Buku Pendidikan Karakter

Buku Pendidikan Karakter
Buku Pendidikan Karakter

Buku Pendidikan Karakter~ Dalam melakukan kegiatan belajar mengajar dalam pendidikan, tentu saja dibutuhkan sebuah media pembelajaran yang utama dan yang paling umum ialah buku.

Buku sebagai media pembelajaran dalam pendidikan sangat bermanfaat dalam mengantarkan para peserta didik menuju wawasan yang lebih jauh dan luas. Tak terkecuali dalam pendidikan karakter.

Sudah menjadi perbincangan dikalangan para tenaga pendidik beserta komponen pendidikan yang lainnya bahwa pada tanggal 2 Mei 2010 bapak presiden kita Susilo Bambang Yudoyono menetapkan tanggal tersebut ke dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional.

Hal tersebut diiringi dengan semakin gencar-gencarnya pemerintah mencanangkan wajib belajar 19 tahun. Hal tersebut dapat diharapkan sebagai sarana penunjang untuk meningkatkan taraf keidupan bangsa kita, serta sesuai dengan tujuan nasional yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.

Dengan pelaksanaan pendidikan tentu saja membutuhkan sebuah media yang pada awl paragraf telah disampaikan bahwa buku merupakan media nomor satu yang harus dimiliki oleh setiap lembaga penddikan terutama peserta didik. Akan tetapi dengan kondisi ekonomi buruk yang dialami oleh kebanyakan peserta didik, memngakibatkan tidak semua peserta didik emiliki buku sebagai bahan acuan belajar.

Akan tetapi setelah ditetapkannya hari pendidikan nasional tersebut, pemerintah juga mengeluarkan buku elektronik sekolah atau BSE sebagai sarana penunjang belajar, buku tersebut dapat dijangkau oleh setiap kalangan mengingat harganya yang terjangkau dan juga sudah memenuhi standart isi yang dibutuhkan oleh peserta didik.

Kerusakan moral yang diakibatakan dengan semakin gencarnya arus globalisasi yang berdampak buruk bagi anak bangsa, sudah semestinya menjadi sebuah perhaian khusus bagi setiap golongan. Dengan artian masalah tersebut tidak hanya menjadi urusan pemerintah saja tetapi juga masyarakat yang ikut merasakan dampak dari arus globalisasi tersebut.

Apa dan bagaimana sebenarnya pendidikan karakter tersebut? Semuanya dapat disimak dalam buku yang bertemakan pendidikan karakter. Tujuan dari buku pendidikan karakter tak lain ialah memberika pedoman kepada khalayak bagaimana cara dan sika seseorang yang telah memiliki karakter yang baik dan berpendidikan.

Dalam pendidikan karakter sendiri juga telah memberikan berbagai wawasan yang luas mengenai moral bangsa kita. Perbaikan rusaknya moral bangsa dapat diperbaiki melalui pendidikan karakter yang menanamkan nilai-nilai moral pancasila dan menanamkan sifat akan takut Tuhan YME akan menjadikan setiap anak bangsa berperilaku baik dan menjadiakn setiap anak didik memiliki kualitas yang baik.

Dari sinilah kita ketahui bahwa pendidikan karakter yang tujuan utamanya ialah membentuk karakter anak bangsa yang yang tangguh, kompetitif, berakhlak mulia, bermoral, bertoleran, bergotong royong, berjiwa patriotik, berkembang dinamis, berorientasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang semuanya dijiwai oleh iman dan takwa kepada Tuhan yang Maha Esa berdasarkan Pancasila.

Sehingga pendidikan karakter sendiri memiliki fungsi utamanya yaitumengembangkan potensi dasar peserta didik, baik dalam berpikir maupun berperilaku dalam masyarakat selain itu pendidikan karakter berfungsi sebagai peningkat peradaban bangsa yang kompetitif dalam pergaulan dunia.

Pendidikan karakter sendiri memiliki ciri-ciri dasar yang diungkapkan oleh ahli pendidikan yang berasal dari Jerman yaitu FW Foerster, ia mengungkapkan bahwa ciri utma dari pendidikan karakter ialah suatu pendidikan yang menekan setiap tindakan peserta didik berpedoman terhadap nilai normatif. Anak didik menghormati norma-norma yang ada dan berpedoman pada norma tersebut. Selain itu peserta didik akan memiliki suatu sikap yang tegus serta setia atas komitmen yang nantinya akan dipilih.

Demikian artikel yang mebahas mengenai Buku Pendidikan Karakter, Faktor Pendidikan Karakter, Fungsi Pendidikan Karakter. Semoga artikel ini dapat bermanfaat sebagai bahan acuan refrensi anda.

Artikel Yang Terkait:

Fungsi Pendidikan Karakter

Fungsi Pendidikan
Fungsi Pendidikan

Fungsi Pendidikan~  Melalui sistem pendidikan nasional yang demokratis, dan bermutu dapat digunakan untuk memperteguh akhlak mulia, kreatif, inovatif, berwawasan kebangsaan, cerdas, sehat, berdisiplin dan bertanggungjawab, berketerampilan serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi dalam rangka mengembangkan kualitas manusia Indonesia.

Pelaksanaan pendidikan karakter tidak hanya menuntuk pada pemerintah saja akan tetapi juga agama. Setiap agama yang hidup akan mengajarkan karakter tiap-tiap individunya untuk berakhlak sesuai dengan karakter agama itu sendiri.

Menurut Ramli pendidikan karakter mempunyai berbagai esensi serta mkana yang sama dengan pendidikan moral serta akhlak. Dalam hal ini beliau menuturkan bahwa Tujuan dari pendidikan karakter adalah membentuk  pribadi anak, supaya menjadi manusia yang baik, warga masyarakat, dan   warga negara yang baik.

Oleh sebab itu, pendidikan karakter yang ada di Indonesia memiliki hakikat yaitu pendidikan yang menanamkan nilai-nilai luhur   yang bersumber dari budaya bangsa Indonesia sendiri, dalam rangka  membina kepribadian generasi muda.

Hal tersebut juga tertuang dalam UU No 20 Tahun 2003 tentang Fungsi Pendidikan Nasional menyatakan bahwa :

Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Sehingga setelah melihat maksud serta tujuan dengan memperhatitakan fungsi pendidikan nasional dalam UU No 20 Tahun 2003, dapat dikatakan pendidikan karakter sendiri memiliki fungsi untuk mengembangkan watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Hal tersebut diurai dari fungsi Pendidikan karakter, meliputi :

  1. mengembangkan potensi dasar agar berhati baik, berpikiran baik, dan berperilaku baik;
  2. memperkuat dan membangun perilaku bangsa yang multikultur;
  3. meningkatkan peradaban bangsa yang kompetitif dalam pergaulan dunia. Pendidikan karakter dilakukan melalui berbagai media yang mencakup keluarga, satuan pendidikan, masyarakat sipil, masyarakat politik, pemerintah, dunia usaha, dan media massa.

Akan tetapi fungsi dari pendidikan karakter sendiri tidak ssamapi disitu saja, DIKTI (2010) menyatakan bahwa secara khusus pendidikan karakter memiliki tiga fungsi utama yaitu Pembentukan dan Pengembangan Potensi, Perbaikan dan Penguatan, Penyaring.

Dala poin pendidikan karakter sebagai penyaring, artinya bahwa pendidikan karakter berfungsi sebagai pemilih suatu nilai-nilai budaya bangsa dan menyaring nilai-nilai budaya bangsa lain yang positif untuk menjadi karakter manusia dan warga negara Indonesia agar menjadi bangsa yang bermartabat.

Pendidikan karakter sendiri yang tujuannya sebagai suatu pembentuk bangsa yang yang tangguh, kompetitif, berakhlak mulia, bermoral, bertoleran, bergotong royong, berjiwa patriotik, berkembang dinamis, berorientasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang semuanya dijiwai oleh iman dan takwa kepada Tuhan yang Maha Esa berdasarkan Pancasila.

Demikian artikel yang berisi tentang Pengertian Pendidikan Karakter, Fungsi Pendidikan Karakter, Tujuan Pendidikan Karakter. Semoga artikel ini dapat bermanfaat sebagai bahan acuan refrensi anda.

Artikel Yang Terkait:

Incoming search terms:

Indikator Pendidikan Karakter

Indikator Pendidikan
Indikator Pendidikan

Indikator Pendidikan~  Makaraknya tawuran antar pelajar yang menunjukkan semakin menurunnya karakter berkebangsaan pada generasi muda, melahirkan sebuah gagasan untuk memperbaiki karakter bangsa tersebut dengan wujud pendidikan karakter kebangsaan kepada peserta didik.

Dalam pelaksanaanya pendidikan karakter dapat dilakukan dengan cara membiasakan nilai moral luhur kepada peserta didik dan membiasakan mereka dengan kebiasaan (habit) yang sesuai dengan karakter kebangsaan.

Dalam mencapai tujuan pendidikan karakter dibutuhkannya suatu indikator tertentu sebagai bahan acuan pendidikan tersebut. Berikut 18 Indikator Pendidikan Karakter bangsa sebagai bahan untuk menerapkan pendidikan karakter bangsa :

  1. Religius  ; Sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama  yang dianutnya, toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, serta hidup rukun dengan pemeluk agama lain.
  2. Jujur ; Perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan.
  3. Toleransi  ; Sikap dan  tindakan yang menghargai perbedaan agama, suku, etnis,pendapat, sikap, dan tindakan orang lain yang berbeda dari
  4. Disiplin ; Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan.
  5. Kerja Keras ; Perilaku yang menunjukkan upaya sungguh-sungguh dalam mengatasi berbagai hambatan belajar, tugas dan menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya.
  6. Kreatif ; Berpikir dan melakukan sesuatu untuk  menghasilkan cara atau hasil baru dari  sesuatu yang telah dimiliki.
  7. Mandiri ; Sikap dan prilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas.
  8. Demokratis ; Cara berpikir, bersikap, dan bertindak yang menilai sama  hak dan kewajiban dirinya dan orang lain.
  9. Rasa Ingin Tahu; Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari sesuatu yang dipelajari, dilihat, dan didengar.
  10. Semangat Kebangsaan; Cara berpikir, bertindak, dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya.
  11. Cinta Tanah Air ; Cara berpikir, bersikap, dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan, kepedulian, dan penghargaan  yang tinggi terhadap bahasa,  lingkungan fisik, sosial, budaya, ekonomi, dan politik bangsa.
  12. Menghargai Prestasi; Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat,  mengakui, dan menghormati keberhasilan orang lain.
  13. Bersahabat/ Komuniktif; Tindakan yang memperlihatkan rasa senang berbicara, bergaul, dan bekerja sama dengan orang
  14. Cinta Damai; Sikap, perkataan, dan tindakan yang menyebabkan orang lain merasa senang dan aman atas kehadiran dirinya
  15. Gemar Membaca; Kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagai bacaan yang memberikan kebajikan bagi dirinya.
  16. Peduli Lingkungan; Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan pada lingkungan alam di sekitarnya dan mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi.
  17. Peduli Sosial; Sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuan pada orang lain dan masyarakat yang membutuhkan.
  18. Tanggung jawab; Sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya, yang seharusnya dia lakukan, terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan (alam, sosial dan budaya), negara dan Tuhan Yang Maha Esa.

Pendidikan karakter sendiri memiliki fungsi untuk mengembangkan watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Hal tersebut diurai dari fungsi Pendidikan karakter, meliputi :

  1. mengembangkan potensi dasar agar berhati baik, berpikiran baik, dan berperilaku baik
  2. memperkuat dan membangun perilaku bangsa yang multikultur
  3. meningkatkan peradaban bangsa yang kompetitif dalam pergaulan dunia
  4. Pendidikan karakter dilakukan melalui berbagai media yang mencakup keluarga, satuan pendidikan, masyarakat sipil, masyarakat politik, pemerintah, dunia usaha, dan media massa.

Demikian artikel yang membahas Mengenai Indikator Pendidikan Karakter, Fungsi Pendidikan Karakter. Semoga artikel ini dapat bermanfaat sebagai bahan acuan refrensi anda.

Artikel Yang Terkait:

Incoming search terms: