Pendayagunaan Akademisi Sarjana

Sarjana MendidikPendidikan Tinggi~ Gelar kesarjanaan yang diperoleh oleh seseorang dari penempuhan pendidikan yang dilalui dengan tidak mudah mungkin akan menjadi salah satu kebanggaan tersendiri bagi mereka. Apalagi ditambah dengan jalur-jalur beasiswa pendidikan yang dapat diikuti jika memiliki prestasi yang lebih.

Dengan segenap motivasi yang dilahirkan dari dalam diri seseorang akan lebih memiliki usaha yang kuat, giat, dan kuat lagi untuk memandang masa depan dari arah yang sejajar dengan mata. Dengan harapan penuh akan cita-cita segala hambatan akan diterpa sedemikian rupa.

Akan tetapi jika semuanya telah mampu diwujudkan, apa kontribusi yang mereka berikan ? terutama pada sarjana-sarjana yang berlatar belakang pendidikan, apa yang mereka berikan pada bumi pertiwi ini ? tentu jelas padat dan singkat, mereka akan berdiri dan kembali mencapai segenap tujuan pendidikan yang ada.

Dengan harapan yang pasti, tekat yang kuat sarjana akan menjadikan dirinya berguna untuk sesama, mereka akan satu misi dengan pemerintah yang saat ini dengan giat mengadakan berbagai program untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Tercatat sebanyak 13.877 pendaftar peserta SM-3T yaitu Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal, 3.173 lolos pada tahap tes yang dilakukan secara online. Pada tes ini terhitung sebagai angkatan ke IV yang selanjutnya akan mengikuti tahap wawancara.

Dalam program ini mendapatkan peningktan jumlamlah peserta yang ada, pada tahun 2013 tercatat sebanyak 12.02 yang mengalami peningkatan sebanyak 13.877 peserta pada tahun ini. Peningkatakn yang terjadi ini disebabkan oleh bertambahanya pengetahuan masyarakat akan program SM-3T.

Denngan slogan “Mari Kita Maju Bersama Mencerdaskan Indonesia Menjadi Sarjana Mendidik Bangsa Menujulah yang Terdepan Gapai Mereka yang Terluar”, diharapkan mampu mewujudkan segala nilai, cita-cita, dan harapan segala bangsa yang ada.

Pengertian Sarjana

Mungkin sebagain dari kita masih awam mendengar arti kata sarjana, yang jika diartikan lebih luasnya lagi hanya sebagai seseorang yang telah lulus dari universitas. Padahal jika ditelisik dengan baik pengertian sarjana tidak hanya sebatas itu saja.

Sarjana merupakan gelar yang diberikan kepada seseorang ketika telah berhasil menyelesikan berbagai studinya di bangku perkuliahan pada program Strata 1 atau S1. Gelar yang didapat nantinya akan menjadi salah satu jembatan selanjutnya untuk mendapatkan suatu pekerjaan.

Ada yang berpendapat juga bahwa sarjana merupakan salah satu jembatan terciptanya sebuah lapangan kerja yang baru. Hal tersebut ternyata banyak mendapatkan dukungan penuh, mengapa demikian ? karena bayangkan saja banyaknya universitas yang ada di Indonesia yang tiap tahunnya melepas mahasiswa lalu, dengan jumlah yang banyak mengalami penumpukan.

Dari hal tersebut akan melahirkan suatu masalah yang sangat kompleks, karena begitu banyaknya lulusan sarjana yang ada akan tetapi kurangnya lapangan kerja yang tersedia. Sehingga disarankan agar setiap mengenyam pendidikan diamanapun khususnya di Universitas seseorang harus mampu menciptakan lapangan kerja ketika lepas dari universitas tersebut.

Demikian artikel yang membahas mengenai Program Pendidikan, Beasiswa Pendidikan, Tujuan Pendidikan, Pengertian Sarjana, Permasalahan Lapangan Kerja. Semoga artikel yang Kami sajikan mampu memberikan wawasan untuk Anda.

Artikel yang Terkait:

Apresiasi Impian Bumi Pertiwi

Senyum generasi MudaNilai PendidikanBumi pertiwi yang kaya akan keindahan alam, dengan harapan yang penuh terhadap setiap generasi muda bangsa yang berkualitas nampaknya saat ini telah mengalami kemunduran yang sangat spesifik.

Lihat saja banyaknya aksi tawuran antar pelajar yang seharusnya duduk dan mengapresiasikan berbagai macam ilmu pengetahuan yang telah didapatkan di bangku sekolah menjadi liar tak terarah tanpa melihat saudara yang tinggal dipelosok desa yang terkadang harus berjuang keras mendapatkan pendidikan.

Perbedaan latar belakang yang sangat jauh berbeda memang mempengaruhi prinsip bahkan persepsi yang ada pada tiap-tiap generasi muda yang ada, akan tetapi jika mengingat kembali bahwa sesungguhnya apa yang diimpikan oleh bumi pertiwi akan pendidikan merupakan hal yang sama.

Generasi muda yang ada pada latar belakang pendidikan yang sudah sangat mudah diakses seharusnya lebih mengerti dengan jelas apa itu tujuan dari pendidikan yang ada. Mencerdaskan kehidupan bangsa bukan hanya sebagai slogan semata, akan tetapi sudah seharusnya dijadikan suatu motivasi awal.

Pemerataan pendidikan yang ada saat ini yang sedang dikembangkan juga merupakan implementasi pendidikan dari berbagai tujuan yang akan ingin dicapai. Akan tetapi masih banyak generasi muda yang ada di Nusantara ini belum mendapatkan pendidikan yang layak.

Padahal jika diingat kembali bahwa pendidikan merupakan kebutuhan yang sangat primer untuk pembentukkan bangsa yang sangat berkualitas. Tak hanya sebatas itu bumi pertiwi yang kurang pendidikan ternyata juga mengalami keterbelakangan akan kesehatan.

Taraf kehidupan bangsa yang dikhawatirkan mengalami penurunan yang sangat drastis akan menjadi penyebab awal kehancuran suatu bangsa dan bernegara. Lalu apa hanya pemerintah saja yang bertanggungjawab akan hal tersebut ? tentu tidak, segala aspek dan bidang yang dijalankan merupakan tanggungjawab bersama dari segala pihak.

Ditambah lagi racun-racun yang ada dalam dunia pendidikan seperti maraknya narkoba, seks bebas, korupsi, kolusi, nepotisme dan masih banyak lagi yang semakin menambah tangis bumi pertiwi ini. Keadaan kelam mendapatkan nilai tambah lagi dengan adanya api panas dalam diri masing-masing melakukan aksi demonstasi besar-besaran satu sama lainnya.

Dunia yang semakin dipenuhi dengan berbagai kerusakan itu tak lantas menjadikan bumi pertiwi ikut kelam dan tenggelam dalam kerusakan dan selimut cemas yang ada. Bumi pertiwi tetap percaya diantara seribu generasi muda yang telah rusak masih ada satu generasi muda yang mampu membangkitkan seribu semangat  yang telah rusak.

Prestasi gemilang yang ditunjukkan oleh generasi muda dari berbagai bidang olahraga, seni dan budaya, teknologi dan akademik yang bahkan hingga ke tingkat internasional menjadi langkah awal terbentuknya generasi muda yang berkualitas. Prestasi yang berhasil diaraih seharusnya lebih ditonjolkan oleh negara, sehingga akan lebih mendorong setiap generasi muda yang lainnya agar lebih berprestasi lagi.

Yang menjadi jawaban besar dari sekian tulisan yang ada tentu saja, dengan pendidikan yang berkualitas akan menciptakan berbagai macam generasi yang akan bersatu padu dalam meraih prestasi setinggi mungkin.

Akan tetapi perlu diingat kembali bahwa pendidikan yang berkualitas didapatkan dari partisipasi berbagai pihak yang ada dalam dunia pendidikan. Baik penerima, penyelenggara, bahkan pendamping penerima pendidikan.

Oleh sebab itu, sudah lama bumi pertiwi merindukan atas apresiasi yang luar biasa dari berbagai imipian yang ada dari generasi muda bangsa. Bumi pertiwi merindukan berbagai senyum, tangis, dan tawa atas segal perjuangan yang ada dalam menempuh pendidikan.

Demikian artikel yang membahas mengani Tujuan Pendidikan, Implementasi Pendidikan, Latar Belakang Pendidikan, Perstasi Generasi Muda. Semoga artikel yang Kami sajikan mampu menambah luas wawasan Anda.

Artikel yang Terkait:

Tujuan Pendidikan Nasional Menurut Para Ahli

Tujuan Pendidikan
Tujuan Pendidikan

Tujuan Pendidikan ~ Dalam melakukan sesuatu secara tidak mungkin bahwa tidak ada maksud dan tujuan tertentu. Tak terkecuali pendidikan, dalam kehidupan sehari-hari kita sudah tak asing lagi dengan pendidikan, karena hampir semua orang pernah melakukanya.

Mengingat bahwa pendidikan merupakan sesuatu yang penting dalam kehidupan bangsa, membuat segala pihak berasumsi dengan arti serta pendefinisian yang berbeda-beda, hal tersebut bisa saja berdampak buruk bagi pemikiran orang awam.

Oleh karenanya pada artikel kali ini Tesis Pendidikan bermaksud memberikan wawasan seputar tujuan pendidikan, dan Tesis Pendidikan berharap artikel yang akan mengulas tujuan pendidikan ini dapat bermanfaat bagi anda.

Pendidikan merupakan segala upaya yang dilakukan untuk memberikan wawasan kepada tiap-tiap individu serta mendampingi mereka dalam tumbuh kembangnya hingga menjapai umur yang dianggap dewasa.

Dari sinilah dirancang apa yang menjadi tujuan pendidikan itu sendiri. Tujuan pendidikan merupakan faktor terpenting dalam melaksanakan penyelenggaraan pendidikan karena tujuan merupakan sebuah pedoman serta arah untuk mencapai apa yang ingin dicapai.

Tujuan pendidikan yang semakin mengalami perkembangan yang sangat luas, membuat para pihak-pihak penyelenggara pendidikan dengan secara gencar-gencarnya bersuara bahwa pendidikan merupakan kunci utama sukses suatu bangsa. Hal tersebut dapat dibuktikan bahwa Indonesia mewajibkan semua anak bangsa untuk mengenyam pendidikan selama 12 tahun lamanya, dengan kata lain wajib belajar 12 tahun.

Dalam ketetapan MPRS dan MPR tujuan pendidikan dirumuskan sedemikian rupa, agar pelaksanaannya tersebut dapat sesuai dengan keinginan. Hal tersebut dapat ditelisik dengan jauh bahwa rumusan tujuan pendidikan meliputi:

  1. Tap MPRS No. XXVII/ MPRS/ 1996 Bab II Pasal 3 dicantumkan bahwa  tujuan pendidikan membentuk manusia Pancasila sejati berdasarkan ketentuan-ketentuan seperti yang dikehendaki Pembukaan dan Isi Undang-Undang Dasar 1945.
  2. Tap MPR No. IV/ MPR / 1978 menyebutkan Pendidikan Nasional berdasarkan Pancasila dan bertujuan meningkatkan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, kecerdasan, keterampilan, mempertinggi budi pekerti, memperkuat kepribadian, dan mempertebal semangat kebangsaan, agar dapat menumbuhkan manusia-manusia pembangunan yang dapat membangun dirinya sendiri serta bersama-sama bertanggung jawab atas pembangunan bangsa.
  3. Di dalam Tap MPR No. II / MPR/ 1988 dikatakan Pendidikan Nasional bertujuan untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia, yaitu manusia yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur, berkeperibadian, berdisiplin, bekerja keras, tangguh, bertanggung jawab, mandiri, cerdas, dan terampil serta sehat jasmani dan rohani.
  4. Di dalam UU No. 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Bab II pasal 4 dikemukakan Pendidikan Nasional bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki penetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.

Dalam ketentuan di atas dapat disimpulakan bahwasannya pendidikan nasional memiliki tujuan yang sangat tinggi untuk menghasilkan sebuah manusia dengan ciri-ciri yang telah disebutkan di atas. Tujuan pendidikan nasional sendiri berarti tujuan umum yang akan dicapai oleh keseluruan bangsa Indonesia yang juga telah ditetapkan sebagai rumusan kualifikasi terbentuknya setiap warga negara yang dicita-citakan bersama.

Tujuan pendidikan nasional sendiri, yang selama ini banyak mengalami perubahan perumusan dapat disimak kembali ke dalam Undang-Undang RI No 20 Tahun 2003 tentang SISDIKNAS Bab II Pasal 3 yang berbunyi :

Tujuan pendidikan nasional ialah berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia-manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Oleh karenanya untuk dapat mencapai tujuan pendidikan nasional yang telah ditetapkan perlu adanya suatu lembag-lembaga pendidikan yang memiliki tujuan pendidikan yang selaras dengan tujuan pendidikan nasional.

Demikian artiekel yang membahas mengenai Tujuan Pendidikan, Rumusan Tujuan Pendidikan, Tujuan Pendidikan Nasional. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi anda.

Incoming search terms: