Urgensi Pendidikan Karakter

Urgensi Pendidikan  Urgensi Pendidikan Karakter Urgensi Pendidikan Karakter Urgensi Pendidikan Karakter

Urgensi Pendidikan

Urgensi Pendidikan~  Dalam pelaksanaan pendidikan di Indonesia pemerintah telah mencangangkan serta merencanakan pendidikan akarakter untu semua tingkat pendidikan dari SD hingga Perguruan Tinggi melalui Kementerian Pendidikan Nasional.

Terlahirnya sebuah ide serta gagasan mengenai pendidikan yang berkarakter, tentu saja dapat dimaklumi dengan melihat secara seksama bahwa proses yang dihasilkan dari dunia pendidikan belum mengasilakan manusia Indonesia yang berkarakter.

Banyak yang menyebutkan bahwa pendidikan yang notabanenya telah gagal membangun sebuah karakter. Banyak lulusan sekolah dan sarjana yang pandai dalam menjawab soal ujian, berotak cerdas, tetapi mentalnya lemah, penakut, dan perilakunya tidak terpuji.

Mochtar Buchori menuturan bahwa pendidikan karakter seharusnya membawa peserta didik ke pengenalan  nilai secara kognitif, penghayatan nilai secara afektif, dan akhirnya ke pengamalan nilai secara nyata.

Permasalahan pendidikan karakter yang ada saat ini perlu mendapatkan respon yang sedemikian besarnya mengingat sudah semakin rusaknya moral bangsa, harus segera dicari altenatif-alternatif solusinya serta perlu dikembangkannya secara lebih operasional sehingga mudah diimplementasikan.

Pendidikan karakter merupakan pendidikan yang mengutamakan pada segi budi pekerti yang selalu melibatkan aspek pengetahuan(cognitive), perasaan (feeling), dan tindakan (action). Dalam hal tersebut Thomas Lickona sempat mengungkapkan bahwa pendidikan karakter yang dilaksanakan tidak akan efektif dan pelaksanaannya pun harus dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan. Dengan pendidikan karakter, seorang anak akan menjadi cerdas emosinya.

Kecerdasan emosi merupakan suatu bekal yang menjadikan seseorang mampu mengatasi berbagai masalah yang sedang dihadapinya, termasuk tantangan yang terjadi dalam bidang akademi. Kecerdasan emosi juga merupakan bekal yang sangat penting untuk menyongsong kehidupan yang ada di masa depan.

Faktor-faktor resiko yang menyebutkan bahwa ternyata bukan terletak pada kecerdasan otak tetapi pada karakter, yaitu rasa percaya diri, kemampuan bekerja sama, kemampuan bergaul, kemampuan berkonsentrasi, rasa empati, dan kemampuan berkomunikasi.

Anak-anak yang memiliki masalah dalam kecerdasan emosi akan mengalami kesulitan dalam hal belajar, bergaul serta mengontrol emosinya sendiri. Anak-anak yang mengalami masalah tersebut sudah dapat dilihat karakternya pada usia prasekolah dan kalau tidak segera ditangani kan menimbulkan dampak yang buruk ketika ia beranjak dewasa.

Sebaliknay para remaja yang berkarkter serta remaja yang memiliki kecerdasan emosi yang sangat tinggi akan terhindar dari berbagai masalah umum yang sering dihadapi oleh remaja seperti kenakalan, tawuran, narkoba, miras, perilaku seks bebas, dan sebagainya.

Apabila anak mendapat pendidikan karakter yang baik dari keluarganya anak tersebut akan berperilku baik untukkehidupannya sendiri. Banyak orang tua yang lebih mementingkan aspek kecerdasan otak ketimbang pendidikan karakter. Berdasarkan hal tersebut terbukti bahwa pentingnya pendidikan karakter, baik di rumah ataupun di pendidikan formal.

Demikian artikel yang membahas mengenai Pendidikan Karakter, Urgensi Pendidikan Karakter, Faktor Good Character.  Semoga artikel ini dapat bermanfaat sebagai bahan acuan refrensi anda.

Artikel Yang Terkait:

Incoming search terms:
Urgensi Pendidikan Karakter | admin | 4.5

Leave a Reply