Pengertian Pendidikan Menurut Para Ahli

Pendidikan
Pendidikan

Pendidikan~ Terkadang kemampuan seseorang dalam berfikir dipengaruhi oleh tingkat pendidikan seseorang tersebut. Dengan kata lain pendidikan menjadai salah satu faktor terpenting dalam kehidupan seseorang.

Namun perlu diketahui juga bahwa pendidikan bukan hal yang asing lagi untuk kita dengar mengingat sekarang ini banyaknya slogan yang mewajibkan seseorang mengenyam pendidikan hingga 12 tahun lamanya. Dengan mengingat kembali tujuan pembangunan negeri ini yaitu mencerdaskan segenap kehidupan bangsa, tak dipungkiri lagi pendidikan sudah mampu menyentuh dan menjalar ke berbagai lapisan masyarakat.

Meskipun pada saat ini tidak semua lapisan masyrakat merasakan hakikat dari pendidikan, hal tersebut perlu diteliti kembali apa alasan mengapa banyak masyarakat yang belum mengerti dengan benar apa sebenarnya pendidikan tersebut. Apa mereka menganggap bahwa pendidikan bukan hal yang terpenting dari kehidupan ini ?

Yah mungkin saja persepsi tersebut salah satu faktor pendukung kesalahan persepsi mengenai pendidikan. Namun selain itu bisa juga dilihat bahwa sekian banyaknya pengertian dari pendidikan itu sendiri membuat beberapa kesimpang-siuran mengenai pendidikan di dalam persepsi masyarakat itu sendiri.

Oleh karennya sebagai makhluk yang tercipta sungguh sempurnanya serta memiliki akal yang telah dikaruniakan oleh sang pencipta sudah selayaknya kita sebagai manusia yang berakal dapat mengerti dengan benar apa sebenarnya pendidikan tersebut, sehingga dapat terlahir pula pemikiran-pemikiran bahwa dilaksanakannya pendidikan  memiliki tujuan tertentu untuk kehidupan sehari-hari.

Dalam artikel Tesis Pendidikan ini bermaksud secara langsung ingin seklai memberikan wawasan kepada anda serta pada artikel kali ini diharapakan dapat membuka pemikiran tentang bagaiamana menyikapi adanya pendidikan tersebut.

Seorang ahali pendidikan bernama M.J. Langeveld pernah mendefinisikan pendidikan kedalam sebuah arian yaitu pendidikan merupakan segenap upaya yang dilakukan untuk memberikan bimbingan kepada manusia dalam menghadapi masa kedewasaannya.

Namun hal yang berbeda dijelaskan oleh Stella van Petten Henderson yang mengatakan bahwasanya pendidikan merupakan warisan sosial yang terjadi dari kombinasi pertumbuhan dan berkembangan.

Dari pengertian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa secara tidak langsung bahwa pendidikan merupakan usaha sadar utuk menolong seseorang mendapatkan sebuah wawasan agar bisa mandiri serta bertanggung jawab atas tingkah lakunya.

Dalam hal ini beliau juga menyebutkan bawa tujuan utama terjadinya pendidikan ialah untuk mendewasakan seseorang dari segi berpikir, kematangan emosional, memiliki harga diri, sikap dan tingkah laku yang dapat diteladani serta kemampuan pengevaluasian diri.

Dalam pemikiran modern yang ada pada masyarakat lembaga-lembaga pendidikan yang ada saat ini dianggapa sebagai kunci utama tersalurnya tujuan sosial dalam pendidikan, anggapan tersebut banyak diungkapakan para orangtua khususnya orang tua yang sadar akan pentingnya pendidikan bagi anaknya.

Pemerintah dan orangtua secara bersaam telah melakukan penganggaran biaya pendidikan yang bisa dikatakan kedalam jumlah yang sangat besar untuk memajukan kesejahteraan sosial serta pembangunan bangsa.

Tak hanya itu pendidikan juga tealah menanamkan rasa Takwa takut akan Tuhan YME sehingga dari sinilah dasara terjadinya peningkatan kemajuan-kemajuan dan pembangunan politik, ekonomi, sosial dan pertahanan keamanan.

Dengan secara singkat dapat dikatakan bahwa untuk mengembangkan wawasan anak terhadap ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya dan pertahanan keamanan secara tepat dan benar, sehingga membawa kemajuan pada individu masyarakat dan negara untuk mencapai tujuan pembangunan nasional.

Tujuan dari pendidikan adalah mejadikan manusia atau individu yang bertaqwa dan beriman kepada Tuhan YME, mempunyai akhlak mulia, cerdas, sehat, berkemauan, berperasaan, dan dapat berkarya untuk memenuhi kebutuhan secara wajar, dapat mengendalikan hawa nafsu, bermasyarakat, berbudaya, dan berkepribadian.

Sehingga dalam mengaplikasikannya dapat mengembangkan segala potensi yang ada pada anak seperti moralitas, keberagaman, individualitas (personalitas), sosialitas, keberbudayaan yang menyeluruh dan terintegrasi. Dapat dikatakan juga bahwa pendidikan mempunyai fungsi untuk memanusiakan manusia.

Demikian artikel yang membahas mengenai Pengertian Pendidikan, Peran Pendidikan, Fungsi Pendidikan. Semoga artikel ini dapat bermanfaat sebagai bahan acuan refrensi anda.

Masalah Utama Dunia Pendidikan

Urgensi Pendidikan KarakterKarakter Bangsa~ Dunia pendikan yang kian lama menunjukkan berbagai perkembangan dan pertumbuhan yang memadai pada saat ini menunjukkan berbagai perubahan yang ada. Akan tetapi banyaknya perkembangan dan pertumbuhan yang dialami oleh dunia pendidikan meninggalkan berbagai promblem yang belum terselesaikan.

Rendahnya moralitas bangsa merupakan permasalahan yang sangat kompleks yang saat ini sedang dihadapi oleh seluruh komponen dunia pendidikan. Banyaknya masalah remaja terutama pelajar yang ada saat ini menunjukkan banyak sekali nilai-nilai yang belum tersalurkan.

Sendi-sendi yang ada dalam dunia pendidikan seketika terlemahkan oleh Aksi remaja yang kian brutal. Satu sama lain adu jotos dengan almamater yang masih mereka kenakan, satu sama lainnya saling melukai dengan melupakan bahwa status mereka masih sebagai pelajar yang merupakan harapan utama bangsa.

Lalu apa yang menjadi penyebab rusaknya moral bangsa ? padahal jika ditelusuri dengan baik pemerintah dan segenap komponen yang ada mengupayakan berbagai pendidikan karakter yang layak untu anak bangsa.

Lalu apa yang menyebabkan tidak berfungsinya pendidikan karakter ? tentu saja momok nomor satu yang dihadapai oleh anak bangsa ini adalah lingkungan yang tidak mampu mendukung perkembangan dan pertumbuhan anak secara kondusif.

Jajahan globalisasi yang dirasakan saat ini sangat mempengaruhi pemikiran tiap-tiap anak bangsa. Maraknya budaya seks bebas yang ada dikalangan remaja saat ini dipengaruhi oleh budaya-budaya asing yang salah meletakkan pendidikan.

Selain itu rusaknya jaringan fisik dan psikis akibat peredaran narkoba yang ada pada remaja saat ini menyebabkan banyak pihak merasa resah dengan pertanyaan “dimanakah letak dan fungsi pendidikan saat ini ? “.

Hal serupa dilontarkan oleh berbagai pihak yang emnuntut perbaikan dari sistem yang ada pada pendidikan tanpa memperhatikan sistem internal yang harusnya mereka perbaiki dulu. Yah keluarga merupakan sistem utama yang ada pada tiap-tiap pelajar.

Pendidikan yang diterima oleh anak bangsa tidak hanya mendengarkan berbagai teori yang ada dalam suasana kelas, tidak hanya sekedar memperhatikan dengan jelas kalimat yang ada dalam buku yang ada. Akan tetapi makna dari pendidikan yang sesungguhnya ialah implementasi pendidikan yang sebenar-benarnya.

Lalu agar berhasil apa pihak mana saja yang harus ikut serta dalam mengatasi masalah pendidikan yang ada di bangsa ini ? tentu saja dari segala pihak, keluarga yang menjadi fondasi utama seseoarang mengerti dan menerima ilmu pengetahuan.

Keluarga yang menjadi salah satu pengukuran bentuk sosialisasi sempurna dalam lingkungan sosial, keluarga yang menjadi suatu gambaran dari wajah-wajah tiap anggotanya harus memiliki peran nomor satu dalam perbaikan moral bangsa.

Pendidikan karakter yang notabenenya merupakan suatu pendidikan yang menanamkan nilai-nilai luhur dari pengetahuan dan berbagai norma agamanya yang berlaku sehingga hasil yang dihasilkan akan menjadikan seseorang terampil unggul, dan memiliki kualitas akhlak yang dapat diacungi jempol.

Oleh sebab itu masalah yang ada dalam dunia pendidikan bukan hanya tanggungjawab dari pihak penyelengara pendidikan saja, akan tetapi juga menjadi tanggungjawab bersama antara pihak penerima pendidikan sekaligus komponen yang lainya.

Demikian artikel yang membahas mengenai Masalah Pendidikan, Pendidikan Karakter, Rusaknya Moral Pelajar, Partisipasi Keluarga, Sosialisasi Sempurna, Fungsi Pendidikan, Penerpanan Pendidikan Karakter. Semoga artikel yang Kami sajikan mampu menambah wawasan Anda.

Artikel yang Terkait:

Incoming search terms: