Tujuan Pendidikan Tinggi Menurut Undang-Undang

Tujuan Pendidikan Tinggi
Tujuan Pendidikan Tinggi

Tujuan Pendidikan Tinggi~ Seperti yang telah diketahui bahwa pendidikan merupakan hal yang sangat penting bagi peningkatan taraf kehidupan, sudah selayaknya masyarakat mengedepankan pendidikan sebagai salah satu unsur yang ada dalam diri kita.

Pendidikan sendiri dilihat dari pengertiannya bahwa pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan sebuah proses belajar mengajar agar peserta didik menjadi aktif dan berkembang dalam mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.

Pendidikan tinggi adalah jenjang pendidikan setelah pendidikan menengah yang mencakup program sarjana, magister, doktor, dan spesialis yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi.

Perguruan tinggi adalah satuan pendidikan penyelenggara pendidikan tinggi. Peserta didik perguruan tinggi disebut mahasiswa, sedangkan tenaga pendidik perguruan tinggi disebut dosen.

Dalam hal ini perlu diketahui kembali bahwa perguruan tinggi telah dibedakan menurut pengelolahnya yaitu:

  1. Perguruan tinggi negeri adalah perguruan tinggi yang pengelolaan dan regulasinya dilakukan oleh Negara.
  2. Perguruan tinggi swasta, adalah perguruan tinggi yang pengelolaan dan regulasinya dilakukan oleh swasta.

UU 2 tahun 1989, pasal 16, ayat (1) tentang pendidikan tinggi telah dijelaskan bahwa :

Perguruan tinggi merupakan kelanjutan pendidikan menengah yang diselenggarakan untuk mempersiapkan peserta didik untuk menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademis dan profesional yang dapat menerapkan, mengembangkan dan menciptakan ilmu pengetahuan, teknologi dan kesenian.

Sedangkan dalam PP 30 Tahun 1990, pasal 1 Ayat 1 menjelaskan pendidikan tinggi bahwa :

Pendidikan tinggi adalah pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi dari pada pendidikan menegah di jalur pendidikan sekolah.

Disini tujuan pendidikan tinggi sendiri merupakan sesuatu hal yang baik untuk dicapai dalam memajukan kehidupan bangasa. Adapun tujuan dari pendidikan tinggi ialah sebagai berikut:

  1. Mempersiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademik dan profesional yang dapat menerapkan, mengembangkan dan menciptakan ilmu pengetahuan, teknologi dan kesenian.
  2. Mengembangkan dan menyebar luaskan ilmu pengetahuan, teknologi dan kesenian serta mengoptimalkan penggunaannya untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat dan memperkaya kebudayaan nasional ( UU 2 tahun 1989, Pasal 16, Ayat (1) ; PP 30 Tahun 1990, Pasal 2, Ayat (1) ).

Demikian artikel yang membahas mengenai Pendidikan Perguruan Tinggi, Jenis Perguruan Tinggi, Tujuan Perguruan Tinggi. Semoga artikel ini dapat bermanfaat sebagai bahan refrensi anda.

Artikel Yang Terkait:

Incoming search terms:

Perkembangan Pendidikan Tinggi Di Indonesia

Perkembangan Pendidikan Tinggi
Perkembangan Pendidikan Tinggi

Perkembangan Pendidikan Tinggi~ Dengan warna-warni yang selama ini disumbangkan oleh dunia pendidikan terhadap kehidupan bangsa, masih belum bisa dikatakan bahwa dunia pendidikan kita berprestasi di atas rata-rata. Mungkin juga perkembangan dunia pendidikan kita dapat dibilang standart.

Meskipun dalam Undang – Undang Sistem Pendidikan Nasional 2003 telah dinyatakan bahwa :

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, ahklak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat bangsa dan negara.

Hal tersebut masih belum bisa dikatakan sebagai acuan atau pedoman untuk menghasilakan sumber daya manusia yang memiliki kualitas terbaik, akan tetapi dengan dikeluarkannya pernyataan tersebut dapat menjadi suatu upaya untuk menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas.

Dalam pendidikan yang ditempuh tiap-tiap individu, harus memiliki unsur-nsur yang menjadikan sumber daya manusia tersebut dapat berkembang dengan baik, tak terkecuali dalam perguruan tinggi.

Perguruan tinggi yang dianggap sebagai institusi yang tidak hanya bernuansa memberikan penelitian serta pendidikan saja, juga harus memberikan bahkan membentuk suatu sikap serta sikap individu dalam bertindak secara mandiri. Hal yang dijelaskan tadi dapat berupa menghindari segala tindakan kekerasan (violence) seperti aksi pemukulan atau penganiayaan dan tindakan ketidak jujuran akademis (academic dishonesty) seperti kasus penjiplakan(plagiarism), perjokian, dan cheating.

Pendidikan tinggi yang dapat ditempu dengan berbagai macam jalur serta berbagai gelar yang didapat juga mengalami pasang surut pendidikan. Berbagai isu-isu yang mampu serta memiliki dampak negatif maupun positif terhadap perkembangan pendidikan itu sendiri meliputi kualitas pendidikan tinggi, isu universitas perintis, polemikteaching university vs research university, konversi IKIP menjadi universitas dan isu otonomi perguruan tinggi yang ditandai dengan diberinya status perguruan tinggi berbadan hukum (PTBH) bagi UI,ITB,UGM dan IPB sebagai implementasi PP Nomor 61 tahun 1999.

Perkembangan pendidikan tinggi di Indonesia ternyata juga banyak didukung oleh partisipasi aktif perguruan tinggi swasta yang jumlahnya jauh lebih banyak dari jumlah perguruan tinggi negeri.

Hal tersebut dibuktikan dengan berbagai akreditas yang telah dicapai oleh perguruan tinggi swasta di Indonesia seperti Univ Nomensen Medan, Univ Bung Hatta Padang, UMI Makassar, Univ 45, Univ Klabad Manado, STIE/STISIPOL Panca Bakti Palu, Unisa Palu dan Unismuh Palu.

Demikian artikel yang membahas mengenai Perkembangan Pendidikan Tinggi, Akreditas Universitas Indonesia. Semoga artikel yang sederhana ini dapat dijadikan sebagai bahan acuan refrensi anda.

Artikel Yang Terkait:

Incoming search terms:

Struktur Organisasi Sistem Pendidikan Tinggi

Struktur Organisasi
Struktur Organisasi

Struktur Organisasi~ Sebaiknya dalam berorganisasi kita harus saling menjaga komunikasi antar intusi yang terkait, supaya hubungan antar keduanya berjalan dengan baik dan tidak terjadi hambatan dalam perjalanan berorganisasi. Baik itu hubungan antar organisai lini, organisasi staff, ataupun organisasi fungsional.

Didalam suatu organisasi pimpinan adalah yang mengatur bagaimana berjalannya suatu organisasi yang ia naungi, dia juga mempunyai wewenang untuk membuat peraturan yang harus dipatuhi oleh setiap anggotanya.

Wewenang adalah Hak untuk melakukan sesuatu supaya tujuan yang dimaksud dapat tercapai, dengan wewenang inilah yang nantinya akan mengatur jalanya organisasi tersebut.

Staff Authority (wewenang staff) adalah Hak yang dipunyai oleh para tenaga ahli untuk menyarankan dan memberilan rekomendasi kepada personalia lini.

Line Autority  (wewenang lini) adalah Hak dimana atasan melakukan perintah atas bawahannya secara langsung.

Dan Functional Staff Authority (wewenang staff fungsional) adalah hubungan terkuat yang dapat dimiliki staff dengan satuan-satuan lini.

Keburukan dari struktur organisasi ini adalah :

  1. komunikasi tidak terhubung dengan baik.
  2. banyak terjadi perbedaan pendapat.
  3. mengakibatkan persaingan yang tidak sehat.

Tak berbeda jauh dengan ulasan di atas, perguruan tinggi juga memiliki struktur organisasi yang sistematis. Adapun struktur organisasi perguruan tinggi, meliputi:

A. Susunan Organisasi Kementerian Pendidikan Nasional terdiri atas:

  1. Wakil Menteri Pendidikan Nasional;
  2. Sekretariat Jenderal;
  3. Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal, dan Informal;
  4. Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar;
  5. Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah;
  6. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi;
  7. Inspektorat Jenderal;
  8. Badan Penelitian dan Pengembangan;
  9. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa;
  10. Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan;
  11. Pusat Teknologi Komunikasi dan Informasi;
  12. Pusat Informasi dan Hubungan Masyarakat;
  13. Pusat Data dan Statistik Pendidikan;
  14. Staf Ahli Bidang Hukum;
  15. Staf Ahli Bidang Sosial dan Ekonomi Pendidikan;
  16. Staf Ahli Bidang Kerja Sama Internasional;
  17. Staf Ahli Bidang Organisasi dan Manajemen; dan
  18. Staf Ahli Bidang Budaya dan Psikologi Pendidikan.

B. Susunan Organisasi Dan Tata Kerja Direktorat Pendidikan Tinggi

Pasal 419

Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi dipimpin oleh seorang Direktur Jenderal yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Pendidikan Nasional.

Pasal 422

  1. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi terdiri atas:
  2. Sekretariat Direktorat Jenderal;
  3. Direktorat Kelembagaan dan Kerja Sama; ( sebelumnya bernama Direktorat Kelembagaan )
  4. Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan; ( sebelumnya bernama Direktorat Akademik )
  5. Direktorat Pendidik dan Tenaga Kependidikan; dan ( sebelumnya benama Direktorat Ketenagaan/Ditnaga )
  6. Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat. (sebelumnya bernama Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat/DP2M)

C. Sekretariat Direktorat Jenderal

Pasal 424

Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi:

  1. koordinasi penyusunan kebijakan, rencana, program, dan anggaran di bidang pendidikan tinggi;
  2. koordinasi pelaksanaan tugas di bidang pendidikan tinggi;
  3. pengelolaan data dan informasi di bidang pendidikan tinggi;
  4. koordinasi pelaksanaan tugas dan kerja sama di bidang pendidikan tinggi;
  5. pengelolaan keuangan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi;
  6. penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan dan kajian hukum di lingkungan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi;
  7. pelaksanaan urusan organisasi dan tata laksana di lingkungan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi;
  8. pengelolaan kepegawaian di lingkungan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi koordinasi enyusunan bahan informasi dan publikasi serta hubungan masyarakat di bidang pendidikan tinggi;
  9. pengelolaan barang milik negara di lingkungan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi; dan
  10. pelaksanaan urusan ketatausahaan dan kerumahtanggaan di lingkungan Direktorat Jenderal Pendidika Tinggi

D. Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas:

  1. Bagian Perencanaan dan Penganggaran;
  2. Bagian Informasi dan Pelaporan;
  3. Bagian Hukum dan Kepegawaian; dan
  4. Bagian Umum.

Demikian artikel yang membahas mengenai Struktur Organisasi, Keburukan Struktur Organisasi, Struktur Organisasi Perguruan Tinggi. Semoga artikel ini dapat bermanfaat sebagai bahan acuan refrensi anda.

Artikel Yang Terkait:

Incoming search terms:

Pengertian Perguruan Tinggi Menurut Para Ahli

Perguruan Tinggi
Perguruan Tinggi

Perguruan Tinggi~  Tahukah anda, bahwa perguruan tinggi merupakan sebuah institusi yang sangat memiliki peran yang luas ato makro dalam pengembangan kualitas sumber daya yang berkualitas jauh diatas rata-rata.

Keberadaan sumber daya manusia sendiri sangat penting keberadaannya karena manusialah yang dianggap paling memiliki bakat, kreatifitas, karya, dorongan, dan tentu saja peran yang nyata. Dalam perguruan tinggi juga berlaku seperti itu tanpa adanya manusia perguruan tinggi tidak mungkin dapat bergerak menuju sesuatu apa yang diinginkannya.

Peraturan Pemerintah No.60 tahun 1999 tentang Pendidikan Tinggi, menjelaskan bahwa perguruan tinggi merupakan:

pendidikan pada jalur pendidikan sekolah pada jenjang yang lebih tinggi daripada pendidikan menengah di jalur pendidikan sekolah.

Saat ini UUD 1945 dan peraturan lainya atau dengan slogan mencerdaskan kehidupan bangsa adalah alasan yang cukup tepat dan banyak diutarakan oleh berbagi perguruan tinggi di indonesia.

Fakta yang tragis yang kita alami saat ini, banyak perguruan tinggi yang berdiri dengan sumber daya seadanya tanpa harus melihat kembali kebijakan serta peraturan yang ditetapkan oleh pemerintah.

Begitu juga pemerintah terkait terkadang memberikan ijin mendirikan sebuah PT yang sesungguhnya belum memenuhi syarat minimal untuk sebuah PT sesuai aturan yang berlaku saat itu.

Ironisnya lagi banyak perguruan tinggi yang berdiri dan memberikan berbagai fasilitas-fasilitas tanpa harus berstatus terdaftar secara benar sebagaimana UU yang berlaku yaitu setiap seluruh PT baik Negeri maupun Swasta harus terdaftar di Direktorat Perguruan Tinggi Kementrian Pendidikan Nasional karena dianggap sebagai aset daerah yang berharga.

Oleh sebabnya sebagai manusia yang berwawasan luas seharusnya kita lebih membertimbangkan bagaimana hasil yang didapat dari sebuah perguruan tinggi yang memberikan begitu banyak fasilitas akan tetapi untuk mendaftar saja belum mampu ? ini menjadi pertanyaan yang sangat besar.

Sebagai mahasiswa atau calon mahasiswa tentunya pasti harus dan diwajibkan untuk mengetahui profil dari perguruan tinggi tersebut, masing-masing baik dari latar belakang hingga program maupun  kegiatan-kegiatan di kampusnya masing-masing. Apapun kegiatan kampus tentunya sebuah PT memiliki tujuan sebagai lembaga pendidikan tinggi yang objeknya adalah mahasiswa.

Demikian artikel yang membahas tentang Perguruan Tinggi, Tujuan Perguruan Tinggi. Semoga artikel ini dapat bermanfaat sebagai bahan acuan refrensi anda.

Artikel Yang Terkait:

Incoming search terms:

Pengertian Pendidikan Tinggi Menurut Para Ahli

Pendidikan Tinggi
Pendidikan Tinggi

Pendidikan Tinggi~ Pendidikan tinggi merupakan jenjang pendidikan setelah pendidikan menengah yang mencakup program pendidikan diploma, sarjana, magister, spesialis, dan doktor yang diselenggarakan oleh pendidikan tinggi. Pendidikan tinggi diselenggarakan dengan sistem terbuka.

Perguruan Tinggi adalah satuan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan tinggi dan dapat berbentuk akademi, politeknik, sekolah tinggi, institut, atau universitas.

Perguruan tinggi berkewajiban menyelenggarakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Perguruan tinggi dapat menyelenggarakan program akademik, profesi, dan/atau vokasi.

Gelar akademik, profesi, atau vokasi hanya digunakan oleh lulusan dari perguruan tinggi yang dinyatakan berhak memberikan gelar akademik, profesi, atau vokasi.

Penggunaan gelar akademik, profesi, atau vokasi lulusan perguruan tinggi hanya dibenarkan dalam bentuk dan singkatan yang diterima dari perguruan tinggi yang bersangkutan.

Dari pengertian di atas kiranya kita harus paham dengan benar apa sesungguhnya makna dan pengertian yang sebenarnya dari pendidikan sendiri. Oleh karenanya, dalam artikel kali ini Tesisi Pendidikan akan membahas seputar pendidikan.

Pada dasarnya pengertian pendidikan ( UU SISDIKNAS No.20 tahun 2003 ) adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.

Menurut kamus Bahasa Indonesia Kata pendidikan berasal dari kata ‘didik’ dan mendapat imbuhan ‘pe’ dan akhiran ‘an’, maka kata ini mempunyai arti proses atau cara atau perbuatan mendidik.

Secara bahasa definisi pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusiamelalui upaya pengajaran dan pelatihan.

Dari pengertian di atas turut mengundang beberapa ahli untuk mengungkapkan pendapatnya, meliputi sebagai berikut:

1. Pengertian pendidikan menurut Prof. Dr. John Dewey

pendidikan adalah suatu proses pengalaman. Karena kehidupan adalah pertumbuhan, pendidikan berarti membantu pertumbuhan batin tanpa dibatasi oleh usia. Proses pertumbuhan ialah proses menyesuaikan pada tiap-tiap fase serta menambahkan kecakapan di dalam perkembangan seseorang.

2. Pengertian pendidikan menurut Prof. H. Mahmud Yunus

pendidikan adalah usaha-usaha yang sengaja dipilih untuk mempengaruhi dan membantu anak dengan tujuan peningkatan keilmuan, jasmani dan akhlak sehingga secara bertahap dapat mengantarkan si anak kepada tujuannya yang paling tinggi. Agar si anak hidup bahagia, serta seluruh apa yang dilakukanya menjadi bermanfaat bagi dirinya dan masyarakat.

3. Pengertian pendidikan menurut Prof. Herman H. Horn

pendidikan adalah proses abadi dari penyesuaian lebih tinggi bagi makhluk yang telah berkembang secara fisk dan mental yang bebas dan sadar kepada Tuhan seperti termanifestasikan dalam alam sekitar, intelektual, emosional dan kemauan dari manusia.

4. Pengertian pendidikan menurut M.J. Langeveld

pendidikan adalah setiap pergaulan yang terjadi adalah setiap pergaulan yang terjadi antara orang dewasa dengan anak-anak merupakan lapangan atau suatu keadaan dimana pekerjaan mendidik itu berlangsung.

Faktor yang mempengaruhi pendidikan menurut Hasbullah (2001) adalah sebagai berikut :

1.  Ideologi

Semua manusia dilahirkan ke dunia mempunyai hak yang sama khususnya hak untuk mendapatkan pendidikan dan peningkatan pengetahuan dan pendidikan.

2.  Sosial Ekonomi

Semakin tinggi tingkat sosial ekonomi memungkinkan seseorang mencapai tingkat pendidikan yang lebih tinggi.

3.  Sosial Budaya

Masih banyak orang tua yang kurang menyadari akan pentingnya pendidikan formal bagi anak-anaknya.

 4.  Perkembangan IPTEK

Perkembangan IPTEK menuntut untuk selalu memperbaharui pengetahuan dan keterampilan agar tidak kalah dengan negara maju.

5.  Psikologi

Konseptual pendidikan merupakan alat untuk mengembangkan kepribadian individu agar lebih bernilai.

Demikian artikel yang membahas mengenai Pendidikan Perguruan Tinggi, Pengertian Pendidikan, Faktor-Faktor Pendidikan. Semoga artikel ini dapat bermanfaat sebagai bahan acuan refrensi anda.

Artikel Yang Terkait:

Incoming search terms: