Masalah Utama Dunia Pendidikan

Urgensi Pendidikan KarakterKarakter Bangsa~ Dunia pendikan yang kian lama menunjukkan berbagai perkembangan dan pertumbuhan yang memadai pada saat ini menunjukkan berbagai perubahan yang ada. Akan tetapi banyaknya perkembangan dan pertumbuhan yang dialami oleh dunia pendidikan meninggalkan berbagai promblem yang belum terselesaikan.

Rendahnya moralitas bangsa merupakan permasalahan yang sangat kompleks yang saat ini sedang dihadapi oleh seluruh komponen dunia pendidikan. Banyaknya masalah remaja terutama pelajar yang ada saat ini menunjukkan banyak sekali nilai-nilai yang belum tersalurkan.

Sendi-sendi yang ada dalam dunia pendidikan seketika terlemahkan oleh Aksi remaja yang kian brutal. Satu sama lain adu jotos dengan almamater yang masih mereka kenakan, satu sama lainnya saling melukai dengan melupakan bahwa status mereka masih sebagai pelajar yang merupakan harapan utama bangsa.

Lalu apa yang menjadi penyebab rusaknya moral bangsa ? padahal jika ditelusuri dengan baik pemerintah dan segenap komponen yang ada mengupayakan berbagai pendidikan karakter yang layak untu anak bangsa.

Lalu apa yang menyebabkan tidak berfungsinya pendidikan karakter ? tentu saja momok nomor satu yang dihadapai oleh anak bangsa ini adalah lingkungan yang tidak mampu mendukung perkembangan dan pertumbuhan anak secara kondusif.

Jajahan globalisasi yang dirasakan saat ini sangat mempengaruhi pemikiran tiap-tiap anak bangsa. Maraknya budaya seks bebas yang ada dikalangan remaja saat ini dipengaruhi oleh budaya-budaya asing yang salah meletakkan pendidikan.

Selain itu rusaknya jaringan fisik dan psikis akibat peredaran narkoba yang ada pada remaja saat ini menyebabkan banyak pihak merasa resah dengan pertanyaan “dimanakah letak dan fungsi pendidikan saat ini ? “.

Hal serupa dilontarkan oleh berbagai pihak yang emnuntut perbaikan dari sistem yang ada pada pendidikan tanpa memperhatikan sistem internal yang harusnya mereka perbaiki dulu. Yah keluarga merupakan sistem utama yang ada pada tiap-tiap pelajar.

Pendidikan yang diterima oleh anak bangsa tidak hanya mendengarkan berbagai teori yang ada dalam suasana kelas, tidak hanya sekedar memperhatikan dengan jelas kalimat yang ada dalam buku yang ada. Akan tetapi makna dari pendidikan yang sesungguhnya ialah implementasi pendidikan yang sebenar-benarnya.

Lalu agar berhasil apa pihak mana saja yang harus ikut serta dalam mengatasi masalah pendidikan yang ada di bangsa ini ? tentu saja dari segala pihak, keluarga yang menjadi fondasi utama seseoarang mengerti dan menerima ilmu pengetahuan.

Keluarga yang menjadi salah satu pengukuran bentuk sosialisasi sempurna dalam lingkungan sosial, keluarga yang menjadi suatu gambaran dari wajah-wajah tiap anggotanya harus memiliki peran nomor satu dalam perbaikan moral bangsa.

Pendidikan karakter yang notabenenya merupakan suatu pendidikan yang menanamkan nilai-nilai luhur dari pengetahuan dan berbagai norma agamanya yang berlaku sehingga hasil yang dihasilkan akan menjadikan seseorang terampil unggul, dan memiliki kualitas akhlak yang dapat diacungi jempol.

Oleh sebab itu masalah yang ada dalam dunia pendidikan bukan hanya tanggungjawab dari pihak penyelengara pendidikan saja, akan tetapi juga menjadi tanggungjawab bersama antara pihak penerima pendidikan sekaligus komponen yang lainya.

Demikian artikel yang membahas mengenai Masalah Pendidikan, Pendidikan Karakter, Rusaknya Moral Pelajar, Partisipasi Keluarga, Sosialisasi Sempurna, Fungsi Pendidikan, Penerpanan Pendidikan Karakter. Semoga artikel yang Kami sajikan mampu menambah wawasan Anda.

Artikel yang Terkait:

Pengertian Perguruan Tinggi Menurut Para Ahli

Perguruan Tinggi
Perguruan Tinggi

Perguruan Tinggi~  Tahukah anda, bahwa perguruan tinggi merupakan sebuah institusi yang sangat memiliki peran yang luas ato makro dalam pengembangan kualitas sumber daya yang berkualitas jauh diatas rata-rata.

Keberadaan sumber daya manusia sendiri sangat penting keberadaannya karena manusialah yang dianggap paling memiliki bakat, kreatifitas, karya, dorongan, dan tentu saja peran yang nyata. Dalam perguruan tinggi juga berlaku seperti itu tanpa adanya manusia perguruan tinggi tidak mungkin dapat bergerak menuju sesuatu apa yang diinginkannya.

Peraturan Pemerintah No.60 tahun 1999 tentang Pendidikan Tinggi, menjelaskan bahwa perguruan tinggi merupakan:

pendidikan pada jalur pendidikan sekolah pada jenjang yang lebih tinggi daripada pendidikan menengah di jalur pendidikan sekolah.

Saat ini UUD 1945 dan peraturan lainya atau dengan slogan mencerdaskan kehidupan bangsa adalah alasan yang cukup tepat dan banyak diutarakan oleh berbagi perguruan tinggi di indonesia.

Fakta yang tragis yang kita alami saat ini, banyak perguruan tinggi yang berdiri dengan sumber daya seadanya tanpa harus melihat kembali kebijakan serta peraturan yang ditetapkan oleh pemerintah.

Begitu juga pemerintah terkait terkadang memberikan ijin mendirikan sebuah PT yang sesungguhnya belum memenuhi syarat minimal untuk sebuah PT sesuai aturan yang berlaku saat itu.

Ironisnya lagi banyak perguruan tinggi yang berdiri dan memberikan berbagai fasilitas-fasilitas tanpa harus berstatus terdaftar secara benar sebagaimana UU yang berlaku yaitu setiap seluruh PT baik Negeri maupun Swasta harus terdaftar di Direktorat Perguruan Tinggi Kementrian Pendidikan Nasional karena dianggap sebagai aset daerah yang berharga.

Oleh sebabnya sebagai manusia yang berwawasan luas seharusnya kita lebih membertimbangkan bagaimana hasil yang didapat dari sebuah perguruan tinggi yang memberikan begitu banyak fasilitas akan tetapi untuk mendaftar saja belum mampu ? ini menjadi pertanyaan yang sangat besar.

Sebagai mahasiswa atau calon mahasiswa tentunya pasti harus dan diwajibkan untuk mengetahui profil dari perguruan tinggi tersebut, masing-masing baik dari latar belakang hingga program maupun  kegiatan-kegiatan di kampusnya masing-masing. Apapun kegiatan kampus tentunya sebuah PT memiliki tujuan sebagai lembaga pendidikan tinggi yang objeknya adalah mahasiswa.

Demikian artikel yang membahas tentang Perguruan Tinggi, Tujuan Perguruan Tinggi. Semoga artikel ini dapat bermanfaat sebagai bahan acuan refrensi anda.

Artikel Yang Terkait:

Pengertian Pendidikan Karakter Menurut Para Ahli

Pendidikan Karakter
Pendidikan Karakter

Pendidikan Karakter~ Salah satu tujuan nasioanal bangsa yang paling utama ialah mencerdaskan kehidupan bangsa, dalam hal ini dibutuhkan suatu sarana serta prasarana yang dijadikan suatu penyaluran serta dijadikan sebagai ajang terwujudnya tujuan nasioanl bangsa tersebut.

Dalam hal ini pendidikanlah satu-satunya yang menjadi sarana prasarana nomor satu dalam pencapaian tujuan tersebut. Negara sendiri ingin mewujudkan suatu sistem dengan iklim pendidikan nasional yang demokratis dan bermutu guna memperteguh akhlak mulia, kreatif, inovatif, berwawasan kebangsaan, cerdas, sehat, berdisiplin dan bertanggungjawab, berketerampilan serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi dalam rangka mengembangkan kualitas manusia Indonesia.

Akan tetapi dengan era modern serta menjalarnya arus globalisasi membuat sebagian tujuan dari nasional bangsa tersebut menjadi terhambat bahkan dapat dikatakan rusak. Hal tersebut dapat dilihat dengan semakain rusaknya moral serta anak bangsa pada saat ini, terutama moral serta akhlak anak bangsa yang masih duduk dibangku sekolah.

Semakin terjadinya krisis moral serta akhlak yang dihadapai oleh dunia pendidikan tersebut, saat ini pemerintah mencanangkan kembali sistem pendidikan yang berdasarkan akhlak serta penanaman moral yang kuat terhadap peserta didik. Untuk mencegah lebih parahnya krisis akhlak, kini upaya tersebut mulai dirintis melalui pendidikan karakter bangsa.

Dalam hal ini jelas saja pendidikan moral menjadi pendidikan paling utama setelah diadakannya pendidikan karakter untuk mengatasi krisis moral yang sedang terjadi melanda negara kita.

Krisi moral tersebut jelas sekali digambarkan dengan semakinmaraknya pergaulan bebas yang menimpa anak sekolah, maraknya angka kekerasan yang terjadi dikalangan remaja, penyalahgunaan obat-obatan, pornografi, dan perusakan milik orang lain sudah menjadi masalah sosial yang hingga saat ini belum dapat diatasi secara tuntas, oleh karena itu betapa pentingnya pendidikan karakter.

Dalam hal ini Lickona menyebutkan dengan artian yang sederhana mengenai pendidikan karakter, yaitu sebuah pendidikan yang dilakukan untuk memenuhi isi jiwa peserta didik dengan karakter yang bermoral serta berakhlak baik.

Suyanto sendiri yang seorang ahli pendidikan mendefinisikan karakter sebagai cara berpikir dan berperilaku yang menjadi ciri khas tiap individu untuk hidup dan bekerja sama, baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, bangsa, maupun  negara.

Sehingga dari kedua pengertian diatas pendidikan karakter dianggap sangat penting dan sudah sepatutnya mendapat perhatian khusus dari negara ini dalam rangka mewujudkan cita-cita anak bangsa serta menghasilkan generasi muda yang berkualitas.

Pendidikan karakter dapat diartikan sebagai the deliberate us of all dimensions of school life to foster optimal character development yang dapat diartikan sebagai suatu usaha kita secara sengaja dari seluruh dimensi kehidupan sekolah/madrasah untuk membantu pembentukan karakter secara optimal.

Dalam melaksanakan pendidikan yang berkarakter tentu saja dibutuhkan suatu cara atau metode tertentu untuk mewujudkan tujuan dari pendidikan itu sendiri. Metode yang dapat dilakukan dapat berupa metode keteladanan,  metode pembiasaan, dan metode pujian dan hukuman.

Peserta didik yang telah memiliki atau yang telah memahami dengan benar sesungguhnya pendidikan karakter tersebut akan memiliki sikap yang dapat tercermin dengan baik. Dengan kata lain indikator keberhasilan pendidikan berkarakter yang ditinjau dari siswa dapat berupa :

  1. Mengamalkan ajaran agama yang dianut sesuai dengan tahap perkembangan remaja
  2. Memahami kekurangan dan kelebihan diri sendiri
  3. Menunjukkan sikap percaya diri
  4. Mematuhi aturan-aturan sosial yang berlaku dalam lingkungan yang lebih luas
  5. Menghargai keberagaman agama, budaya, suku, ras, dan golongan sosial ekonomi dalam lingkup nasional
  6. Mencari dan menerapkan informasi dari lingkungan sekitar dan sumber-sumber lain secara logis, kritis, dan kreatif

Demikian artikel yang membahas mengenai pengertian Pendidikan Berkarakter, Indikator Keberhasilan Pendidikan Karakter. Semoga artikel ini dapat bermanfaat sebagai bahan acuan refrensi anda.

Arti Penting Pendidikan Kewarganegaraan

Pendidikan Kewarganegaraan
Pendidikan Kewarganegaraan

Pendidikan Kewarganegaraan~  Pada saat ini mungkin banyak masyarakat yang masih kurang menyadari arti penting dari pendidikan kewarganegaraan itu sendiri. Hal tersebut dapat dilihat dengan kacamata yang abstrak bawasannya banyak sekali para pelajar yang menganggap pendidikan atau mata pelajaran kewarganegaraan hanya sekedar teori yang sangat membosankan.

Hal tersebut semakin menguat dengan dampak dari kurangnya pemikiran mengenai arti penting pendidikan kewarganegaraan dengan semakin maraknya tawuran antar pelajar yang saat ini menyedot perhatian publik khusunya di ibu kota.

Dari semua itu muncul tanda tanya besar mengenai pertanyaan, bagaiamana bisa pelajar tersebut dapat melakukan hal itu, apa mereka belum mengerti dengan benar apa makna dari pancasila ? sedangkan mereka sendiri masih dalam masa dimana pendidikan tersebut dapat diberikan.

Apakah masalah tersebut menjadi masalah yang harus dipertanggungjawabkan oleh pihak sekoalah ? tentu jawaban yang lantang adalah tidak. Megapa ? karena pada hakikatnya semua pelajar tidak hanya diberikan sebuah pelajaran yang berarti dalam ruang dan lingkup sekolah, akan tetapi semua pelajar harus dapat menyerap dengan benar pelajaran tersebut di lingkungan dimanapun ia berada.

Hakikat dari pendidikan kewarganegaraan itu sendiri merupakan upaya sadar serta terencana untuk mencerdaskan segala kegidupan bangsa serta menumbuhkan jati diri bangsa serta moral bangsa sebagai suatu dasar pelaksanaan hak dan kewajiban bela negara, demi kelangsungan hidup serta kejayaan bernegara.

Sedangkan tujuan dari pendidikan kewarganegaraan itu sendiri ialah mewujudkan agar warga negara dapat memberikan sikap bela negara yang dilandaskan pada pemahaman politik kebangsaan, dan kepekaan mengembangkan jati diri dan moral bangsa dalam perikehidupan bangsa.

Dalam hal ini dapat diketahui pula standart isi yang diberikan oleh pendidikan kewarganegaraan sebagai acuan serta pedoman terlaksananya pendidikan tersebut. Dalam hal ini pendidikan kewarganegaraan berusaha mengembangkan :

  1. nilai-nilai cinta tanah air;
  2. kesadaran berbangsa dan bernegara;
  3. keyakinan terhadap Pancasila sebagai ideologi negara;
  4. nilai-nilai demokrasi, hak asasi manusia dan lingkungan hidup;
  5. kerelaan berkorban untuk masyarakat, bangsa, dan negara, serta
  6. kemampuan awal bela negara.

Dari sini dapat disimpulakan bahwasannya pendidikan kewarganegaraan merupakan pendidikan yang penting untuk semua bangsa karena dari pendidikan inilah eseorang mampu memahami setiap struktur negara yang ada.

Oleh karenanya, bagi anda yang merasa bagian dari suatu negara berusahalah memiliki rasa cinta terhadap tanah air yang dapat dipupuk melalui pendidikan kewarganegaraan. Sehingga bangsa Indonesia akan menjadi bangsa yang kuat yang mampu mengatasi segala rintangan yang ada.

Demikian artikel yang membahas mengenai Arti Penting Pendidikan Kewarganegaraan, Standart Isi Pendidikan Kewarganegaran. Artikel ini ditulis dengan tujuan dan maksud agar wawasan anda semakin bertambah, dan artikel ini dapat dijadikan sebagai bahan refrensi anda.

Masalah Pendidikan Islam dan Solusinya

Masalah Pendidikan Islam
Masalah Pendidikan Islam

Masalah Pendidikan Islam~  Negara kita, yang mayoritas penduduknya sebagai muslim tentu saja memiliki pemikiran mengenai pentinya pendidikan Islam itu sendiri terutama pendidikan yang akan diberikan kepada generasi penerus bangsa haruslah memiliki kualitas lebih untuk dinia dan akhirat mereka.

Pendidikan Islam yang hakikatnya bersumber pada nilai-nilai ajaran Islam yang sesungguhnya akan dijadikan sebuah pedoman untuk menjalani kehidupan di dunia serta di akhirat kelak.

Namun dengan era globalisasi yang ada membuat pendidikan Islam sendiri mengalami masalah yang dapat dikatakan kompleks mulai dari masalah konseptual-teoritis, hingga permasalahan operasional-praktis.

Masalah-masalah yang tidak terselesaikan dalam pendidikan Islam inilah yang menjadikan pendidikan Islam tertinggal dengan lembaga pendidikan lainnya. Dari segi kuantitatif serta kualitatif pendidikan Islam sebagai pendidikan yang dinomor duakan akan menjadi dampak buruk tersendiri bagi pemeluk agama Islam, yaitu salah satu dampak buruk tersebut ialah semakin maraknya pergaulan bebas dikalangan remaja Islam.

Adapun ketertinggalan pendidikan Islam sendiri dilandasi oleh beberapa faktor yang menjadikan lembaga pendidikan Islam tertinggal jauh dengan lembaga pendidikan lainnya ialah sebagai berikut:

  1. Keterlambatan respon pendidikan Islam akan perkembangan yang terjadi.
  2. Islam kebanyakan masih lebih cenderung mengorientasikan diri pada bidang-bidang humaniora dan ilmu-ilmu sosial ketimbang ilmu-ilmu eksakta semacam fisika, kimia, biologi, dan matematika modern.
  3. Pendidikan Islam tetap berorientasi pada masa silam ketimbang berorientasi kepada masa depan, atau kurang bersifat future oriented.
  4. Sebagian pendidikan Islam belum dikelola secara professional baik dalam penyiapan tenaga pengajar, kurikulum maupun pelaksanaan pendidikannya.

Dalam hal ini ambil saja contoh masalah pendidikan Islam yaitu mengenai problem konseptual- teoritis. Dalam hal ini dijabarkan bahwa pendidikan Islam hanya didasarkan oleh pemahaman pendidikan Islam yang hanya mementingkan aspek kehidupan ukhrawi yang terpisah dengan kehidupan duniawi, atau aspek kehidupan rohani yang terpisah dengan kehidupan jasmani.

Oleh karena itu, akan tampak adanya pembedaan dan pemisahan antara yang dianggap agama dan bukan agama, yang sakral dengan yang profan, antara dunia dan akhirat. Cara pandang yang memisahkan antara yang satu dengan yang lain ini disebut sebagai cara pandang dikotomi.

Pemisahan antar ilmu dan agama hendaknya segera dihentikan dan menjadi sebuah upaya penyatuan keduanya dalam satu sistem pendidikan integralistik. Namun persoalan integrasi ilmu dan agama dalam satu sistem pendidikan ini bukanlah suatu persoalan yang mudah, melainkan harus atas dasar pemikiran filosofis yang kuat, sehingga tidak terkesan hanya sekedar tambal sulam.

Langkah awal yang harus dilakukan dalam mengadakan perubahan pendidikan adalah merumuskan “kerangka dasar filosofis pendidikan” yang sesuai dengan ajaran Islam, kemudian mengembangkan secara “empiris prinsip-prinsip” yang mendasari terlaksananya dalam konteks lingkungan (sosio dan kultural) Filsafat Integralisme adalah bagian dari filsafat Islam yang menjadi alternatif dari pandangan holistik yang berkembang pada era postmodern di kalangan masyarakat barat.

Demikian artikel yang mebahas mengenai Masalah Pendidikan Islam, Solusi Masalah Pendidikan Islam, Faktor Ketertinggalan Pendidikan Islam. Semoga artikel ini dapat bermanfaat sebagai bahan acuan refrensi anda.