Model Pendidikan Karakter

Model Pendidikan
Model Pendidikan

Model Pendidikan~  Pendidikan karakter seniri merupakan hal yang sangat penting untuk mencegah memudarnya jati diri bangsa lewat pembentukan karakter bangsa itu sendiri. Hal tersebut semakin dibuktikan dengan berbagai sosialisasi yang dilaksanakan oleh pemerintah diberbagai lingkungan.

pendidikan karakter seniri harus dikenal diberbagai lingkungan terutama di lingkungan Pendidikan Dasar dan Menengah, di lingkungan Perguruan Tinggi pun tampaknya sedang digelorakan menjadi bagian integral dalam proses perkuliahan.

Dalam hal tersebut tentu saja membutuhkan sebuah model penerapan yang dianggap mampu untuk mengimplementasikan pendidikan karakter tersebut. Model penerapannya dapat berupa model otonomi, model integrasi, model ekstrakulikuler, model kolaborasi. Dalam hal ini yang menjadi acuan utama ialah model integrasi dan model kolaborasi.

Model integrasi seniri merupakan model yang dimana saling mengintegrasikan satu sama lain untuk pelasanaan pendidikan karakter itu sendiri. Pelajaran yang  ditempuh dengan paradigma bahwa semua guru adalah pengajar karakter (character educator). Semua mata pelajaran diasumsikan memiliki misi moral dalam membentuk karakter positif siswa. Dengan model ini maka pendidikan karakter menjadi tanggung jawab kolektif seluruh komponen sekolah.

Sedangkan model kolaborasi merupakan gabungan dari semua model yang telah ada dalam penerapan pendidikan karakter itu sendiri. Langkah yang ada dalam model ini merupakan upaya untuk mengoptimalkan kelebihan setiap model dan menutupi kekurangan masing-masing pada sisi lain.

Dengan kata lain model kolaborasi  merupakan sintesis dari model-model terdahulu. Pada model ini selain diposisikan sebagai mata pelajaran secara otonom, pendidikan karakter dipahami sebagai tanggung jawab sekolah bukan guru mata pelajaran semata. Karena merupakan tanggung jawab sekolah maka setiap aktifitas sekolah memiliki misi pembentukan karakter. Setiap mata pelajaran harus berkontribusi dalam pembentukan karakter dan penciptaan pola pikir moral yang progresif.

Model yang ada di atas dapat diumpamakan wadah yang memberikan ruang gerak pada pendidikan karakter. Selanjutnya agar gerak tersebut efektif dan efisien diperlukan pemilihan metode pembelajaran dalam upaya pembentukan karakter positif dalam diri siswa.

Demikian artikel yang membahas Mengenai Model Pendidikan Karakter, Tipe Kemitraan. Semoga artikel ini dapat bermanfaat sebagai bahan acuan untuk refrensi anda.

Artikel Yang Terkait:

Incoming search terms:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *