian yang hanya memakan waktu satu hari tersebut telah dilakukan secara prosedur, sistem penilaian akan dilakukan juga berdasarkan teknologi yang ada. Bayangkan saja sebanyak 664.509 peserta yang ikut dilakukan penilaian secara manual ? Apa yang terjadi ? jelas saja akan memakan waktu yang sangat lama.

Hingga sampai pada tahap pengumuman yang akan dlaksanakan serentak tanggal 16 Juli 2014, sumber informasi yang akan digunakan masih tetap sama yaitu teknologi internet yang ada. Peserta yang mengikuti SBMPTN 2014 dapat mengaksesnya di laman resmi SBMPTN 2014 http://www.sbmptn.or.id pada pukul 17.00.

Sumber Informasi Calon Mahasiswa Memilih Tempat Studi

Kehadiran teknologi informasi dan komunikasi banyak membawa perubahan pula pada penggunaan media komunikasi di kalangan siswa. Mereka mulai banyak mengakses media baru ini pada saat mencari informasi untuk menentukan pilihan studi lanjut selepas SMA. Internet menjadi alternatif pilihan yang dipergunakan calon mahasiswa ketika mencari informasi.

Penggunaan internet dengan melihat pada  web site perguruan tinggi dapat dijadikan sumber rujukan yang relevan dan akurat mengenai pendidikan yang diselenggarakan. Hal ini dikarenakan perguruan tinggi umumnya sekarang ini sudah memiliki situs resmi yang bisa diakses semua pihak yang ingin mengetahui seluk beluk perguruan tinggi yang bersangkutan. Bahkan dalam hal memerlukan informasi yang cepat dalam waktu singkat, internet dapat dioptimalkan pemanfaataannya.

Pemanfaatan Sumber Informasi Saat Memilih Tempat Studi

Menggunakan internet untuk keperluan mencari informasi tentang kampus dikarenakan tidak mendapatkan informasi dari sekolah melalui guru bimbingan dan konseling. Hal ini disebabkan sekolah yang bersangkutan kemungkinan tidak mendapatkan penyebaran brosur atau leaflet dari kampus yang dibutuhkan informan, sehingga informan merasa perlu berinisiatif mencari sendiri melalui jalur lain yang memungkinkan untuk dapat diaksesnya informasi tersebut.

Kondisi ini menandakan bahwa keinginan mencari informasi mengenai perguruan tinggi dalam rangka studi lanjut belum menjadi prioritas pertama dan utama melalui internet. Pemuasan keinginan akan hiburan dan pertemanan lebih diutamakan. Bagi informan yang mencari informasi mengenai perguruan tinggi melalui internet, umumnya yang ingin diketahui meliputi fasilitas pendidikan yang dimiliki, gedung perkuliahan, biaya pendidikan yang ditawarkan.

Artikel yang Terkait:

Incoming search terms:

Sistem Pendidikan Tinggi Di Indonesia

Sistem Pendidikan Tinggi
Sistem Pendidikan Tinggi

Sistem Pendidikan Tinggi~  Kesempatan untuk mendapatkan pendidikan merupakan hak tiap warga negara. Sehingga semua warga negara dapat mengenyam pendidikan yang diinginkannya tanpa memandang jenis kelamin, agama, suku, ras, latar belakang sosial dan tingkat kemampuan ekonomi, kecuali untuk satuan pendidikan yang bersifat khusus.

Pendidikan yang tersedia untuk semua individu tersedia dalam berbagai macam pendidikan yang diinginkannya yaitu pendidikan formal maupun pendidikan nonformal. Namun dengan itu pada saat ini disediakan pula pendidikan yang dilaksanakan sebelum memasuki pendidikan sekolah yaitu pendidikan prasekolah.

Jika seseorang telah menyelesaikan pendidikan dasar, pertama, menengah akan dilanjutkan kembali pada jenjang yaitu pendidikan tinggi. Pendidikan tinggi sendiri merupakan jalur yang disediakan untuk memenuhi kebutuhan wawasan yang lebih luas.

Penyelenggaraan pendidikan tinggi sendiri bertujuan untuk mempersiapakn peserta didik dalam memasuki dunia karir serta menyiapkan peserta didik untuk dapat berinteraksi dan hidup dengan baik di dalam masyarakat.

Sistem pendidikan tinggi diharapkan mampu memudahkan seseorang menuntut pendidikan tinggi sesuai dengan bakat, minat dan tujuannya, meskipun dengan tetap mempertahankan persyaratan – persyaratan pendirian program studi yang bersangkutan.

Tujuan pendidikan tinggi diatur dalam pasal 2 Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 1999 adalah sebagai berikut :

  1. Menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademik dan/atau profesional yang dapat menerapkan, mengembangkan dan/atau menciptakan ilmu pengetahuan teknologi dan/atau kesenian.
  2. Mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi dan/atau kesenian serta mengupayakan penggunaannya untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat dan memperkaya kebudayaan nasional.

Kegiatan yang dilakukan kepada peserta didik merupakan suatu kegiatan yang bertujuan untuk memajukan perkembangan peserta didiknya. Kegiatan untuk memajuakan peserta didik tersebut dapat dilakukan dengan kegiatan seperti melakukan ujian, tugas, pengamatan oleh dosen.

Dari kegiatan tersebut dapat ditarik sebuah nilai yang jelas saja dilakukan dengan cara berkala, sehingga selain memperhatikan hasil ujian, penilaian keberhasilan belajar mahasiswa dapat juga didasarkan atas penilaian pelaksanaan tugas serta keikutsertaan dalam seminar, penulisan makalah, praktikum, pembuatan laporan, pembuatan rancangan atau tugas lain serta hasil pengamatan.

Ujian dapat diselenggarakan melalui ujian semester, ujian akhir program studi, ujian skripsi, ujian tesis, dan ujian disertasi. Untuk bidang – bidang tertentu penilaian hasil belajar program sarjana dapat dilaksanakan tanpa ujian skripsi. Penilaian hasil belajar dinyatakan dengan huruf A,B,C,D, dan E yang secra berturut – turut bernilai 4,3,2,1, dan 0. Pelaksanaan ketentuan ujian diatur oleh senat masing – masing perguruan tinggi.

Ujian akhir program studi suatu program sarjana dapat terdiri atas ujian komprehensif atau ujian karya tulis, atau ujian skripsi.

Demikian artikel yang membahas mengenai Pendidikan Perguruan Tinggi, Tujuan Pendidikan Perguruan Tinggi, Satuan Pendidikan Perguruan Tinggi. Semoga artikel kali ini dapat bermanfaat sebagai bahan acuan refrensi anda.

Artikel Yang Terkait:

 

Incoming search terms: