Pelaksanaan Pembelajaran Kimia Pada Program RSBI di SMA

Tesis Pendidikan ~ Rendahnya persentase ketuntasan ketuntasan belajar bias disebabkan karena sebagian besar pembelajaran kimia yang dilakukan di SMA Negeri 1 Karanganyar masih menggunakan model pembelajaran yang berpusat pada guru (teacher centered learning), sehingga siswa cenderung pasif dalam mengikuti pelajaran kimia. Selain itu pembelajaran kimia yang dilakukan oleh guru juga belum sesuai dengan Permendiknas No. 79 tahun 2009 dimana pembelajaran pada program RSBI harus memenuhi empat dimensi yang sudah disebutkan pada paragraf keenam. Dari hasil pengamatan di dalam kelas, guru masih dominan menggunakan bahasa Indonesia dalam proses pembelajaran baik dalam penyampaian, penggunaan media dan penggunaan alat evaluasi.

Beberapa alasan yang melatarbelakangi perlunya penelitian ini dilakukan antara lain:

  1. Belum ada penelitian terhadap pelaksanaan program RSBI (khususnya pada pembelajaran kimia) yang bersifat evaluative dan kebijakan,
  2. Pelaksanaan program RSBI perlu dievaluasi secara kualitatif dan kuantitatif, dan
  3. Hasil evaluasi itu dapat dijadikan sebagai informasi dan dasar bagi pengambilan kebijakan dalam proses pembelajaran kimia selanjutnya.

Berdasarkan hal-hal tersebut di atas maka dilakukan suatu penelitian yang bersifat deskripsi kualitatif evaluatif terutama evaluasi tentang pelaksanaan pembelajaran kimia pada program Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) menggunakan model penelitian evaluasi Context, Input, Process, Product (CIPP) yaitu model evaluasi terhadap suatu program dari sisi konteks, input, proses dan output atau luaran. Oleh karena itu, penelitian ini berjudul “Pelaksanaan Pembelajaran Kimia pada Program Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional di SMA Negeri 1 Karanganyar Kelas XI IPA Semester II pada Pokok Bahasan Koloid Tahun Ajaran 2010/2011”.

Identifikasi Masalah

Dari latar belakang masalah tersebut di atas, dapat diidentifikasi masalah yang ada sebagai berikut :

  1. Pelaksanaan pembelajaran di sekolah masih terbiasa dengan kebiasaan lama (pembelajaran yang kurang variatif dan menempatkan siswa sebagai objek pembelajaran).
  2. Belum dilakukan evaluasi proses tentang pelaksanaan pembelajaran.
  3. Pelakasanaan Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) belum diimplementasikan dalam pelaksanaan pembelajaran meliputi perencanaan pembelajaran, proses pembelajaran dan penilaian hasil belajar.

Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah untuk:

  1. Mengetahui pelaksanaan pembelajaran kimia pada program RSBI di SMA Negeri 1 Karanganyar,
  2. Mengetahui hambatan yang dihadapi serta usaha guru untuk mengatasi hambatan dalam pembelajaran kimia pada program RSBI di SMA Negeri 1 Karanganyar dan
  3. Mengetahui tingkat ketercapaian tujuan pembelajaran kimia pada program RSBI di SMA Negeri I Karanganyar.

Metode Penelitian

Penelitian ini menggunakan model penelitian Context, Input, Product and Process (CIPP). Sampel dari penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA 3, Guru Kimia kelas XI IPA dan Penanggung Jawab Program RSBI di SMA Negeri I Karanganyar. Teknik pengambilan sampling menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, angket dan dokumentasi. Validasi data menggunakan triangulasi data yaitu mengumpulkan data sejenis dari berbagai sumber data yang berbeda.

Teknik Analisis Data

Teknik analisis data dibedakan menjadi 2 yaitu analisis data untuk menghasilkan kesimpulan dari data empiris dan analisis data untuk rekomendasi.

Hasil Penelitian

Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa:

  1. Pelaksanaan pembelajaran kimia pada program RSBI di SMA Negeri 1 Karanganyar meliputi 3 aspek, yaitu perencanaan, proses dan penilaian hasil belajar. Dalam perencanaan guru telah membuat rencana pelaksanaan pembelajaran dengan cukup baik dan memiliki persiapan mengajar yang baik. Dalam proses pembelajaran, penggunaan metode dan gaya mengajar, penggunaan media dan sumber belajar sudah cukup baik. Namun untuk penggunaan Bahasa Inggris di dalam kelas guru belum melakukannya dengan baik. Penilaian hasil belajar yang diakukan oleh guru sudah cukup baik.
  2. Kendala yang dihadapi adalah kesulitan dalam pemilihan metode pembelajaran yang sesuai karakteristik siswa, belum mahirnya guru dalam menggunakan media pembelajaran, belum termanfaatkannya fasilitas laboratorium, dan kesulitan mengevaluasi aspek afektif dan psikomotor serta guru dan siswa kesulitan menggunakan bahasa Inggris untuk komunikasi dalam proses pembelajaran. Sedangkan usaha yang dilakukan guru untuk meningkatkan keaktifan siswa adalah menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan dan melibatkan siswa dalam menjawab pertanyaan. Usaha yang bisa dilakukan guru untuk meningkatkan proses pembelajaran adalah menggunakan metode pembelajaran yang lebih variatif dan disesuaikan dengan karakteristik siswa, menggunakan bilingual dalam proses pembelajaran, penggunaan media dan sumber belajar yang ada disekolah lebih optimal dan memberikan tugas yang lebih kepada siswa
  3. Dari 34 siswa di kelas XI IPA 3 sebanyak 58,82% siswa tuntas dalam pembelajaran kimia koloid.
Incoming search terms:

Problematika Pelaksanaan Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) Pada Mata Pelajaran Kimia SMA

Tesis Pendidikan ~ Problematika Pelaksanaan Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) Pada Mata Pelajaran Kimia SMA Sebuah Studi Kasus Di Sragen Bilingual Boarding School (SBBS)

Sekolah Nasional Bertaraf Internasional atau sering disebut Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) adalah sekolah nasional yang menyiapkan peserta didiknya berdasar standard nasional pendidikan (SNP) dan tarafnya internasional sehingga lulusanya memiliki kemampuan daya saing internasional.

Proses peningkatan kualitas melalui program SNBI khususnya pada mata pelajaran Kimia ini menyangkut semua komponen sekolah yang meliputi kegiatan proses belajar mengajar sebagai komponen pokok dan komponen sekolah lainnya yang mendukung kegiatan belajar-mengajar seperti kepala sekolah, guru, laboran, teknisi, pustakawan, staf administrasi, perpustakaan, laboratorium dan bahkan lingkungan sekolah. Kepala sekolah memegang peranan penting karena posisinya sebagai menejer dan pimpinan. Proses peningkatan kualitas ini mengarah pada standard Sekolah Nasional Berstandard Internasional (Dirjen Kemendiknas, 2006: 3).

Sragen Bilingual Boarding School (SBBS) adalah salah satu sekolah menengah atas (SMA) yang menjadi Sekolah Berstandard Internasional. Dalam pembelajaran Kimia SNBI ini, siswa SBBS diberikan kurikulum berstandard Internasional, dimana kurikulum mata pelajaran IPA (science) khususnya kimia diajarkan dengan bahasa Inggris. Diharapkan lulusan Sragen Bilingual Boarding School (SBBS) nantinya mempunyai daya saing tinggi dan memiliki kompetensi yang mencukupi layaknya sekolah menengah di luar negeri. Selain itu, lulusan SNBI ini diharapkan akan lebih mudah jika ingin melanjutkan kuliah ke luar negeri.

Oleh karena itu peneliti tertarik mengadakan penelitian tentang penyelenggaraan SBI di Sragen Bilingual Boarding School (SBBS) dengan judul penelitian “Problematika Pelaksanaan Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) Pada Mata Pelajaran Kimia SMA Sebuah Studi Kasus di SMA Negeri Sragen Bilingual Boarding School (SBBS)”.

PerumusanMasalah

Masalah merupakan pakaian setiap manusia di dunia. Manusia yang tidak menginginkan masalah berarti sudah bosan akan kehidupan yang dijalaninya. Suatu masalah dapat diselesaikan jika ada motivasi individu dalam menyelesaikannya. Tanpa ada motivasi untuk menyelesaikan masalah maka masalah akan tetap ada. Alloh tidak akan merubah keadaan suatu kamu sebelum kaum tersebut merubah dirinya sendiri.

Setiap kegiatan penelitian harus diawali dengan merumuskan masalah penelitian. Adanya perumusan masalah yang jelas diperlukan agar dapat memberikan jalan yang mudah dalam pemecahan masalah. Berdasarkan latar belakang di atas dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut:

  1. Problematika apa sajakah yang menghambat penyelenggaraan program Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) pada mata pelajaran kimia di SMA Negeri Sragen Bilingual Boarding School ?
  2. Usaha-usaha apa saja yang telah dilakukan untuk mengatasi kendala yang menghambat penyelenggaraan program Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) pada mata pelajaran kimia di SMA Negeri Sragen Bilingual Boarding School?

Tujuan Penelitian

Sedang tujuan penelitian ini adalah untuk :

  1. Mengetahui Kendala yang dihadapi dalam penyelenggaraan program SBI di SBBS;
  2. Mengetahui usaha apa sajakah yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut khususnya pada mata pelajaran kimia di SBBS.

Metode Penelitian

Metode penelitian yang dipakai peneliti adalah diskriptif studi kasus, dimana telah dilaksanakan Agustus 2009 hingga Januari 2010. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi wawancara, observasi, analisis dokumentasi dan kuisioner.

Teknik Analisis Data

Teknik analisis data meliputi pengumpulan, reduksi, penyajian dan penarikan kesimpulan. Sedangkan peeriksaan keabsahan data dilakukan dengan metode triangulasi, meliputi triangulasi data dan metode. Sedangkan untuk prosedur penelitian meliputi tahap pra lapangan, kegiatan lapangan, analisis data dan penulisan laporan

Hasil Penelitian

Berdasarkan penelitian yang dilakukan, didapatkan problematika yang dihadapai pengajar kimia meliputi bahasa, rendahnya peranserta siswa, metode yang digunakan serta kurangnya sarana laboratorium. Kemudian kendala yang dihadapi siswa adalah bahasa, pemahaman tentang chemistry English, dan mahalnya biaya sekolah. Kemudian kendala yang dihadapi sekolah adalah tidak tersedianya laboratorium kimia, dana yang terbatas serta minimnya referensi.

Tindakan yang telah dilakukan Pengajar Kimia untuk mengatasi kendala adalah mengikuti kegiatan zumre guru SBBS dimana juga diberikan pembelajaran bahasa Indonesia untuk membuat projek kimia tentang pembelajaran kimia yang dihadapi, video percobaan untuk memberikan gambaran secara visul tentang praktikum kimia. Sedangkan tindakan siswa adalah siswa memperkaya referensi dengan mencari buku penunjang, siswa menggunakan kamus/alfalink kimia. Untuk tindakan pihak sekolah adalah bekerjasama dengan UNS dalam penggunaan laboratorium kimia dan dosen serta mahasiswa pembimbing untuk memberikan pelajaran tambahan, menggalakan e-book, menyediakan hot spot dan laboratorium computer untuk mendukung penggalakan e-book.

Incoming search terms: