Kurikulum 2013 Disesuaikan Dengan Paradigma Belajar Pada Abad 21

Paradigma BelajarParadigma Belajar~ Pada dasarnya manusia yang hidup tentu saja dituntut untuk mampu berkembang dengan baik atas daya pikir, fisik, bahkan psikis yang ada dalam dirinya. Untuk mendapatkan suatu perkembangan yang optimal tentu saja dibutuhkan suatu pengetahuan dan ilmu yang nantinya akan mendasari terwujudnya hal tersebut.

Ilmu dan pengetahuan yang ada didapat dari sebuah pendidikan, oleh sebab itu tak heran jika saat ini pendidikan dengan gencar-gencarnya juga ikut mengembangkan metode, isi dan tujuan untuk mengahasilkan sumber daya manusia yang berkualitas.

Tengok saja beberapa lalu, dunia pendidikan digemparkan dengan munculnya tema terbaru yang akan menghiasi dunia pendidikan tersebut. Yah, sebuah kurikulum baru akan mengiringi proses belajar mengajar.

Kurikulum 2013 yang notabenenya merupakan penerapan dari upaya untuk mengahsilkan suatu individu yang produktif, kreatif, inovatif, dan afektif melalui berbagai pendekatan sikap yang spriritual. Hal tersebut didasarkan pada penyesuaian dengan tata cara belajar pada abad 21.

Dalam menghadapi persaingan global nanti akan diikuti oleh seluruh dunia, menjadi dasar antisipasi kurikulum 2013 dicanangkan. Adanya pergeseran paradigma yang disesuiakan sesuai kebutuhan abad 21 mulai dari ciri maupun model pembelajaran merupakan langkah awal terwujudnya kurikulum 2013.

Sehingga terbitnya kurikulum 2013 diharapkan mampu membentuk setiap peserta didik menjadi individu yang lebih baik dan cakap dalam berbagai ilmu pengetahuan. Dari kurikulum 2013 mereka akan dibiasakan bersikap dan bersifat produkti, inovatif, kreatif, dan tentu saja afektif.

Pengertian Belajar

Belajar merupakan salah satu sikap yang datangnya dari hati nurani serta kesadaran diri yang nantinya akan mendorong individu tersebut berkembang dengan yang lebih baik lagi. Pada proses belajar didapatkan suatu pengetahuan yang nantnya akan menjadi bekal dalam menjalani persolaan kehidupan.

Dalam belajar anak didik akan memperoleh suatu perubahan sikap yang didapat dari proses belajar tersebut. Karena pada dasarnya anak didik merupakan suatu individu yang lebih sering mencotoh dari apa yang ia lihat.

Ia juga mampu mengucapkan segala sesuatu dari apa yang ia dengar saat menjalani proses belajar. Apa yang ia dengar lihat, dan ia pelajari semasa disekolah akan menjadi suatu bekal semasa hidupnya.

Peran Penting dalam Belajar

Dalam melakukan proses belajar dan mengajar tentu saja dibutuhkan suatu sumber daya manusia yang menjadi pentransfer ilmu kepada peserta didiknya. Yah salah peran penting yang ada dalam kegiatan belajar mengajar adalh guru.

Guru merupakan sumber daya manusia yang telah memiliki kemampuan profesional dalam memahami sikap, sifat, serta metode yang cocok untu semua peserta didiknya. Dari guru peserta didik mampu memahami segala sesuatu yang ada karena adanya peran guru.

Setiap harinya guru melakukan interaksi pada peserta didiknya, oleh sebab itu semua peserta didik mampu berinteraksi dengan baik dengan lingkungan sosial. Karena peserta didik secara tidak langsung telah meniru apa yang telah dilakukan oleh bapak ibu gurunya.

Demikian artikel yang membahas tentang Kurikulum 2013, Pengertian Belajar, Peran Penting Dalam Belajar. Semoga artikel yang Kami sajikan mampu memberikan wawasan untuk Anda.

 Artikel yang Terkait:

 

Pembelajaran Outdoor Sebagai Antusiasme Belajar  

Outdoor LearningSemangat Belajar ~ Kendala yang dialami oleh berbagai dunia pendidikan ialah, maraknya kata malas yang diucapkan oleh siswa pada saat melakukan kegiatan belajar mengajar. hal tersebut tentu saja sangat mempengaruhi nilai dan hasil dari belajar siswa.

Akan tetapi pada saat ini tidak perlu khawatir lagi dengan adanya perkembangan yang dilakukan dalm duni pendidikan tetu saja membawa dampak positif bagi kegiatan belajar mengajar. Sehingga dengan adanya perubahan kurikulum 2013 yang berlaku saat ini akan menjadi tombak tercipatanya bangsa yang berkualitas.

Seperti yang telah dipaparkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia, Mohammad Nuh meminta agar para guru mengubah kebiasaannya itu pada kurikulum baru mendatang. Ia memparkan bahwa belajar tidak selalu dilakukan di dalam kelas.

Objek yang ada dalam kurikulum 2013 lebih mengacu pada fenomena alam, fenomena sosial, serta seni dan budaya. Oleh sebab itu, Kemendikbud menyarankan agar anak didik sesekali waktu harus belajar berada diluar ruangan.

Jika peserta didik mengerti sejak dini menganai berbagai fenomena yang telah dijadikan objek tentu saja akan memunculkan kesadaran sejak dini yang pada akhirnya akan mencegegah segala kerusakan yang ada di alam ini. Misalnya saja, tidak mebuang sampah sembarangan.

Dalam pembelajaran yang dilakukan diluar ruangan atau outdoor ini pada ahirnya guru dapat menanyakan berbagai hal yang berhubungan dengan mata pelajran yang ada. Misalnya saja menanyakan apa yang menjadi laasan matahari terbit dari Timur, fungsi matahari utuk kehidupan dan masih bayak lagi.

Dalam hal ini kativitas yang terjadi diluar ruangan memberikan manfaat khusus terhadap tumbuh kembang anak didik tersebut. Aktivitas yang cukup mampu membkar kalori yang dimiliki anak secara berlebihan tentu saja akan mencegah yang namanya obesitas.

Pembelajarandi Luar Kelas

Saat ini belum banyak guru yang menerapkan pembelajaran di luar kelas ( outdoor learning ). Banyak sekolah yang berfokus pada pembelajaran di dalam kelas ( indoor learning). Ahmad Saeifudin menyatakan “Bagi sebagian guru, indoor learning tak bisa ditawar – tawar. Padahal, ia memiliki banyak kelemahan, yakni sangat potensial membuat siswa jenuh, apalagi jika pelajaran itu kurang diminati”.

Siswa ditunjukkan relevansi pelajaran tersebut dengan konteks keseharian dalam kehidupan nyata. Siswa dibawa ke lingkungan sekitar sehingga dapat ditanamkan esensi, urgensi, dan relevansi pelajaran tersebut dengan kehidupan nyata. Dengan demikian siswa memperoleh pengalaman belajar secara komprehensif.

Di Indonesia yang mulai menerapkan Kurikulum Berbasis Kompetensi, pembelajaran di luar kelas tepat untuk dikembangkan. Tenaga kependidikan terutama guru, perlu mengembangkan inisiatif, kreativiatas dan usaha untuk meningkatkan mutu pembelajaran. Guru harus mampu mencermati dan memanfaatkan sumber- sumber belajar yang ada di dalam sekolah dan di luar sekolah.

Antusiasme Belajar

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonsia antusiasme diartikan sebagai gairah, minat besar, gelora, semangat. Jadi antusiasme mengandung unsur semangat dan minat yang besar dalam melakukan kegiatan belajar.

Nurdin Ibrahim mengatakan  “Sikap antusias dan keingintahuan siswa bisa terjadi melalui kontak pribadi antara guru dan siswa atau tutorial. Bila sikap tersebut muncul, hal itu akan memungkinkan seseorang memperoleh hasil belajar yang baik”.

Antusiasme belajar merupakan faktor penting yang harus diperhatikan dalam proses pembelajaran. Antusiasme belajar mendorong siswa untuk memperhatikan materi yang ia pelajari dengan perasaan senang karena berhubungan dengan kebutuhan dan keinginan dirinya.Sikap tersebut mempengaruhi kualitas proses belajar sehingga turut menentukan hasil belajar yang dicapai oleh siswa.

Demikian artikel yang membahas mengenai Semangat Pendidikan, Antusiasme Belajar, Kurikulum 2013, Obyek Kurikulum 2013, Pembelajaran Di Luar Kelas. Semoga artikel yang Kami sajikan mampu memberikan wawasan untuk Anda.

Artikel yang Terkait: