Teori Pendidikan Karakter

Teori Pendidikan Karakter

Teori Pendidikan
Teori Pendidikan

Teori Pendidikan~  Adapun karakter merupakan segenap atau keseluruhan sikap serta sikap dari seseorang yang sifatnya pribadi, dan menggambarkan watak seseorang tersebut. Dan dalam berperilaku seseorang diharuskan menunjukkan karakter yang berkualitas.

Karakter seniri berasal bahasa Yunani yang berarti “to mark” atau menandai dan memfokuskan bagaimana mengaplikasikan nilai kebaikan dalam bentuk tindakan atau tingkah laku, sehingga orang yang tidak jujur, kejam, rakus dan perilaku jelek lainnya dikatakan orang berkarakter jelek. Sebaliknya, orang yang perilakunya sesuai dengan kaidah moral disebut dengan berkarakter mulia.

Individu yang memiliki karakter yang baik akan selalu melakukan hal-hal yang baik pula terhadap Tuhan YME, diri sendiri, serta orang lain yang pada umumnya bertujuan untuk mengoptimalkan potensi (pengetahuan) dirinya dan disertai dengan kesadaran, emosi dan motivasinya (perasaannya).

Sedangkan pendidikan karakter sendiri merupakan suatu sistem yang dilakukan untuk menanamkan dasar-dasar atau nilai-nilai kepada warga sekolah atau peserta didik berupa komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut.

Dalam melaksanakan pendidikan karakter sendiri, harus melibatkan keseluruhan komponen-komponen yang ada dalam pendidikan. Komponen-komponen pendidikan tersebut dapat berupa :

  1. isi kurikulum,
  2. proses pembelajaran dan penilaian,
  3. penanganan atau pengelolaan mata pelajaran,
  4. pengelolaan sekolah,
  5. pelaksanaan aktivitas atau kegiatan ko-kurikuler,
  6. pemberdayaan sarana prasarana,
  7. pembiayaan, dan
  8. ethos kerja seluruh warga sekolah/lingkungan.

Dari sinilah diperoleh makana sesungguhnya pendidikan karakter itu sendiri, sama halnya yang telah dijabarkan oleh David Elkind & Freddy Sweet Ph.D. (2004), pendidikan karakter dimaknai oleh :

character education is the deliberate effort to help people understand, care about, and act upon core ethical values. When we think about the kind of character we want for our children, it is clear that we want them to be able to judge what is right, care deeply about what is right, and then do what they believe to be right, even in the face of pressure from without and temptation from within.

Dalam psikologi juga dibahas masalah mengenai pedidikan karakter itu sendiri. Konteks tesebut mengacu pada sebuah konfigurasi pendidikan karakter yang berupa :

  1. Olah Hati (Spiritual and emotional development) ,
  2. Olah Pikir (intellectual development),
  3.  Olah Raga dan Kinestetik  (Physical and kinestetic development),
  4. Olah Rasa dan Karsa (Affective and Creativity development)

Berdasarkan pembahasan di atas dapat ditegaskan bahwa pendidikan karakter merupakan upaya-upaya yang dirancang dan dilaksanakan secara sistematis untuk membantu peserta didik memahami nilai-nilai perilaku manusia yang berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan, dan kebangsaan yang terwujud dalam pikiran, sikap, perasaan, perkataan, dan perbuatan berdasarkan norma-norma agama, hukum, tata krama, budaya, dan adat istiadat.

Demikian artikel yang membahs mengani teori Pendidikan Karakter, Komponen Pendidikan, Konfigurasi Pendidikan. Semoga artikel ini dapat bermanfaat sebagai bahan acuan anda.

Artikel Yang Terkait:

Incoming search terms:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *