Pembelajaran Fisika Dengan Metode Direct Instruction (DI) Ditinjau Dari Kemampuan Awal Matematika Siswa

Pembelajaran Fisika Dengan Metode Direct Instruction (DI) Ditinjau Dari Kemampuan Awal Matematika Siswa Pada Pokok Bahasan Gerak Melingkar Beraturan di SMA

Latar Belakang Masalah

Kenyataan dewasa ini menunjukkan bahwa pengajaran IPA dan Matematika secara terpisah merupakan suatu hambatan bagi siswa untuk menyerap materi pelajaran tersebut secara optimal. Sering terjadi teknik Matematika tertentu sudah diperlukan dalam pengajaran IPA terutama Fisika tetapi belum diajarkan dalam pengajaran Matematika. Bahkan siswa pada umumnya berpendapat bahwa IPA dan Matematika adalah pelajaran yang sulit dikuasai. IPA dan Matematika sebenarnya akan sangat menarik jika keterkaitan kedua pelajaran ini dicermati oleh anak didik.

Fisika merupakan cabang ilmu pengetahuan alam yang mempelajari gejala alam dan interaksinya dengan menerangkan bagaimana gejala-gejala alam tersebut terukur melalui penelitian dan pengamatan. Fisika terdiri dari produk- produk, nilai dan sikap ilmiah. Oleh karena itu, pembelajaran Fisika akan lebih baik apalagi disajikan menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi, misalnya direct intruction. Hal ini bertujuan agar prestasi belajar siswa dapat ditingkatkan.

Pembelajaran Fisika di sekolah-sekolah, masih banyak yang menggunakan matode ceramah. Dengan metode pembelajaran tersebut guru memegang fungsi penting dalam pembelajaran. Kebanyakan siswa merasa bosan pada saat guru ceramah di depan kelas sehingga kegiatan belajar-mengajar tidak berjalan dengan baik. Metode ceramah digunakan karena alasan keterbatasan waktu atau tidak tersedianya fasilitas yang memadai di sekolah. Penggunan metode tergantung pada situasi dan kondisi pada saat proses belajar-mengejar berlangsung.

Berdasarkan hal tersebut di atas maka peneliti mengajukan judul penelitian : PEMBELAJARAN FISIKA DENGAN METODE DIRECT INSTRUCTION (DI) DITINJAU DARI KEMAMPUAN AWAL MATEMATIKA SISWA PADA POKOK BAHASAN GERAK MELINGKAR BERATURAN DI SMA TAHUN 2008 / 2009.

Identifikasi Masalah

Berdasarkan dari uraian latar belakang masalah yang dikemukakan di atas, maka penulis perlu untuk mengidentifikasi masalah yang mungkin muncul dalam penelitian ini terlebih dahulu. Hal ini dilakukan agar jelas apa yang akan diteliti.

Adapun identifikasi masalah dalam penelitian ini sebagai berikut :

  1. Diperlukan sistem dan metode-metode baru dalam bidang pendidikan atau 
pembelajaran untuk mengembangkan potensi dan kemampuan siswa.
  2. Prestasi belajar setiap siswa tidak sama, oleh sebab itu perlu pemilihan metode dan pendekatan pembelajaran yang tepat, agar dapat mencapai hasil belajar 
yang optimal.
  3. Pengajaran Fisika memerlukan metode yang sesuai dengan materi yang 
disampaikan, sehingga siswa dapat memahami materi secara maksimal.
  4. Ada kemungkinan untuk mengganti metode ceramah dengan metode 
pembelajaran direct instruction untuk memperbaiki proses belajar-mengajar.
  5. Kemampuan pendukung pemahaman konsep, misalnya kemampuan Matematika akan mempermudah siswa dalam membangun struktur 
pemahaman konsepnya sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar.

Perumusan Masalah

Dengan pembatasan masalah di atas, dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut :

  1. Adakah perbedaan pengaruh antara penggunaan pendekatan konsep melalui metode direct instruction dan ceramah terhadap kemampuan kognitif Fisika siswa .
  2. Adakah perbedaan pengaruh antara kemampuan awal Matematika siswa kategori tinggi dan rendah terhadap kemampuan kognitif Fisika siswa.
  3. Adakah interaksi antara pengaruh penggunaan pendekatan konsep melalui metode pembelajaran dan kemampuan awal Matematika terhadap kemampuan kognitif Fisika siswa.

 Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada atau tidak adanya:

  1. Perbedaan pengaruh antara penggunaan pendekatan konsep melalui metode direct instruction dan metode ceramah terhadap kemampuan kognitif Fisika siswa.
  2. Perbedaan pengaruh antara kemampuan awal Matematika siswa kategori tinggi danrendah terhadap kemampuan kognitif Fisika siswa.
  3. Interaksi antara pengaruh penggunaan pendekatan konsep melalui metode pembelajaran dan kemampuan awal Matematika terhadap kemampuan kognitif Fisika siswa.

Metode Penelitian Tesis

Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain faktorial 2 x 2 dengan isi sel tidak sama. Populasi adalah seluruh siswa kelas X semester 1 SMA N I Jumapolo Tahun Ajaran 2008/2009. Sampel diambil dengan teknik cluster random sampling sejumlah dua kelas yaitu kelas X6 yang terdiri dari 40 siswa sebagai kelas eksperimen dan X7 yang terdiri dari 42 siswa sebagai kelas kontrol.

Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data dengan teknik dokumentasi dan teknik tes. Teknik dokumentasi digunakan untuk memperoleh data keadaan awal siswa yang diambil dari nilai ulangan harian Fisika pokok bahasan gerak lurus dan data kemampuan awal Matematika siswa yang diambil dari nilai ulangan tengah semester 1 mata pelajaran Matematika. Sedangkan teknik tes digunakan untuk memperoleh data kemampuan kognitif Fisika siswa pada pokok bahasan Gerak Lurus Beraturan.

Teknik Analisis Data

Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis variansi dua jalan dengan isi sel tidak sama. Setelah uji anava dua jalan dengan isi sel tidak sama dilanjutkan dengan uji lanjut anava yaitu komparasi ganda metode Scheffe.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa:

  1. Ada perbedaan pengaruh antara penggunaan pendekatan konsep melalui metode direct instruction dan metode ceramah terhadap kemampuan kognitif Fisika siswa (Fhitung = 4,99 > 3,98). Dari hasil uji komparasi ganda diperoleh bahwa ada perbedaan rerata yang signifikan antara penggunaan metode direct instruction dan metode ceramah ( X A1= 67,3 > X A2= 61,1), sehingga kemampuan kognitif Fisika siswa dengan metode direct instruction lebih baik daripada metode ceramah;
  2. Ada perbedaan pengaruh antara kemampuan awal matematika siswa kategori tinggi dan rendah terhadap kemampuan kognitif Fisika siswa ( Fhitung = 11,82 > Ftabel = 3,98). Dari hasil uji komparasi ganda diperoleh bahwa ada perbedaan rerata yang signifikan antara kemampuan awal Matematika siswa kategori tinggi dan rendah ( X B1 = 68,3 > X B2 = 59,3 ), sehingga kemampuan awal Matematika siswa kategori tinggi memberikan pengaruh yang lebih baik daripada kemampuan awal Matematika siswa kategori rendah;
  3. Tidak ada interaksi pengaruh antara penggunaan metode pembelajaran dan kemampuan awal Matematika siswa terhadap kemampuan kognitif Fisika siswa ( Fhitung = 0,77 < Ftabel = 3,98). Jadi antara pengaruh penggunaan metode pembelajaran dan kemampuan awal Matematika siswa mempunyai pengaruh sendiri-sendiri terhadap kemampuan kognitif Fisika siswa.
Pembelajaran Fisika Dengan Metode Direct Instruction (DI) Ditinjau Dari Kemampuan Awal Matematika Siswa | tesis pendidikan | 4.5

Leave a Reply